
Sampai di rumah sakit Ghaizan langsung menuju ke rumah sakit.
" Mama..., mami... , papa... , papi... Zee mana." Tanya Ghaizan yang tampak sudah berantakan selain karena baru tiba dari perjalanan jauh di tambah istrinya akan melahirkan putra mereka.
" Kamu masuk ke dalam sana, Zee sudah mau melahirkan pembukaannya sudah lengkap." Mami Zafira meminta Ghaizan untuk masuk ke dalam ruangan bersalin.
Ghaizan pun masuk kedalam ruangan bersalin dan Ghaizan melihat istrinya sudah siap akan melahirkan anak-anak mereka berdua.
" Assalamualaikum sayang." Ghaizan mencium kening Breeze.
" Wa.. walaikum salam, mas ada di sini." Ucap Breeze yang tak terasa air matanya menetes karena bahagia.
" Iya sayang mas di sini menemani kamu melahirkan anak-anak kita. Semangat sayang sebentar lagi kita akan bertemu dengan mereka." Ucap Ghaizan sambil mencium seluruh wajah istrinya.
Setelah itu Breeze mengalami sakit yang luar biasa dan dokter meminta mengikuti instruksinya. Tak lama tangis bayi pertama terdengar.
" Mas anak kita."
" Iya sayang anak kita sudah lahir tinggal satu lagi sayang." Ucap Ghaizan bahagia karena satu bayinya sudah terlahir ke dunia.
" Bu Breeze dan pak Ghaizan selamat bayi pertamanya berjenis kelamin laki-laki." Ucap dokter.
Breeze pun mengalami kontraksi kembali dan lahirlah anak kedua mereka yang berjenis kelamin yang sama laki-laki.
__ADS_1
" Pak, Bu yang kedua juga berjenis kelamin laki-laki juga ya." Ucap dokter.
" Terima kasih sayang kamu memberikan mas hadiah dua jagoan untuk mas." Ucap Ghaizan yang berterima kasih yang tak terhingga ke sang istri.
Setelah Ghaizan mengadzani kedua putranya dan Breeze juga sedang di bersihkan oleh suster. Ghaizan pun keluar ruang bersalin dan langsung di sambut oleh orang tua dan mertuanya.
" Ghai gimana?." Tanya mama Amara.
" Alhamdulillah mah anak Ghai sudah lahir dan berjenis kelamin laki-laki." Jawab Ghaizan.
" Alhamdulillah." Jawab mereka semua.
" Terus keadaan Zee gimana?." Tanya mami Zafira.
" Alhamdulillah kalau semuanya baik-baik saya." Ucap mami Zafira bernafas lega.
" Maaf bapak dan ibu bisa menunggu ibu dan bayinya di ruang rawat." Ucap suster yang menghampiri mereka dan menyuruh mereka menunggu di ruang rawat yang memang sudah di pesan.
Akhirnya mereka pun pergi ke ruang rawat inap VVIP.
Saat mereka menunggu di ruang rawat, tak lama breeze dan kedua buah hatinya datang. Ghaizan yang melihat kedatangan istri dan kedua putra datang. Ghaizan langsung membantu istrinya untuk pindah ke brankar di ruang rawat. Sedangkan kedua putranya sudah berada di gedongan masing-masing neneknya.
Papa sakti, mama Amara, Mami Zafira dan papi Bagas mengucapkan selamat ke Breeze.
__ADS_1
Breeze yang melihat kedua orang yang baru saja menjadi seorang nenek. Tak mau jauh dengan kedua cucunya.
****
Di Amerika kedua kembaran Breeze yang mendapatkan kabar kalau kembaran mereka sudah melahirkan putra kembar langsung menghubungi papinya karena mereka tahu papinya sedang berada dengan kembarannya.
" Sayang ini kembaran kamu mau bicara sama kamu." Ucap papi Bagas memberikan ponselnya.
Breeze pun mengambil ponsel papinya dan langsung melihat wajah kedua kembarannya di layar ponsel milik papinya.
" Assalamualaikum..." Sapa Breeze ke kedua kembarannya.
" Walaikum salam, selamat ya Zee sudah menjadi seorang ibu." Ucap mereka.
" Mas Ghaizan masih tugas di papua Zee." Tanya Arkha.
Breeze pun mengarahkan ponselnya ke sang suami .
" Hai gha, kha..." Sapa Ghaizan.
" Hai juga mas, selamat ya mas sekarang sudah jadi seorang ayah."
" Terima kasih."
__ADS_1
" Oh iya kita mau lihat keponakan kita." Ghaizan pun mengarahkan ponselnya ke kedua putranya yang sedang terlelap di box nya.