Rayyan

Rayyan
115. menerima lamaran


__ADS_3

Karena istrinya menyerahkan keputusannya kepada dirinya. Ayah Rayyan akhirnya meminta pendapat ke yang paling tua yaitu kedua orang tuanya dan juga kakek dan neneknya. Beruntung kedua orang tua dari Oma khayra masih di berikan kesehatan dan umur yang panjang membuat mereka bisa melihat cicit mereka menikah.


" Kalau menurut kakek apa yang di bilang Ghaizan itu benar. Kamu dan sakti memang tak punya ikatan darah jadi memang nggak ada yang salah kalau Ghaizan menikah dengan Breeze. Malah bukannya enak ya jadi kamu nggak khawatir Ray karena Kan sudah tahu Ghai seperti apa." ucap kakek buyut Azzam.


" Ray kalau menurut Deddy kita sebagai orang tua hanya cukup mendukung saja. Karena balik lagi jodoh itu rahasia Allah SWT. Kalau Allah sudah menjodohkan Ghaizan dengan Breeze, mau menolak seperti apa pun tidak akan bisa. Lebih baik Zee Shalat istikharah dulu untuk meyakinkan hati." Ucap Opa Gibran.


" Ya sudah sekarang tergantung sama kamu Zee, toh kamu yang akan menjalani." Ucap ayah Rayyan.


Breeze Diam sesaat


" Boleh Zee shalat istikharah dulu! Zee minta waktu untuk menjawab." Kata Breeze.


" Bagaimana ghai kamu memberikan Zee waktu." Ucap Opa Gibran.


" Baiklah ghai kasih waktu apakah tiga hari cukup." Ucap Ghaizan.


" Insyaallah tiga hari lagi Zee akan kasih jawabannya." Jawab Ghaizan.


" Karena sudah sepakat tiga hari lagi kita kumpul lagi di sini. Insyaallah Zee sudah ada jawabannya." Ucap Opa Gibran.


Setelah pertemuan mereka pun pulang ke rumah masing-masing.

__ADS_1


Tiga hari kemudian...


" Sayang bagaimana kamu sudah ada jawabannya." Tanya bunda Syera ketika mereka sedang berada di kamar Breeze sore hari.


" Insyaallah sudah Bun, Zee berharap semuanya nggak akan kecewa dengan jawaban Zee." Jawab Breeze.


" Apa pun keputusan kamu ayah dan bunda akan selalu mendukung. Karena bunda yakin kamu tahu apa yang terbaik untuk kamu." Ucap bunda Syera.


Malam hari semuanya sudah berkumpul, mereka makan malam setelah itu kembali berkumpul di ruang tengah.


" Baiklah ini sudah tiga hari, apakah Zee sudah ada jawabannya?." Tanya opa Gibran


Sebelum menjawab Breeze menengok ke ayah dan bundanya. Setelah ayah dan bundanya memberi kode untuk menjawabnya Breeze pun mengambil napas lalu mengeluarkannya berlahan.


" Silahkan."


" Mas ghai apa Zee masih boleh meneruskan pendidikan Zee." Tanya Breeze.


" Zee nggak usah khawatir mas ghai akan mengizinkan Zee untuk terus meraih cita-cita Zee."


" Terima kasih mas ghai, setidaknya Zee sudah tidak khawatir. Insyaallah Zee terima lamaran mas ghai." Jawab Breeze.

__ADS_1


" Alhamdulillah..." Jawab semuanya.


Ghaizan pun bernapas lega dengan jawaban Breeze.


" Zee bukannya kamu mau kuliah di Amerika bersama kami." Tanya argha.


" Memang awalnya Zee akan kuliah di Amerika tapi setelah Zee mengambil keputusan menerima lamaran mas ghai. Zee akan memilih kuliah di sini saja." Jawab Breeze.


" Terus rencana kamu kapan mau acara akadnya?." Tanya Opa Gibran.


" Kalau nggak ada halangan ghai ingin tiga bulan lagi ghai akan menikahi Zee. Ghai sudah dapat surat kalau ghai akan di tempatkan di sini. Dan ghai juga harus mengajukan nikah dulu ke kesatuan." Ucap Ghaizan.


" Nanti eyang yang akan bantu kamu ngurus surat-suratnya." jawab eyangnya ghaizan dari sang mama yang memang malam ini ikut.


" Ya sudah karena sudah ada jawaban berarti tinggal cari tanggal pastinya saja." Ucap Opa Gibran.


" iya betul." Ucap eyangnya Ghaizan.


" Oh iya karena kamu sudah bersedia menikah dengan anaknya Tante mara.. eh jangan tante lagi dong mama Mara. Mama mau memasangkan kamu cincin dan gelang sebagai tanda pengikat kalau kamu sudah ada yang meminta.' Ucap mama Amara, mamanya ghaizan.


Breeze pun mengangguk dan mama Amara pun memasangkan Cincin dan gelang ke jari dan tangan Breeze.

__ADS_1


Setelah itu mereka semua mengucapkan selamat ke Breeze dan Ghaizan.


__ADS_2