
Hari ini hari pertama Syera masuk kuliah, Dia diantar oleh Mommy dan Deddy mertuanya ke kampus. Sedangkan Rayyan nggak bisa mengantar karena ada rapat penting.
Sampai di kampus mereka pun keluar dari mobil dan berjalan menuju ruang rektor.
Kedatangan pemilik kampus langsung menjadi pusat perhatian para mahasiswa.
" Selamat datang pak Gibran dan Bu Khayra, Ada yang bisa saya bantu." ucap pak Beni rektor kampus wisindu.
" Begini pak Beni saya mau menitipkan menantu saya, saat ini dia sedang hamil. Jadi saya minta untuk menantu saya jangan di ikut sertakan segala kegiatan ospek yang berat dan membahayakan kandungannya."
" Kalau bisa dia jangan di pisah dengan sepupunya Aretha dan temannya Ilmi." ucap Mommy Khayra.
Sebenarnya Aretha itu sepupu Mommy khayra karena anak dari adik kakek Azzam yang bontot. Tapi karena seumuran dengan anak-anaknya Mommy khayra dia nggak mau di panggil Tante.
" Baiklah pak Gibran dan Bu Khayra saya akan koordinasikan ke pihak panitia."
Keluar dari ruang rektor ternyata sudah ada Aretha yang menunggu.
” Tha titip Syera ya," ucap Mommy khayra.
"Iya Tan, tenang aja. Aretha pasti bakal jagain Syera."
Mereka pun berpamitan Deddy dan Mommy pergi dari kampus. Sedangkan Syera, Aretha dan pak rektor menuju ke aula tempat dimana ospek berlangsung.
Masuk ruang aula semua mata memandang ke arah mereka.
" Siapa ketua panitianya." Tanya pak rektor.
" Bayu pak." jawab salah satu panitia. " Bay di panggil pak rektor."
Ternyata bukan hanya Bayu sang ketua panitia tapi juga panitia yang lainnya.
" Buat kalian semua panitia saya mau memperkenalkan ini Nak Syera dan Nak Aretha. Nak Syera adalah menantu pak Gibran al-Fathir dan Nak Aretha adalah keponakannya Pak Gibran al-Fatir. Saya mau nitip pesan kepada kalian semua nak Syera ini sedang hamil empat bulan dan tolong jangan ada yang memberikan kegiatan fisik buatnya apalagi bisa membahayakan kehamilannya. Dan untuk nak Aretha juga sama silahkan kamu mau ikut atau mau menemani nak Syera silahkan. Kalian sudah jelaskan." Ujar pak rektor.
" Jelas." ucap seluruh senior yang bertugas menjadi panitia ospek.
" Nak Syera dan nak Aretha saya tinggal dulu."
" Iya pak, terima kasih." Jawab Syera dan Aretha bersama.
" Kalian berdua silahkan boleh duduk dan bergabung dengan yang lain." Ucap senior wanita yang bernama ayu.
" Iya kak."
__ADS_1
Syera dan Aretha pun mencari tempat duduk di dekat Ilmi.
" Akhirnya kalian datang juga." Ucap Ilmi pelan.
Syera dan Aretha hanya tersenyum dan memberikan tanda maaf.
Kegiatan pertama ospek semua para mahasiswa baru di ajak berkeliling kampus untuk memperkenalkan lingkungan kampus.
Mereka di berikan waktu istirahat siang hari untuk makan siang dan untuk shalat Dzuhur.
Syera, Aretha dan Ilmi memilih untuk shalat terlebih dahulu. Setelah itu mereka menuju ke kantin kampus. Kebetulan fakultas ekonomi bersebelahan dengan fakultas kedokteran.
Fadlan, Fadli dan Alifa adik sepupunya Rayyan yang kebetulan mengambil jurusan kedokteran. Mereka memilih untuk makan di fakultas ekonomi bersama Syera dan juga Aretha sepupu mereka.
" Kalian cari tempat duduk aja biar aku dan Fadli yang beli. Bumil lagi pengen makan apa?." Tanya Fadlan.
" Aku ikut aja, cuma minumnya mau es jeruk." jawab Syera.
" Kamu mau beli apa Lan? " Tanya Alifa.
" Aku mau beli mie ayam."
" Ya udah samain aja kalau gitu." Jawab Alifa.
" Kamu IL?." Tanya Fadlan ke sahabat sepupu iparnya.
