Rayyan

Rayyan
118. wedding Breeze dan Ghaizan 1


__ADS_3

Ceklek...


Pintu kamar hotel pun terbuka ghaizan pun masuk ke dalam kamar. Dan mendapati istrinya baru selesai shalat sedang melipat mukenanya.


" Assalamualaikum, sayang." Bisik Ghaizan memeluk Breeze dari belakang.


" Wa... walaikum salam, mas udah pulang." Jawab Breeze gugup walaupun ghaizan sepupunya sendiri tapi di peluk seperti ini membuat Breeze bersemu merah wajahnya.


" Kamu mau makan siang apa sayang." Tanya ghaizan sambil membalikan tubuh Breeze menghadapnya.


" Apa aja?." Jawab Breeze yang tidak berani menatap suaminya. 


Ghaizan mengangkat dagu istrinya agar menatap dirinya.


Cup...


Ghaizan mengecup sekilas bibir istrinya yang langsung mendapat tatapan tajam dari breeze.


" Segitu dulu nanti kalau mau lebih." Kekeh ghaizan.


" Mas pesan makan siang dulu." Ucap ghaizan yang berlalu dari hadapan Breeze.


Breeze yang kaget di cium oleh suaminya pertama kali, eh...nggak teh tadi pas ijab sudah di cium keningnya. Breeze memegang bibirnya yang habis di cium oleh suaminya sambil tersenyum.


" Kalau mau lagi bilang jangan di pegangin terus." Bisik ghaizan mengagetkan Breeze.


" His,,nyebelin." Kesal Breeze sambil memukul lengan suaminya.

__ADS_1


" Aduh... Sakit sayang masa baru nikah sudah kdrt."


" Biarin habis mas ghai nyebelin." Breeze langsung memanyunkan bibirnya.


" Jangan di manyunin bibirnya kaya gitu, entar mas khilaf lagi. Maaf deh kalau sudah bikin bete kamu." Ucap ghaizan sambil memeluk istrinya.


Tak lama makan siang mereka datang, Breeze dan Ghaizan pun langsung menikmati makan siang mereka. Baru setelah itu mereka istirahat karena nanti malam akan ada acara resepsi yang pasti akan banyak tamu yang datang. 


*****


Ghaizan lagi-lagi tak mengedipkan matanya melihat istrinya yang sudah di dandani dan memakai gaun pengantin.


" Awas nanti lalat masuk." Bisik Sakha menggoda sepupunya.


Ghaizan langsung menutup mulutnya dan gerakan Ghaizan Langsung menutup mulutnya membuat Sakha dan Andra tertawa karena berhasil ngerjain sepupunya itu.


" Habisnya ngelihatin nya kaya gitu banget." Ucap Sakha.


" Iya orang udah halal nanti malam jangan di kasih lolos." Ucap Andra tertawa.


" Udah cepat bawa istri kamu acara sudah mau di mulai." Ucap Sakha.


Ghaizan pun mengandeng tangan Breeze menuju ke aula hotel tempat resepsi akan berlangsung.


Sebelum menuju ke pelaminan di adakan terlebih dahulu acara pedang pora.


Setelah itu baru mereka berjalan menuju ke pelaminan menyambut para undangan yang akan memberikan mereka selamat.

__ADS_1


Breeze dan Ghaizan memberikan senyum terbaiknya sambil menerima ucapan selamat dari pada tamu undangan.


Cukup banyaknya tamu yang datang membuat Breeze cukup pegal dan juga lelah. Apalagi saat ini dirinya memakai sepatu hak tinggi.


" Kenapa sayang?." Tanya ghaizan saat melihat istrinya seperti merasa tidak nyaman.


" Kaki aku pegal soalnya aku pakai sepatu hak tinggi." Ucap breeze.


Ghaizan langsung berjongkok dan memeriksa kaki breeze.


" Mas... Mas mau ngapain?." Tanya Breeze yang nggak enak di lihat orang.


" Mau meriksa kaki kamulah." Jawab Ghaizan.


" Mas nanti aja nggak enak di lihatin orang."


Tapi ghaizan sepertinya tidak peduli, ghaizan tetap meriksa kaki istrinya dan benar saja kakinya memerah.


" Sepatunya di buka aja." Ucap ghaizan sambil membuka sepatunya.


Para tamu yang datang melihat perlakuan ghaizan ke sang istri. Membuat tamu kagum sikap sweetnya ghaizan.


" Zee kenapa Ghai?." Tanya bunda Syera.


" Kakinya merah Bun, karena pakai sepatu hak tinggi berjam-jam." Jawab Ghaizan.


" Ghai kamu bawa Zee ke kamar saja istirahat, tamunya sudah sedikit biar kami orang tua yang menemui mereka." Ucap Rayyan yang menyuruh menantu dan anaknya untuk istirahat.

__ADS_1


Ghaizan pun mengajak istrinya untuk beristirahat di kamar mereka.


__ADS_2