Rayyan

Rayyan
76. sungguh terlalu


__ADS_3

Setelah argha keluar kamar kopyan pun duduk di samping


putranya di tepi ranjangnya


" Kata bunda kamu berantem ya di sekolah" tanya Rayyan.


arka pun langsung tertunduk


" Ayah tahu kamu melakukan itu ada sebabnya, tapi alangkah lebih


baiknya kamu tahan kekesalan kamu. Ayah tidak membenarkan


teman kamu yang


Ceroboh dan tidak bertanggung Jawab. Tapi kamu sendiri kan yang rugi tadi di suruh apa sama bu guru sebagai hukuman kamu berantem dengan leon." tanya Rayyan lagi


" Di suruh bersihin kelas selama seminggu."


" Mulai kapan hukum kamu di mulai."


" hari ini." Jawab Arkha pelan.


" Enak." Arkha menggeleng.


": Besok-besok ayah nggak mau dengar Lagi ada yang berantem dengan orang lain. Mengerti!!!."


Tidak hanya Arkha yang mengangguk tapi Argha juga yang sudah kembali ke kamarnya.


Setelah berbicara dengan anaknya Rayyan pun kembali ke kamarnya.


Ceklek..


Rayyan pun masuk ke dalam kamar yang awalnya Penuh Semangat tiba-tiba langsung lemas saat melihat pemandangan yang mengharukan sekaligus mengenaskan. Mengharukan! bagaimana ketiga bidadarinya tertidur dengan Saling berpelukan. Mengenaskan karena rencananya


dia ingin menghabiskan malam dengan sang istri tapi apa daya

__ADS_1


Rayyan hanya bisa pasrah.


Rayyan pun memilih masuk ke kamar mandi terlebih dahulu


sebelum dia ikut bergabung tidur dengan ketiga bidadarinya.


Beruntung kasurnya besar jadi dia tidak harus tidur di sofa.


Pulang sekolah kembaran dan juga sepupunya setia menunggu


Arkha mengerjakan tugas hukumannya membersihkan kelas.


Mami Zafira yang memang bertugas menjemput anak dan keponakannya setia menunggu di dalam mobil. Karena dia tahu anak dan keponakannya pasti sedang menunggu Arkha sang keponakannya yang sedang menjalankan hukumannya.


" Kalian ngapain sih pada berdiri disana mendingan bantuin aku."


ucap Arkha yang memandang


Kembarannya dan juga para sepupunya yang menunggu di depan kelas Arkha.


" Ogah." jawab mereka serempak


Kembaran dan sepupunya hanya menatap malas Arkha.


" Arkha cepat kerjain hukuman kamu." Ucap Argha dingin.


Arkha yang melihat kakak kembaranya yang sudah kesal


dengan dirinya, Arkha pun langsung menyelesaikan tugasnya sebelum dia di tinggal pulang oleh mereka.


***********


Weekend ini semua cucu deddy Gibran dan mommy Khayra memboyong ke pesanten al hikmah.


" Ayo, Argha dan Arkha sudah siap belum?." tanya Syera.

__ADS_1


" Iya bunda ini aku sudah selesai kok." Jawab argha.


" Tunggu dulu bunda, aku belum selesai." teriak arkha Saat bunda Syera sudah pergi meninggalkan kamarnya. Dan begitu juga kembarannya yang akan keluar kamar juga.


" Lama amat sih! apa yang kamu bawa." tanya Argha yang melihat adik kembarnya sibuk memasuki banyak barang.


" Aku mau bawain buku cerita tentang nabi dan juga buku cerita islami lainnya." Jawab Arkha.


" Buat apa sih ka kamu bawa itu semua." Tanya Argha.


" Ini buat Lukman sama anak-anak yang lain. Ayo dong bang


bantuin angkat dong." pinta Arkha.


Argha pun tak banyak bicara dia langsung membawa satu kantong


papar bag turun ke lantai bawah.


Mommy khayra menatap heran melihat cucunya Argha yang


membawa paper bag, karena tak biasa nya cucunya itu membawa banyak barang.


" Bang Argha kamu bawa apa aja kok banyak amat." tanya mommy


khayra.


" Ini punya Arkha Oma, katanya buku cerita buat teman-teman di pesantren." Jawab Argha.


" Ya udah langsung taruh mobil dulu sana." ucap mommy khayra


Yang meminta barang yang di bawa cucunya untuk di taruh di mobil.


Tak lama Arkha pun muncul sama membawa paper bag yang sama dengan Argha.


" Bang Arkha barangnya taruh di mobil sana sama bang Argha."

__ADS_1


" Iya Oma."


Arkha pun menyusul kakak kembarnya yang ingin memasukkan barang miliknya ke mobil Ayahnya.


__ADS_2