Rayyan

Rayyan
101. Helen di usir


__ADS_3

Taksi yang dinaiki oleh Helen pun sampai di supermarket tempat pak Iwan bekerja. Saat helen mau masuk ke dalam supermarket


Helen pun dihentikan oleh security.


" Maaf bu, ibu mau kemana ? " tanya Security supermarket yang menghentikan langkah Helen.


" Apa sih? Saya ini mau masuk kenapa kalian mencegah saya.


Asal kalian tahu saya kenal dengan manager di supermaket. Jangan sampai kalian di pecat karena saya nggak di bolehin masuk." ucap Helen ketus.


Security yang menghalangi Jalan Helen hanya bisa menahan tawanya karena mereka


Semua sudah diberitahu tentang kebenaran antara pak iwan dan helen.


" Kami tidak takut karena kami hanya menjalankan tugas Saja." Ucap Salah Satu Security supermarket.


" Kalian itu ya! awas minggir." ucap Helen yang memaksa masuk.


" Kalian kenapa sih? saya mau masuk! kenapa yang lain boleh saya nggak boleh." Protes Helen.


" Karena anda sudah di blacklist oleh pemilik supermarket ini karena berapa hari yang lalu anda menampar menantu pemilik supermarket." jelas security dengan nada cukup kencang agar pengunjung tidak salah paham karena mereka tak mengizinkan Helen masuk.

__ADS_1


Helen yang melihat berapa pengunjung melihat ke arahnya, Helen pun mulai mendrama.


" Coba kalian lihat supermarket macam apa? Saya mau masuk tapi tidak di bolehkan." ucap Helen pura-pura sedih.


Pengunjung yang awalnya menonton langsung membubarkan diri begitu mendengar ucapan Helen. Niatnya ingin menarik simpati justru pengunjung supermarket malas dan memilih meneruskan kegiatan belanjanya.


" Ya sudah kalau kalian nggak mengizinkan saya masuk tolong panggilKan si Iwan." ucap Helen ketus.


" Maaf Pak Iwan Riswanda yang ibu maksud." tanya security.


" Iya, tolong panggil kan." ucap Helen Jutek.


" Tapi sayangnya pak Iwan Riswanda sudah tidak bekerja lagi di sini sudah dari berapa hari yang


" Apa???? kalian jangan bohong Kan." tuduh Helen yang tak percaya kalau pak Iwan di pecat.


" kami bicara Sebenarnya terserah anda mau percaya atau tidak. Sebaiknya anda pergi karena kedatangan anda ke sini mengganggu kenyamanan pengunjung." usir security.


Helen pun pergi begitu saja dari sana sambil mengumpat dengan kata-kata kasar.


Helen menaiki taksi pulang ke rumah pak Iwan, Sampai rumah pak Iwan Helen pun langsung masuk. Tapi saat mau masuk rumah Helen kaget saat melihat kopernya berada di teras rumah.

__ADS_1


Tak lama dua orang berbadan kekar keluar dari dalam rumah.


" Kalian siapa? Main masuk-masuk rumah orang seenaknya saja. kalian mau maling ya." tuduh Helen.


" Kami di sini untuk mengecek kalau penghuni rumah ini sudah meninggalkan rumah ini." jawab kedua orang tersebut.


" Maksud kalian apa ya?." Tanya Helen takut-takut karena melihat tubuh besar dua orang yang ada di hadapannya.


" Rumah ini adalah rumah milik kantor yang di kasih sebagai fasilitas yang di berikan selama pak Iwan bekerja di supermarket. karena sekarang pak Iwan sudah tidak bekerja lagi jadi pak Iwan harus mengembalikan rumah ini dan juga mobil ke kantor." jelas orang itu.


" Terus si Iwan itu kemana sekarang." Tanya Helen kesal.


" Mana kami tahu, kami ke sini karena pihak kantor yang memberikan kunci ke kami untuk mengecek tempat ini. Oh kalau boleh tahu apa anda tinggal di sini juga."


" Iya."


" Bagus, jadi silahkan anda bawa barang-barang ini." usir orang itu yang menyuruh Helen pergi membawa satu koper dan satu tas besar.


" Terus saya harus kemana pak?." Tanya Helen.


" Itu bukan urusan saya." jawab dua orang itu menyuruh Helen pergi karena mereka juga akan pergi.

__ADS_1


" Pak saya boleh ikut bapak nggak?." tanya Helen sambil tersenyum manis saat kedua orang itu selesai mengunci pagar dan mau masuk ke mobil.


__ADS_2