
Keesokan harinya pak Iwan pun masuk kerja seperti biasanya, walaupun dengan perasaan yang nggak enak karena menjadi pusat perhatian para karyawan Karena kejadian kemarin. Tapi pak Iwan berusaha tenang karena hanya pekerjaan ini satu-satunya mata pencahariannya.
Saat sedang mengerjakan pekerjaannya pak Iwan di samperin oleh salah satu karyawan yang memberitahu kalau dirinya di suruh menemui pak Sarwan di ruangannya.. Pak Iwan pun langsung pergi keruangan pak Sarwan walaupun dirinya diliputi kekhawatiran. Pak Iwan takut kalau dirinya di pecat, dan sekarang dirinya hanya bisa berdoa semoga saja masih ada Nasib baik untuk dirinya.
Tok. ......tok.....tok....
" Masuk." Suara seseorang dari dalam.
Ceklek
" Permisi pak." Ucap pak Iwan begitu membuka pintu ruangan pak Sarwan.
__ADS_1
" Oh iya pak Iwan silahkan duduk." Pak Sarwan. menyuruh pak Iwan untuk duduk di kursi yang ada di depan meja kerja pak Sarwan.
" Begini pak Iwan saya nggak mau berbasa-basi lagi saya ingin membahas kejadian yang kemarin. Saya sungguh sangat menyayangkan dan juga sangat kecewa dengan apa yang terjadi kemarin. Saya nggak tahu apa hubungan pak Iwan dengan wanita itu. Tapi tindakannya yang menampar Bu Syera sungguh sangat keterlaluan dan itu tidak di benarkan apapun permasalahannya. Dan akibat permasalahan yang terjadi kemarin saya sangat menyesal saya harus memberikan sanksi terhadap pak Iwan."
Pak Iwan yang mendengar bahwa dirinya akan terkena sanksi langsung lemas tapi itu lebih baik dari pada dirinya di pecat.
" Karena selama ini pak sudah bekerja dengan baik saya ingin memberikan dua pilihan untuk pak Iwan. Tetap di siniĀ tapi turun jabatan menjadi karyawan biasa. Atau pak Iwan tetap menjadi manajer tapi pak Iwan akan di pindahkan ke Kalimantan. Pak Iwan tinggal pilih saja mau di tempati dimana, kalau nggak salah pak Iwan bukannya memang orang Kalimantan. Kan." Ucap pak Sarwan.
Tak lama masuklah pak Alif adik ipar Bu Khayra yang memang membantu mengurus supermarket yang di miliki Bu Khayra dari hanya punya dua sampai saat ini sudah punya di berapa kota.
" Assalamualaikum."
__ADS_1
" Walaikum salam pak Alif silahkan." Ucap pak Sarwan mempersilahkan pak Alif untuk duduk.
" Terima kasih, pak Sarwan. Saya boleh bicara dengan pak Iwan sebentar." Pinta pak Alif untuk meninggalkan dirinya dengan pak Iwan.
Pak sarwan pun langsung beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan pak Alif dan pak Iwan.
" Maaf ya pak Iwan saya mengajak pak Iwan berbicara berdua. Karena ada yang mau saya bicarakan dan saya nggak ingin orang lain mendengar atau mengetahui apa yang kita bicarakan." Ucap pak Alif.
" Iya pak Alif silahkan." Pak Iwan hanya bisa pasrah di hadapan laki-laki yang mempunyai kuasa setelah Bu Khayra.
" Begini pak Iwan saya tahu hubungan ada dengan Bu Rohimah, Galang, Dewi dan juga Bima dengan pak Iwan. Dan saya juga tahu ada hubungan apa antara pak Iwan dengan perempuan yang menampar keponakan saya.."wajah pak Iwan mendadak pucat dan salah tingkah.
__ADS_1
" Saya tahu apa yang terjadi dengan rumah tangga kamu, saya nggak menyalahkan kamu tapi tidak juga membenarkan tindakan kamu. Saya tahu karena wanita itu anak dan istri kamu yang menjadi korbannya. Dan saya tahu sebenarnya kamu nggak mau mengusir istri dan anak kamu dari rumah yang selama ini kamu tempati. Tapi karena wanita itu terus mengancam makanya kamu mau nggak mau mengusir mereka benar kan?." Pak Alif menatap pak Iwan yang masih tertunduk lesu.