Rayyan

Rayyan
156. jelas Argha


__ADS_3

Sedangkan Arkha tertawa melihat keributan kedua kembarannya. Apalagi melihat kembaran perempuannya yang memanyunkan bibirnya karena merasa di anak tiri kan karena tidak di beritahu soal Argha melamar seorang gadis.


' Jadi begini aku lagi main ke pesantren dan aku melihat ada seorang santriwati yang menarik perhatian aku. Akhirnya aku pun bertanya sama om Khalid eh om Khalid malah ngasih tahu ke Ayah dan kekek buyut. Akhirnya aku ditantangin untuk langsung mengajak ta'aruf wanita itu. Dan dengan senang hati aku pun langsung menyetujui dan kakek buyut dan om Khalid yang menjadi perantaranya. Kami pun melakukan pertemuan dan kami memutuskan untuk langsung menikah saja." Jelas Argha.


" Alhamdulillah, mas Argha punya fotonya? Aku mau lihat dong." Tanya Breeze yang penasaran dengan calon kakaknya.


" Ada, aku kirim ya." Jawab Argha.


Tak lama Argha pun mengirimkan foto calon istrinya yang bernama Ariestya. Breeze yang melihat foto calonnya Argha sangat mengagumi sosok Ariestya. Pantas saja kembarannya langsung jatuh cinta pada pandangan pertama.


Rasanya dia tidak sabaran ingin berkenalan dengan calon istrinya Argha.


*****


POV Argha.

__ADS_1


Hari ini entah mengapa dirinya ingin pergi ke rumah kakek buyutnya. Padahal kalau libur kerja Argha biasanya akan menghabiskan waktu di rumah saja atau pergi dengan para sahabatnya. Tapi kali ini dia ingin ke pesantren untuk menemui kakek dan nenek buyutnya. Padahal baru berapa hari yang lalu kakek dan nenek buyutnya baru menginap di kediaman keluarga al-Fathir.


Setelah sarapan Argha pun berpamitan dengan ayah dan bundanya juga para tetua yang ada di rumah. Dengan mengendarai mobil kesayangannya akhirnya Argha pun sampai di kediaman keluarga al-Fathir. Tapi sebelumnya ke pesantren Argha mampir membeli kue kesukaan kakek dan nenek buyutnya juga untuk para pekerja yang ada di pesantren.


" Pak ini ada kue." Ucap Argha ke security yang membukakan pintu untuknya.


" Oh terima kasih Gus Argha. "


" Sama-sama kalau gitu saya masuk dulu ya pak.' ucap Agha yang langsung menjalankan mobilnya menuju kediaman kakek dan nenek buyutnya.


" Assalamualaikum om Khalid." Sapa Argha yang langsung mencium tangan om nya.


" Walaikum salam. Kamu sendirian Gha?." Tanya om Khalid.


" Iya om mau jenguk kakek dan nenek buyut.' Jawab Argha.

__ADS_1


" Iya harus sering-sering di jenguk sama cicitnya biar mereka senang." Ujar on Khalid


" Om dua wanita yang bicara sama om tadi itu santriwati sini " tanya Argha Ragu.


Om Khalid memandang Argha penuh selidik karena nggak biasanya keponakannya memperhatikan santriwati. Om Khalid bisa menebak kalau keponakannya pasti tertarik dengan salah satu santriwati yang tadi.


" Yang mana? Yang pakai hijab biru Dongker atau hijab pink?." Tanya om Khalid tanpa basa-basi.


Argha menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. Karena dirinya ketahuan oleh omnya kalau dia tertarik dengan salah satu santriwati di pesantren ini.


" Hehehe..... Yang pakai hijab pink om." Jawab Argha malu-malu.


' Oh kenapa yang hijab pink manis ya Gha!." Goda om Nya.


Argha hanya nyengir saja karena di goda oleh omnya. Agha benar-benar salah tingkah di hadapan omnya.

__ADS_1


__ADS_2