
Pulang dari kampus Syera segera bersih-bersih lalu istirahat. Dia bangun begitu adzan Maghrib berkumandang. Syera pun langsung ke kamar mandi untuk mengambil wudhu. Lalu turun ke bawah menuju musholla.
Selesai shalat magrib Syera memilih duduk di ruang keluarga sambil menunggu adzan isya. karena dia malas naik keatas lagi pula sembari menunggu suaminya pulang.
" Kenapa kak?." Tanya Zafira yang sedang mengendong Arfan.
" Nggak tumben Abang Ray belum pulang." Jawab Syera.
" Memang mas Ray nggak ngabarin kamu kalau meeting mendadak. Makanya Deddy juga tadi sore berangkat ke kantor. Mas Bagas juga baru ngabarin ke aku kalau bakal pulang malam banget." Jelas Zafira.
" Oh ya, Mungkin Abang ngabarin tapi karena Sye baru bangun menjelang magrib jadi nggak lihat ponsel." Ucap Syera.
" Nanti jangan di tungguin mas Ray nya Soalnya kata Mommy masalahnya lumayan pelik jadi sudah di pastikan bakal lama. Lagi pula besok kamu kuliah kan."
Syera mengangguk.
Habis makan malam Syera memilih untuk kembali ke dalam kamar. Tak lama bibi mengantarkan susu hamil untuk Syera.
" Terima kasih ya bi."
" Iya mbak, Bibi kembali ke dapur ya mbak."
Setelah bibi pergi Syera pun langsung menutup pintu. Syera pun langsung meminum susunya lalu menaruh gelas bekas di nakas. Dan karena sudah ngantuk Syera pun memilih untuk tidur dan tidak menunggu suaminya pulang.
__ADS_1
*
*
Sedangkan di kantor Rayyan marah besar kepada seluruh karyawan dari salah satu usaha milik al-Fathir corp di bidang kelapa sawit.
Pekerja tiba-tiba mogok kerja karena sudah tiga bulan mereka belum di bayar gajinya. Dan juga klien yang protes karena belakangan ini kualitas CPO yang di kirim kurang bagus. Dan mereka ingin memutus kontrak kerjasamanya.
Karena itu Rayyan langsung mengadakan rapat dadakan sore hari itu juga.
" Sal, suruh Pak Hermawan membawa pak Ari ke mari suruh mereka berangkat sekarang juga." Ucap Rayyan yang menyuruh Faisal menghubungi pak Hermawan yang merupakan direktur yang memegang perusahan kelapa sawit milik al-Fathir corp.
Rayyan, bersama Sakti, Bagas dan juga Zafran berusaha untuk meyakinkan klien untuk tidak memutus kerjasama.
" Maaf pak Rayyan pak Hermawan sudah mencoba mencari keberadaan pak Ari tapi tampaknya dia sudah melarikan diri." Jawab Faisal.
" Oh iya pak Ray, kemungkinan pak Hermawan akan berangkat besok pagi pesawat pertama. Karena dia harus meyakini para pekerja dan juga mencari barang bukti penggelapan dana yang di lakukan oleh pak Ari."
" Ya sudah. Tapi kalau bisa semua laporan di kirim lewat email saat ini juga."
" Iya pak."
Hampir tengah malam baru Rayyan, Deddy Gibran, Bagas, Sakti dan Zafran pulang ke rumah.
__ADS_1
Sampai rumah ke empat pria itu langsung masuk ke dalam kamar. Sedangkan sakti pulang ke rumahnya sendiri yang memang letaknya tak jauh dari kediaman keluarga al-Fathir.
Rayyan masuk ke dalam kamar dan melihat istrinya sudah tertidur pulas. Rayyan pun bergegas ke kamar mandi untuk mandi setelah itu ikut menyusul istrinya tidur.
Syera terbangun dari tidurnya dan mendapati sebuah tangan memeluknya posesif.
" Tidur sayang masih malam." Bisik Rayyan.
" Abang kapan pulangnya?." Bukannya tidur kembali malah Syera berbalik menghadap ke suaminya.
" belum lama kok, Sudah yuk tidur lagi Abang juga sudah ngantuk." ucap Rayyan sambil menciumi puncuk kepala Syera.
Syera yang masih ngantuk pun langsung meringsek masuk kedalam pelukan suaminya.
*
Keesokkan harinya Rayyan mengantar istri terlebih dahulu ke kampus sebelum dia pergi ke kantor.
" Nanti Abang bakal pulang malam lagi sepertinya, jadi nanti jangan tunggu Abang ya." ucap Rayyan sebelum istrinya keluar dari mobil.
" Iya, Abang hati-hati dan jangan lupa makan. Assalamualaikum." Pesan Syera sambil mencium tangan suaminya.
" Walaikum salam."
__ADS_1
Syera pun keluar dari mobil setelah berpamitan dengan suaminya. Dan langsung berjalan menghampiri Ilmi yang sudah berdiri menunggu kedatangan Syera.
Sedangkan Rayyan kembali melanjutkan perjalanan ke kantornya.