" Aku bisa pesan sendiri aja." Jawab Ilmi yang tak enak hati.
" Kalau mau mie ayam biar sekalian aja."
" Eh iya deh."
Ke empat wanita itu pun langsung mencari tempat duduk. Keberadaan keempat wanita itu pun menjadi pusat perhatian. Sebenarnya hanya tiga yang menjadi pusat perhatian para mahasiswa. Tapi karena Ilmi ikut bergabung dengan mereka jadi ikut juga.
" Eh lihat tuh Lima orang kelurga sultan." Tunjuk salah satu mahasiswa.
" Tapi yang paling sultan yang lagi pegang ponsel." Ucap mahasiswa lainnya.
" Iya menantu pak Gibran al-Fathir dan saat ini sedang hamil. Dan pak rektor sudah mewanti-wanti untuk tidak mengganggu apalagi mencari masalah sama mereka."
" Iya apalagi di dalamnya itu ada pewaris al-Fathir."
" Nama mereka siapa aja sih." Tanya mahasiswa yang berasal dari pelosok yang dia tidak tahu.
__ADS_1
" Yang menantunya pak Gibran al-Fathir pemilik kampus ini namanya Syera. Kalau yang itu namanya Aretha, dia cucu almarhum kyai Ibrahim pemilik pesantren Al hikmah. Yang sekarang di pegang sama mertuanya pak Gibran al-Fathir.'
" Oh pesantren yang besar itu yang dekat rumah kamu Suki." Tanya orang itu ke suki yang kebetulan sedang menjelaskan.
" Iya aku lulusan sana dan aku tahu bagaimana sultannya mereka. Tapi mereka tidak sombong dan tidak pamer. Aretha itu anak dari pengusaha kontraktor MZ construction. Perempuan yang itu namanya Alifa dan yang cowok kembar itu Fadlan dan Fadli. kalau tidak salah diantara ketiganya nanti akan pegang rumah sakit Al hikmah dan juga rumah sakit milik keluarga al-Fathir lainnya."
" WOW...." Jawab mereka.
" Kalau perempuan yang itu siapa?."
" Itu teman mereka lulusan dari pesantren Al hikmah juga."
Mereka hanya mengangguk-angguk.
" Kalian ngerasa nggak sih kalau banyak yang ngelihatin kita." tanya Syera sambil meletakkan ponselnya setelah membalas pesan suaminya.
" Jangan heran Sye, Kamu menantu keluarga al-Fathir di tambah cucu dari kyai Ibrahim. Ya sudah di pastikan akan menjadi pusat perhatian." jawab Fadli yang datang membawa pesanan mereka.
" Nggak usah di pikirin yang penting kita bersikap biasa aja." Timpal Fadlan.
Selesai makan Fadlan, Fadli dan Alifa kembali ke fakultas kedokteran. Syera, Aretha dan Ilmi juga kembali ke Aula. Untuk kembali mengikuti kegiatan selanjutnya.
Habis ashar kegiatan pun selesai, mereka pun langsung menuju ke parkiran.
" Kamu di jemput Sye, Kalau nggak biar bareng kita." ucap Aretha yang tahu kalau tadi Syera diantar Tante dan om nya.
" Itu mang Kosim sudah nunggu." Tunjuk Syera ke mang Kosim yang sudah menunggu di parkiran.
" Ya udah aku duluan mau ke fakultas kedokteran soalnya aku bareng mereka." Pamit Aretha.
Aretha harus ke parkiran fakultas kedokteran terlebih dahulu menghampiri sepupunya. Karena memang mereka memutuskan untuk memakai satu mobil saja. Toh mereka juga tinggal di kawasan yang sama, Masih di dalam komplek pesantren.
Syera sendiri langsung menghampiri mang Kosim, Karena Ilmi juga sudah pamit pulang dia bawa mobil sendiri.
" Ayo Mang kita pulang." Ucap Syera masuk kedalam mobil.
" Baik neng."
Hampir satu jam Syera baru sampai rumah, dia pun masuk ke dalam rumah dan langsung menyalami Oma dan opa juga kedua mertuanya.
" Kamu langsung istirahat aja sayang pasti capek kan." Ucap Mommy khayra yang menyuruh menantunya untuk istirahat.
" Ya udah semuanya , Sye keatas dulu." Pamit Syera.
__ADS_1