
Sudah empat bulan kepergian Ghaizan untuk tugas di papua dan usia kandungan Breeze sudah enam bulan lebih. Selama di tinggal tugas hampir setiap malam Ghaizan selalu menelpon istrinya untuk melepas kangen.
Dan hari ini setelah meminta izin oleh suaminya, breeze bersama dengan kedua mertuanya akan pulang ke Jakarta karena Breeze libur kuliah.
Habis subuh mereka pun langsung berangkat, mereka sengaja berangkat pagi karena udaranya sejuk. Dan di tambah lagi bumil minta lewat puncak dan nggak mau lewat tol. Bumil bilang dia ingin jajan di sepanjang jalanan di puncak.
Kedua mertuanya pun menuruti kemauan bumil, untungnya memakai sopir. Kalau nggak Breeze pasti merasa nggak enak hati karena merepotkan mertuanya.
" Sayang nanti kalau kalau kenapa-napa misalnya mual, pusing atau apa pun bilang ya." Ucap mama amarah saat mobil sudah meninggalkan batalyon.
Baru saja mama mertuanya berpesan ternyata langsung di laksanakan oleh Breeze.
" Mah aku boleh minta sarapan bubur." Tanya Breeze sambil nyengir menampilkan deretan gigi putihnya.
" Boleh sayang, mang kita mampir makan bubur tempat biasa." Ujar papa sakti yang menyuruh supir untuk pergi ke tempat bubur langganan mereka.
" Baik pak."
__ADS_1
Sampai di warung bubur, Breeze langsung buru-buru turun dan masuk ke dalam warung bubur. Breeze benar-benar sudah tidak sabaran ingin menikmati sarapan bubur.
Breeze pun langsung mencari tempat duduk yang masih kosong. Setelah Breeze duduk dengan anteng di mejanya sampai kedua mertuanya datang bersama mang Ojo.
" Sayang kamu mau bubur pakai apa?." Tanya mama Amara.
" Zee mau bubur pakai ati ampela 2 sama sate telur puyuh 2." Ucap breeze.
" Aku biasa aja sayang " ucap papa sakti.
" Mang Ojo mau pakai apa aja." Tanya mama Amara ke supir papa sakti.
" Ya sudah mama pesan dulu."
" Mama Zee tambah sate usus juga." Ucap breeze ke mama mertuanya
Mama Amara hanya mengangguk setelah itu pergi untuk memesan bubur.
__ADS_1
Breeze benar-benar menghabiskan sarapannya bubur ayam satu porsi, dua sate ati 2, sate ampela 2, sate telur puyuh 2 dan sate usus 2. Dan saat keluar dari warung bubur ternyata ada yang jual kue balok dan juga kue pancong. Breeze pun langsung membeli keduanya dan di makan di sepanjang perjalanan.
Perjalanan dari Bandung lewat puncak seperti permintaan bumil. Dan sepanjang perjalanan Breeze membeli berbagai macam, Breeze membeli bukan hanya untuk dirinya saja tapi buat orang-orang rumah sampai mobil penuh.
Dan breeze baru berhenti di sekitar Ciawi karena dia sudah ngantuk. Tapi sebelum tidur Breeze minta mang Ojo untuk mampir ke Bogor untuk membeli asinan dan roti Unyil.
*****
Sedangkan di rumah Oma khayra dan bunda syera uang sudah menunggu di buat kesal karena belum juga sampai rumah.
Menjelang dzuhur ayah Rayyan memilih untuk pulang untuk makan siang. Ayah Rayyan ingin makan siang dengan anak perempuan sulungnya. Tapi sayang dirinya sampai rumah ternyata istri dan mommy nya tidak ada di rumah melainkan di rumah sang kakak sekaligus besannya. Akhirnya ayah Rayyan pun menyusul karena dia juga kangen dengan Breeze tapi sampai sana sang anak belum juga tiba.
" Belum sampai juga." Tanya ayah Rayyan.
Bunda Syera menggeleng.
" Lah bukannya berangkatnya dari subuh."
__ADS_1
" Iya tapi anak kamu minta lewat puncak nggak mau lewat toll. Dari Bandung sampai Ciawi banyak yang dia beli dan di tambah minta mampir ke Bogor minta asinan dan roti Unyil. Benar-benar cucu Oma itu kalau bukan lagi hamil udah Oma omelin." Ucap Oma Khayra gemas.