Rayyan

Rayyan
137. Hormon ibu hamil


__ADS_3

Breeze langsung membuka satu persatu bungkusan plastik untuk melihat isi dalam bungkusan apakah ada yang bisa dia makan sambil menunggu bibi menyiapkan makan siangnya.


Breeze pun akhirnya memakanĀ  mochi kekinian satu box yang berisikan satu buah dan juga pisang bolen habis satu box juga. Setelah itu Breeze lanjut memakan makan siangnya nambah pula. Para asisten rumah tangga di sana hanya bisa menggelengkan kepalanya saat melihat menantu majikannya makan dengan porsi yang sangat banyak. Ternyata tidak sampai di situ Breeze juga meminta di potongkan buah mangga.


Tak lama Mezzaluna pulang dan langsung menghampiri kakak iparnya yang sedang asik memakan buah mangga. Mezzaluna menyapa kakak iparnya dan bertanya sampai jam berapa tadi.


Breeze menjawab tidak tahu karena memang dia tidur jadi nggak tahu kapan tepatnya mereka sampai.


*****


Malam harinya tiba-tiba mama Amara yang akan nganterin susu untuk menantunya yang ada di kamar. Tapi saat akan mengetuk pintu kamar, mama Amara mendengar suara Breeze menangis. Mama Amara pun panik dan langsung saja membuka pintu kamar tanpa mengetuk.


Mama Amara bisa bernafas lega ternyata tidak seperti yang dia bayangkan dia pikir Breeze jatuh. Ternyata menantunya itu sedang duduk di atas ranjang bersandar di headboard sambil menangis.


Mama Amara menaruh susu yang dia bawa di nakas setelah itu mama Amara mendekati menantunya.


" Sayang kamu kenapa?." Tanya mama Amara.


" Hiks...hiks...hiks... Mas Ghai belum juga telpon Zee mah."

__ADS_1


" Mungkin Ghai nya masih sibuk sayang, jangan nangis lagi ya kasih dedek nya di dalam sini ikut sedih kalau bundanya sedih." Bujuk mama Amara.


" Tapi Zee kepingin dengar suara mas Ghai mah."


" Iya sabar ya, tunggu sebentar lagi."


Ponsel Breeze berdering dan akhirnya yang di tunggu-tunggu akhirnya menghubungi juga lewat video call.


" Assalamualaikum..., Loh kok nangis sayang."


" Wa.. walaikum salam." Jawab Breeze yang justru makin menangis.


" Maaf sayang, mas baru selesai kegiatan jadi baru bisa menghubungi kamu. Sudah ya jangan nangis, nanti dedeknya jadi ikut nangis." bujuk Ghaizan.


" Habis mas Ghai lama telponnya Zee udah ngantuk mau tidur."


" Iya maaf , ya udah mas temani sampai kamu tidur."


" Benar ya." Ghaizan mengangguk.

__ADS_1


" Ya sudah mama tinggal ya, ini kamu minum dulu susunya." Ucap mama Amara memberikan galas susu ke menantunya.


" Nanti Mezza bakal Nemani kamu di sini." Ucap mama Amara lagi sebelum keluar dari kamar anaknya.


" Sayang tadi makan apa aja." Tanya Ghaizan setelah mama nya keluar kamar.


" Banyak mas, tapi Zee lupa makan apa aja." Sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


" Ya sudah nggak usah di ingat yang penting kamu makan, tapi dedek nggak rewel kan hari ini."


Breeze menggeleng." Tapi dedeknya mau makan terus ." Sambil memasang wajah cemberut.


" Nggak apa-apa mungkin mereka juga lapar terus." Ucap Ghaizan yang gemas melihat wajah cemberut istrinya.


" Tapi nanti Zee jadi gendut gimana?."


" Ya nggak gimana-gimana, Zee tetap akan selalu ada di hati mas sayang. Sekarang tidur ya mas temani sampai kamu tidur."


Breeze mengangguk dan langsung mengambil posisi untuk tidur . Dan setelah istrinya benar-benar tertidur baru Ghaizan mematikan sambungan video call nya.

__ADS_1


__ADS_2