
Sebuah pesan masuk ke ponsel Syera.
📩 Rayyan : Sayang, Nanti Abang pulang jam empat sore sampai rumah. Abang mau ngajak kamu pergi, Abang pulang kamu harus sudah siap. pakai baju casual aja.
Itulah pesan dari Rayyan.
Syera yang membaca pesan dari suaminya sedikit berpikir akan di ajak kemana dengan suaminya.
Syera pun membalas pesan suaminya.
📩 Syera : Ok ....❤️😘
Setelah membalas pesan suaminya, Syera langsung menemui Mommy mertuanya.
" Mommy nanti sore sampai malam Mommy ada acara nggak?." Tanya Syera yang menghampiri Mommy khayra yang sedang menemani keponakannya Ayra sedang mewarnai.
" Kenapa memangnya?." Tanya Mommy balik.
" Abang pengen ngajak Sye pergi Mom tapi nggak bawa anak-anak. Jadi Sye mau nitipin triple twins ke Mommy." jelas Syera.
" Oh, Ray tadi sudah telpon Mommy nitip triple twins jadi kamu nikmati kebersamaan kamu dengan Ray. Kamu dan Ray memang harus punya waktu pergi berduaan tanpa anak. Mommy juga dulu sama Deddy sering pergi berduaan tanpa bawa anak-anak."
" Iya Mom."
Setelah berbicara dengan Mommy mertuanya Syera kembali ke kamarnya untuk siap-siap.
Dan benar saja pukul empat sore suaminya sampai rumah.
" Assalamualaikum...." Rayyan mengucapkan salam begitu memasuki kamarnya.
" Walaikum salam."
" Wah bundanya triple twins sudah rapi toh."
cup
Rayyan mengecup bibir Syera sekilas.
" Abang mandi dulu ya." ucap Rayyan yang berlalu masuk ke dalam kamar mandi.
Setelah Rayyan masuk ke dalam kamar mandi, Syera pun menyiapkan pakaian untuk suaminya.
Setelah siap Rayyan dan Syera pun pamit dengan triple twins, Mommy mertua dan juga orang-orang yang berada di rumah.
__ADS_1
Mobil yang di kendarai oleh Rayyan meninggalkan kediaman keluarga al-Fathir. Dan mobil pun mulai menyatu dengan kemacetan yang ada maklum sore hari jam pulang kantor jadi sudah di pastikan mobil yang di kendarai Rayyan akan terjebak macet.
" Kita mau kemana sih bang?" tanya Syera.
" Pacaran! kenapa ? "
" Hahaha... jadi kita mau pacaran gitu, Sye baru tahu kalau pacaran itu malam Rabu ya." ucap Syera.
" Memangnya kenapa kalau malam Rabu ada masalah."
" Nggak...nggak ada masalah cuma ya kok lucu aja. orang-orang pacaran malam Minggu Abang malam malam Rabu." ucap Syera.
" Ya udah kita pulang lagi." ucap Rayyan.
" Eh, jangan." Syera langsung menahan tangan suaminya.
Sebelum sampai tempat tujuan Rayyan mengajak Syera mampir terlebih dahulu ke masjid untuk shalat magrib. Barulah mereka menuju tempat yang memang sudah di siapkan oleh Rayyan.
" Bang kita mau ngapain ke mall." Tanya Syera karena nggak biasanya suaminya ngajak dirinya ke mall.
" Udah kamu ikut aja yang pasti Abang akan buat kamu senang hari ini." Jawab Rayyan.
" Jadi hari ini doang buat Sye senangnya." Ucap Syera sebal
" Hah... special apa bang?." tanya Syera penasaran.
" Ada aja."
Mereka pun sampai di dalam gedung bioskop yang sudah di sewa oleh Rayyan.
" Bang kita nggak beli tiket dulu." tanya Syera karena Rayyan langsung mengajak masuk ke dalam.
" Semuanya sudah di atur oleh Faisal." jawab Rayyan.
" Kalau gitu kita beli popcorn dulu."
" Kamu tenang aja sudah di siapkan semuanya oleh Faisal."
Akhirnya Syera mengikuti apa kata suaminya saja. Mereka pun masuk ke dalam ruang bioskop ternyata lampunya sudah di matikan. Mungkin karena filmnya sudah mau di mulai, mereka berdua pun duduk di kursi yang sudah di sediakan.
Benar saja tak lama film pun di mulai, Syera yang tak tahu film apa yang di akan tonton pun hanya diam saja menatap Ke layar besar di depannya.
Layar besar di depannya berubah menjadi background hitam. Tak lama muncul tulisan dan sebuah suara, mendengar suaranya seperti Syera sangat mengenalnya tapi siapa Syera nggak tahu.
__ADS_1
Tepat di hari ini tiga tahun yang lalu, saya dan juga keluarga besar saya datang ke rumah kakek dan nenek yang kebetulan rumah tersebut berada di lingkungan pesantren.
kedatangan kami ke sana untuk menghadiri dan menyaksikan cucu dari ustad dan ustadzah yang mengajar di pesantren milik kakek dan nenek. Dan kebetulan juga mereka berdua juga pernah mengajar saya, saat saya bersekolah di sana.
