
Cuaca hari ini sangat tidak mendukung sudah dari subuh
Hujan turun dengan sangat derasnya. Bahkan sampai sore
hari hujan masih terus turun walaupun sudah tidak begitu deras.
Karena hujan yang tak kunjung juga berhenti membuat Jalanan di berapa tempat di kota ini. Menjadi
Macet dan ada berapa tempat yang Jalanannya tergenang air yang lumayan tinggi.
karena kondisi jalanan yang tidak kondusif dan sudah dipastikan akan macet. Habis ashar Deddy Gibran pun mengajak anak-anaknya pulang bareng. Dan Deddy Gibran meminta untuk pakai satu mobil saja biar mobil yang lainnya di tinggal di kantor.
Mereka pun pulang menggunakan mobil Alphard milik deddy Gibran. Beruntung anak-anaknya tidak memakai supir mereka lebih suka menyetir sendiri.
Sebelum pulang deddy Gibran meminta pihak keamanan untuk mengosongkan Basement. Dan mobil anak-anaknya juga udah di pindahkan ke parkiran atas. Deddy Gibran pun memulangkan seluruh karyawannya pulang lebih awal.
Mobil Deddy Gibran pan keluar dari gedung al-Fathir Corp. begitu keluar dari gedung al-Fathir Corp dan memasuki jalan raya mereka sudah terjebak macet.
Keluar dari kantor habis ashar sampai komplek perumahan tempat tinggal mereka pas azan magrib. Perjalanan mereka memakan waktu hampir tiga jam, biasanya hanya setengah jam mereka sudah sampai rumah.
Mereka pun lebih dulu menurunkan sakti di depan rumahnya yang tak jauh dari kediaman keluarga al-Fatir.
Setelah itu mereka melanjutkan perjalanan ke rumah kediaman keluarga al-Fathir corp.
" Assalam muaikum." para laki-laki masuk ke dalam rumah dan mendapati keluarganya sedang berkumpul di ruang tv.
" Walaikum salam," Jawab mereka yang memang menunggu.
" Beruntung kalian pulang barengan Soalnya lihat di tv
sudah mulai banjir di mana-mana .
" ucap oma.
" Kita memang sengaja pulang bareng pakai satu mobil."Jawab deddy Gibran.
" Terus Sakti dia sudah pulang belum." tanya Mommy khayra yang khawatir dengan anaknya yang satu itu.
" Mas Sakti Juga bareng sama kita kok Mom. Jadi Mommy juga
jangan khawatir." Jawab Zafran.
Keesokan harinya karena hujan tak kunjung berhenti dari kemarin.
Akhirnya pagi ini banyak berita di televisi maupun online memberitakan bahwa banjir makin tinggi.
Akibat musibah banjir Deddy Gibran pun memutuskan untuk meliburkan semua karyawan
kantornya hanya Bagian keamanan saja yang tidak di libur.
karena tetap harus menjaga kantor.
Kini semua anggota keluarga al-Fathir memilih untuk bersantai di depan TV sambil melihat berita terkini.
Mereka sungguh prihatin dengan orang-orang yang tekena banjir. Mommy khayra pun menyuruh orang-orangnya untuk membuat tim untuk menyalurkan bantuan.
Tak lama Syera mendapat telpon dari orang yang menjaga
rumah kakek dan neneknya. kakek dan Nenek nya syera memang
__ADS_1
Saat ini sedang tidak ada di rumah. Mereka sedang mengunjungi adik kakek Soleh yang berada di luar kota.
Orang itu meminta izin ke Syera untuk ngunsi ke rumah kakek dan neneknya karena rumahnya kebanjiran cukup tinggi.
Syera pun mengizinkan mereka untuk mengungsi dirumah kakek dan neheknya.
" Siapa Sayang?" tanya Rayyan setelah istrinya menutup telponnya.
" Ohiy ituorang yang Jaga rumah nenek dan kakek saat kakek dan
nenek sedang tidak ada di rumah. "Jelas Syera
" Mau apa?."tanya Rayyan lagi.
" Minta izin ngungsi di rumah kakek dan nenek karena rumahnya kebanjiran." Jawab Syera.
" Ya Allah, Nanti Ingatin Mommy ya sayang. Soalnya Mommy mau kirim bantuan untuk para korban banjir." ucap Mommy khayra.
" Iya Mom."
Keesokkan harinya banjir mulai Surut Mommy khayra sudah
menyuruh orang-orangnya untuk memberi bantuan untuk
para korban banjir.
" Abang boleh nggak ke rumah kakek dan nenek lihat keadaan rumahnya. karena kemarin Sempat masuk rumah Ke dalam rumah. tapi hanya semata kaki. tapi sye pengen lihat." ucap syera.
