
Syera sama geramnya dengan Dewi, dan Syera pun langsung mendekati Bu Rohimah dan Dewi.
" Bu Rohimah, Dewi ayo ikut saya." ucap Syera yang langsung mengajak
Bu Rohimah dan Dewi langsung bernapas lega dengan kedatangan Syera. Sedangkan wanita itu menatap tajam Syera
" Kamu siapa? Jangan sok jadi pahlawan kamu.?." Ucap wanita itu dengan nada tinggi karena nggak terima dengan kedatangan Syera yang mau mengajak Bu Rohimah dan Dewi pergi karena dia belum puas menghina Bu Rohimah dan Dewi.
" Hei, kamu tuli ya sudah di bilang jangan ikut campur." Teriak wanita itu sambil menarik jilbab Syera
Pak Iwan melihat wanitanya menarik jilbab Syera langsung panik.
" Kamu apa-apa sih kenapa narik jilbabnya." Ucap pak Iwan.
" Memangnya kenapa ? Dia kurang ajar ikut campur." Ucap wanita itu yang bermana Lusi.
" Bukan begitu tap..."
" Udah kamu diam saja jangan bilang kamu itu pengen balik sama wanita dekil itu lagi." Ucap Lusi marah.
Syera yang jilbabnya di tarik oleh wanita itu pun spontan berbalik Dan menatap wanita itu tajam.
" Kenapa anda takut kalau laki-laki pengecut ini kembali ke Bu Rohimah dan anak-anaknya? Anda tenang aja karena saya yang nggak akan mengizinkan. Karena tanpa laki-laki pengecut ini saya akan jamin Bu Rohimah dan anak-anaknya akan hidup bahagia dan berkecukupan." Ucap Syera datar.
__ADS_1
" Kamu siapa sih? Sorry ya aku nggak takut karena ayang Iwan sudah klepek-klepek sama aku." Ucap wanita itu sombong.
" Kamu memang bisa membuat laki-laki klepek-klepek sama kamu tapi percuma kalau caranya dengan cara yang salah yaitu jadi pelakor. " Ucap Syera ketus dengan menekankan kata pelakor.
Wanita itu terbakar emosi dan langsung menampar Syera.
" Astaghfirullahaladzim." Teriak Mommy khayra melihat menantunya di tampar dan langsung menghampiri menantunya dan bersamaan dengan Rayyan juga menghampiri istrinya dan memeriksa pipi sang istri yang tampak memerah.
Para pengunjung yang ada di sana pun terkejut dan mereka menonton ala yang terjadi.
Mommy Khayra langsung menatap wanita yang menampar menantunya.
" Kamu siapa?." Tanya Mommy khayra dingin.
" Ibu diam saja jangan ikut campur, saya itu istri manajer di sini. Saya bisa menyuruh kalian yang kepo untuk keluar dari supermarket ini." Ucap wanita itu angkuh.
" Dia suami saya manajer di sini." Ucap wanita itu menunjuk pak Iwan.
Sedangkan pak Iwan dari tadi hanya bisa tertunduk lesu. Pak Iwan benar-benar sudah pasrah karena dia sudah memberi kode ke wanita itu yang ternyata bernama Helen. Tapi Helen sama sekali tak menghiraukannya dan masih saja bersikap sombong.
Rayyan yang melihat wanita itu masih bersikap sombong dan tak merasa bersalah. Rayyan ingin menghampiri wanita itu dan memberi pelajaran. Tapi sang Mommy memberi kode untuk diam.
Tak lama pak Sarwan datang dan langsung meminta pak Iwan untuk pulang dan membawa wanita itu.
__ADS_1
" Pak Iwan lebih baik anda pulang dan bawa wanita ini." Ucap pak Sarwan.
Pak Iwan pun mengangguk lalu menarik Helen keluar dari supermarket setelah pak Iwan mengambil tas nya.
Begitu pak Sarwan datang Mommy khayra mengajak anaknya Rayyan, menantunya Syera, Bu Rohimah dan Dewi ke ruangannya pak Sarwan.
Mommy Khayra menyerahkan kejadian tadi ke pak Sarwan yang jelas pak Sarwan pasti mengerti apa yang dia inginkan.
" Sayang kamu nggak apa-apa kan?"
" Nggak apa-apa kok Mom."
" Ray, kamu ambil es Lalu kompres pipi Syera."
" Iya mom."
" Bu Rohimah dan Dewi jangan di pikirkan kejadian tadi dan jangan merasa nggak enak sama kami. Justru saya meminta Bu Rohimah dan anak-anaknya supaya kejadian tadi jadi acuan untuk membuktikan kepada wanita sombong itu. Bahwa kalian di buang oleh laki-laki itu, maaf ya Bu Rohimah kalau saya bilang di buang." ucap Mommy khayra meminta maaf takut Bu Rohimah tersinggung.
" Iya Bu Khayra toh memang kami di buang dan di usir oleh laki-laki itu." ucap Bu Rohimah.
" Kalian buktikan ke perempuan itu kalau kalian yang di buang terus kalian jadi terpuruk. Kalian buktikan bahwa kalian yang di buang malah bisa sukses melebihi Laki-laki itu. Saatnya buat laki-laki itu menyesal membuang berlian untuk sebuah batu kali." lanjut Mommy khayra.
Bu Rohimah mengangguk membenarkan ucapan Mommy khayra.
__ADS_1
" Dan untuk kamu Dewi, belajar yang baik dan bukti kan ke bapak kamu kalau ibunya bisa menuntun anaknya sampai mendapat gelar sarjana dan bisa sukses." ujar Mommy khayra ke Dewi.
" Iya Oma, Dewi akan belajar dengan sungguh-sungguh dan membuktikan bahwa tanpa bapak ibu bisa membuat kami sekolah tinggi dan sukses." Jawab Dewi tegas.