Sebenarnya saya sempat malas datang saat tahu ternyata wanitanya masih sekolah. Kenapa tidak menunggu sampai lulus sekolah?. Karena tidak enak akhirnya saya pun datang bersama keluarga. Lagi pula bisa sekalian reuni dengan santri angkatannya.
Sampai akhirnya berita tak enak terjadi, Saya yang sedang mengobrol dengan teman-teman mendengar keributan. Akhirnya saya pun mencari tahu, ternyata mempelai laki-laki tidak datang karena menikahi wanita lain.
Entah kenapa mendengar semua itu, dan melihat raut wajah ustad dan ustadzah nya yang selama ini selalu berseri. Saat itu saya melihat wajah kekecewaan dan putus asa yang tergambar jelas.
Saat itu saya langsung mengajak kedua orang tua saya untuk berbicara. saat itu saya meminta izin ke kedua orang tua saya untuk menggantikan mempelai laki-lakinya. Dan mereka setuju dengan keputusan yang saya buat saat itu. Saya nggak tahu saat itu membuat keputusan seperti itu, mungkin memang sudah jodohnya. Cuma saat itu dalam pikiran saya bagaimana kalau kejadian seperti itu menimpah keluarga saya. Memang adik dan kakak perempuan saya sudah menikah tapi saya masih punya keponakan perempuan dan sepupu perempuan bagaimana kalau itu menimpah mereka.
" Abang..." panggil Syera lirih dengan air mata yang sudah mengalir.
Rayyan menyuruh Syera untuk tetap memperhatikan layar di depannya.
Dan dengan mengucapkan bismillah saya pun bilang ke semua orang yang ada di ruangan itu kalau dia yang akan menikahi gadis itu.
Sejam kemudian saya pun mengungkapkan ijab qobul dan resmi menikah SYERA NOOR SAFERINA.
Tahun pertama pernikahan kami, kami harus LDR an karena saat itu Syera masih sekolah. Dan hanya bertemu setiap sabtu dan Minggu saja, Tapi kami berdua sepakat setiap bertemu kami manfaatkan untuk saling mengenal satu sama lain. Karena kami berdua percaya bahwa memang Allah sudah menjodohkan kami berdua.
Layar besar di depannya menampilkan gambar perjalanan cinta Rayyan dan Syera. Dan juga menampilkan triple twins yang kini telah hadir di tengah-tengah mereka.
Syera sudah menangis terharu mendapatkan kejutan dari suaminya di hari anniversary pernikahannya.
Tak ketinggalan kakek dan nenek Syera juga muncul di sana. Dan kemunculan kakek dan neneknya membuat air mata Syera makin deras mengalir.
" Buat Rayyan terima kasih karena mau menerima dan mencintai Syera. Dan buat cucu satu-satunya kakek dan nenek, Kami sekarang sudah tenang karena kamu sudah ada yang menjaganya. Pinta kami sama kamu Sye jangan pernah mengecewakan suami kamu dan juga keluarganya. Karena mereka sudah sangat baik sama kita, Maafkan kami kalau nanti tidak bisa mendampingi kamu saat melahirkan nanti. Tapi kakek dan nenek kan mendoakan putra dan putri kalian menjadi anak yang Soleh dan Soleha, pintar, baik, taat beragama pokoknya yang terbaik buat si kembar. Terima kasih ...terima kasih karena bisa mengenal kalian." kakek pun mengakhiri omongannya.
Kini bukan hanya Syera saja yang menjatuhkan air matanya tapi semua yang berada di sana pun tak bisa membendung air matanya. Rekaman itu di ambil tiga hari sebelum kakek dan nenek Syera memutuskan untuk kembali pulang dari rumah adiknya di kota Y. Tapi sayang sebelum sampai rumah kecelakaan kereta terjadi. kecelakaan kereta tersebut memakan banyak korban jiwa dan kakek dan nenek Syera menjadi korban meninggal dalam kecelakakan itu.
Tiba-tiba lampu menyala dengan wajah yang penuh dengan air mata. Syera melihat orang-orang di sana ternyata keluarga suaminya. Dan juga ada sahabat kuliahnya ada Aretha, Ayu dan juga Ilmi. Syera tak menyangka di kasih kejutan yang sangat istimewa menurutnya.
Tak lama masuk pegawai bioskop membawa kue ulang tahun pernikahan. Yang di belakangnya di ikuti oleh ketiga anak nya yang di gendong oleh pengasuh mereka. Juga para keponakannya yang ikut turut hadir.
Semua orang langsung mengucapkan selamat ke Syera dan Rayyan. Setelah itu pun mereka berdua memotong kue dan juga tumpeng untuk di berikan ke Mommy dan Deddy nya.
" Happy wedding anniversary sayang, semoga pernikahan kita sampai nanti maut memisahkan kita dan juga semoga pernikahan kita selalu di berikan kebahagiaan selalu." ucap Rayyan sambil memakaikan gelang yang di pesan khusus untuk istrinya.
Syera juga sama mengucapkan selamat hari pernikahan.
Malam ini malam yang benar -benar tidak bisa Syera lupakan karena dirinya begitu sangat bahagia. Walaupun harus banjir air mata tapi itu air mata bahagia.
__ADS_1