
Dan menjelang sore rombongan keluarganya dari Jakarta datang untuk menjenguk Breeze dan putra kembarnya. Ruangan rawat Breeze mendadak jadi ramai semua gemas dengan kedua baby tersebut.
" Untungnya kamu pas lahiran pas banget Ghaizan pulang! Aku dulu lahiran suami aku lagi tugas keluar kota buat nangkap penjahat. Kamu bisa kebayang perasaan aku! Di satu sisi aku was-was karena mau lahiran tapi aku juga was-was takut suami aku kenapa-kenapa. Pokoknya rasanya saat itu ngeselin." Ucap Shanum yang suaminya juga sama seorang abdi negara. Cuma Breeze suaminya seorang tentara angkatan darat sedangkan Shanum suaminya seorang polisi.
Breeze tertawa mendengar curhatan kakak sepupunya.
" Hahaha... Mbak Shanum khawatir mikirin mas Bayu! Bukannya dulu kesal banget saat Opa nyuruh mbak Shanum nikah dengan mas Bayu." Goda Breeze dan langsung mendapatkan tatapan tajam dari kakak sepupunya itu.
Breeze bahagia sekarang kakak sepupunya ini sangat bucin sama suaminya. Awalnya benci banget di suruh nikah dengan suaminya dan sekarang kakak sepupunya paling kesal kalau suaminya dapat tugas jauh.
Kini kakak sepupunya itu sudah di karuniai tiga orang anak dua laki-laki dan satu perempuan. Dan anak perempuannya menjadi musuhnya mbak Shanum karena kalau mas Bayu ada di rumah. Anak perempuannya tak mengizinkan ayahnya untuk dekat-dekat dengan sang bunda. Dan itu membuat mbak Shanum suka kesal sama putrinya.
***
Tiga hari berada di rumah sakit Breeze dan bayi kembarnya pun di perbolehkan pulang ke rumah. Dan kini mereka sudah berada di rumah dinas, mama dan mami akan membantu Breeze sampai tujuh hari nanti. Setelah itu Breeze akan di bantu oleh bi Ida dan bi saroh yang akan datang bersama rombongan dari Jakarta nanti pas aqiqah si kembar.
__ADS_1
" Sayang kamu makan dulu gih, biar si kembar mami sama mama yang jaga. Suami kamu juga sedang ada di meja makan." Ucap mama Amara yang meminta Breeze untuk makan malam.
" Ya udah mah... Mih, nitip si kembar ya!." Breeze pun beranjak dari duduknya dan berjalan keluar kamar menuju meja makan dimana suaminya sedang makan.
" Sih sayang duduk." Ucap Ghaizan saat melihat istrinya datang dan Ghaizan menarik kursinya dan mempersilahkan istri tercintanya untuk duduk.
" Kamu mau makan pakai apa? Biar mas yang ambilkan."
" Jangan mas biar Zee sendiri yang ambil." Ucap Breeze yang nggak enak suaminya yang melayaninya.
" Pakai sayur sama ayam panggang aja pakai sambel juga."
" Jangan pakai sambel ya sayang, takut nanti si kembar nanti kepedasan."
Breeze pun nggak mau berdebat dengan suami, Chantika pun makan tanpa sambel. Walaupun kurang mantap tapi mau gimana lagi demi kedua buah hatinya.
__ADS_1
Selesai makan Breeze kembali lagi ke dalam kamar ternyata Barry sedang menangis karena haus ingin minum susu. Breeze pun segera mengambil putranya dari gendongan bundanya.
Setelah selesai menyusui Barry kini gantian Breeze menyusui Barra. Dan kini kedua putranya sudah terlelap tidur di dalam box bayi masing-masing.
" Sayang kalau kamu sudah ngantuk tidur aja biar mas yang jagain mereka." Ucap Ghaizan saat memasuki kamar melihat istrinya sedang memejamkan mata sambil duduk.
" Tapi mas kan besok kerja."
" Nggak apa-apa, kamu tidur dulu sekarang nanti baru gantian sama mas." Ucap Ghaizan.
" Ya udah tapi nanti kalau mas kerepotan langsung bangun Zee ya mas."
" Iya sayang."
Akhirnya Breeze pun tidur karena dia sudah sangat ngantuk.
__ADS_1