"Jangan ya Sayang kamu sedang hamil dan bisa membahayakan
kandungan kamu. Karena Jalan di sana pasti akan licin, abang takut
Malam hari nya rayyan yang baru keluar dari dalam kamar mandi dibuat kaget. Melihat istrinya berteriak histeris lalu tak lama syera pingsan. Rayyan pun panik, beruntung Zafran yang sedang lewat di depan kamar kakaknya. Kaget mendengar teriakkan kakak iparnya. Zafran pun segera
mengetuk pintu kamar kakaknya
Tok...tok....
" Mas Ray ada apa?." Teriak Zafran dari luar dia sungguh takut ada apa-apa sama kakak iparnya yang saat ini sedang hamil besar.
" Zaf tolongin mas Ray zaf." ucap Rayyan yang minta bantuan sang adik.
Akhirnya Zafran membuka pintu
Lalu Zafran masuk ke dalam.
" Mas Ray kak sye kenapa?" tanya Zafran.
" Nggak tahu dek pas mas Ray keluar kamar mandi Syera langsung berteriak histeris
sehabis menerima telpon." jawab Rayyan
" Kak sye kenapa mas?" tanya Zafira yang baru datang ke
kamar kakaknya karena terdengar keributan.
" Fir kamu panggil mommy dan telpon dokter." ucap zafran yang
meminta adiknya untuk memanggil Mommy nya.
__ADS_1
Zafira pun keluar dari kamar kakaknya dan turun ke bawah memanggil Mommy nya.
" Mas handphone nya kak Sye dikunci nggak" tanya Zafran.
" Nggak deh kayanya." Jawab Rayyan tanpa mengalihkan pandangannya dari sang istri yang masih pingsan dan Rayyan
mencoba untuk menyadarkan istrinya.
Zafran pun mengambil ponsel kakak iparnya dan melihat panggilan masuk dan panggilan keluar. Dan ternyata waktu yang paling dekat itu terdapat panggilan masuk. Zafran pun mencoba menghubungi nomor tersebut lagi. Dan tersambung Zafran pun berbicara dengan orang tersebut. Tapi betapa terkejutnya Zafran mendengar kabar dari orang yang di sebrang sana.
" Innalilahi, baik pak saya akan coba cek ke sana." ucap Zafran ke orang yang di sebrang Sana yang ternyata adik dari kakeknya Syera.
" Ini ada apa kenapa menantu
Mommy kok bisa pingsan.' Tanya Mommy yang baru masuk ke kamar Rayyan.
" Ray nggak tahu Mom pas Ray keluar dari kamar mandi Syera
teriak histeris terus pingsan." ucap Rayyan sedih melihat istrinya pingsan.
" Sudah telpon dokter." ucap Mommy khayra lagi
" Sudah Mom." Jawab T
Zafira.
" Mas Ray ternyata kak Syera pingsan setelah mendapat telpon dari adiknya kakek Soleh yang mengabarkan kalau kakek soleh dan nenek Jasmine pulang ke sini naik kereta. Tapi adiknya kakek Soleh baru lihat berita kalau ada kecelakalan kereta dan kereta yang kecelakaan itu adalah kereta yang dinaiki oleh kakek soleh
dan nenek jasmine." Jelas Zafran.
" Inalillahi..."
" Terus bagaimana kondisi mereka " Tanya deddy Gibran
" Mereka juga bingung Ded, untuk mencari infomasinya soalnya
mereka hanya tinggal berdua. Dan anak-anaknya tidak pada
tinggal dengan mereka, Makanya mereka menelpon syera. Maksudnya biar mas Rayyan selaku suaminya Syera yang mencari tahu." Jelas Zafran.
" Mom" ucap Rayyan lirih dia Saat ini benar-benar bingung karena syera yang pingsan dan belum sadar juga. tapi dia juga khawatir dengan kondisi kakek dan nenek istrinya.
" Sebentar lagi Dokter datang kamu tenang dulu, kemungkinan Syera hanya Syok." ucap Mommy khayra menenangkan
anaknya.
" Mas Rayyan ngurusin kak Syera aja urusan kakak Soleh dan nenek Jasmine biar Zafran yang pergi cari informasinya." Ucap Zafran
Rayyan mengangguk.
tolong ta dek."
" Zafran pamit sekarang ya Mom, Ded." Ucap Zafran.
" Kamu jangan nyetir sendiri biar sama supir. Nanti deddy bakal hubungi mike sama jodi biar bantu kamu Cari Informasi." ucap Deddy Gibran
" Sama mas Bagas aja mas Zafran ." Ucap Zafira.
" Jangan Bagas biar di sini saja buat jaga-jaga. Assalamualaikum." Zafran pun pergi meninggalkan kamar kakaknya.
__ADS_1
" Walaikum salam."