Rayyan

Rayyan
136. Semua punya bumil


__ADS_3

" Belum sampai juga." Tanya ayah Rayyan.


Bunda Syera menggeleng.


" Lah bukannya berangkatnya dari subuh."


" Iya tapi anak kamu minta lewat puncak nggak mau lewat toll. Dari Bandung sampai Ciawi banyak yang dia beli dan di tambah minta mampir ke Bogor minta asinan dan roti Unyil. Benar-benar cucu Oma itu kalau bukan lagi hamil udah Oma omelin." Ucap Oma Khayra gemas.


Tak lama yang di tunggu pun sampai.


" Mana anak ku mas." Tanya ayah Rayyan.


" Menantuku sedang bobo cantik, sudah sana angkat menantuku. Kalau bisa jangan sampai bangun soalnya kasihan lambungnya dari pagi di isi terus." Kekeh papa sakti sambil berjalan menghampiri Mommy nya.


Ayah Rayyan pun langsung membuka pintu mobil dimana putrinya berada. Dan ayah Rayyan melihat putrinya tidur begitu pulas. Dengan sangat hati-hati ayah Rayyan langsung menggendong Breeze menuju ke kamar Ghaizan.


Sedangkan papa sakti, mama Amara, bunda Syera dan Oma khayra sudah lebih dulu masuk ke dalam rumah.


Ayah Rayyan bergabung dengan yang lainnya setelah memindahkan putrinya ke kamar.


" Maaf Bu, pak ini mau di taruh dimana?." Tanya bibi membawa sebagian jajanan dan barang yang Breeze beli.

__ADS_1


" Taruh di situ aja bi, nanti tunggu zee nya bangun." Ucap mama Amara.


" Itu punya Zee semua!." Tanya bunda Syera.


" Iya." Jawab papa Sakti dan mama Amara bersamaan.


Ayah Rayyan dan bunda Syera hanya bisa bengong.


" Pantesan jalan dari subuh sampainya siang orang banyak yang di beli." Ucap Oma Khayra.


Breeze membuka matanya dan langsung mengedarkan pandangannya melihat sekelilingnya dan mencoba mengingat-ingat dia berada dimana?.


" Tapi kok tempatnya kaya aku kenal ya." Gumam Breeze lagi.


Breeze langsung menepuk jidatnya saat melihat banyak foto suaminya dan juga ada foto dirinya juga. Breeze baru ingat kalau dia sedang berada di kamar suaminya.


Breeze pun beranjak turun dari ranjang saat melihat jam sudah menunjukkan pukul satu siang. Breeze pun masuk ke dalam kamar mandi untuk bersih-bersih. Setelah itu dia menunaikan kewajibannya sebagai umat muslim yaitu shalat dzuhur.


Setelah shalat perut Breeze sudah melakukan paduan suara dengan kedua calon buah hatinya. Breeze pun keluar kamar dan turun ke bawah menuju ke meja makan.


" Bi , mama dan papa mana?." Tanya Breeze.

__ADS_1


" Ibu sama bapak sedang istirahat di kamar, kalau mbak Zee mau makan biar bibi panaskan dulu sayurnya."


" Bibi masak apa?."


" Bibi masak rawon mbak."


" Ya udah deh Zee mau makan."


" Tunggu sebentar ya mbak."


" Oh iya mbak lihat jajan yang aku beli nggak."


" Oh ada di meja ruang tengah mbak."


" Terima kasih bi."


Breeze pun pergi ke ruang tengah.


Breeze langsung membuka satu persatu bungkusan plastik untuk melihat isi dalam bungkusan apakah ada yang bisa dia makan sambil menunggu bibi menyiapkan makan siangnya.


Breeze pun akhirnya memakan mochi kekinian satu box yang berisikan satu buah dan juga pisang bolen habis satu box juga. Setelah itu Breeze lanjut memakan makan siangnya nambah pula. Para asisten rumah tangga di sana hanya bisa menggelengkan kepalanya saat melihat menantu majikannya makan dengan porsi yang sangat banyak.Ternyata tidak sampai di situ Breeze juga meminta di potongkan buah mangga

__ADS_1


__ADS_2