Rayyan

Rayyan
157. Argha


__ADS_3

Om Khalid memandang Argha penuh selidik karena nggak biasanya keponakannya memperhatikan santriwati. Om Khalid bisa menebak kalau keponakannya pasti tertarik dengan salah satu santriwati yang tadi.


" Yang mana? Yang pakai hijab biru Dongker atau hijab pink?." Tanya om Khalid tanpa basa-basi.


Argha menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. Karena dirinya ketahuan oleh omnya kalau dia tertarik dengan salah satu santriwati di pesantren ini.


" Hehehe..... Yang pakai hijab pink om." Jawab Argha malu-malu.


' Oh kenapa yang hijab pink manis ya Gha!." Goda om Nya.


Argha hanya nyengir saja karena di goda oleh omnya. Agha benar-benar salah tingkah di hadapan omnya.


" Namanya Hilda Ariestya banowati, teman-temannya biasa memanggilnya Ariestya atau Tya.  Dia adalah salah satu cucu kyai asal Jawa tengah, ayah dulu juga sekolah di sini. Dan ayah kamu juga kenal dengan Abi nya juga." Jelas om Khalid.


" Ayah kenal om sama orang tuanya Ariestya?." Tanya Argha.


" Kenal! Tapi om nggak tahu ayah kamu masih komunikasi nggak sama ayahnya Ariestya. Gha om tinggal dulu ya  soalnya om masih harus ngajar." Pamit om Khalid.


" Iya om, aku juga mau ke rumah kakek dan nenek buyut." Ucap Argha yang pamit pergi meninggalkan om nya.


****

__ADS_1


Om Khalid yang melihat keponakannya mempunyai ketertarikan dengan salah satu santriwati di sini. Om Khalid pun langsung menelpon adik iparnya untuk memberitahukan.


" Assalamualaikum Ray."


" Walaikum salam bang! Ada apa gerangan Abang aku menelpon." Tanya Rayyan di sebrang sana.


" Lagi sibuk nggak."


" Nggak begitu, emang kenapa bang."


" Nggak kamu masih ingat Wahyudi anaknya kyai Nurhadi." Tanya om Khalid.


" Wahyudi.... Iya bang ingat, emangnya kenapa bang?."


Ayah Rayyan cukup kaget  karena baru pertama kali mendengar anak laki-laki nya tertarik dengan seorang perempuan.


" Abang serius kan."


" Serius Ray."


" Ya udah nanti aku omongin dulu ke Syera dan ke Mommy dan Deddy."

__ADS_1


" Ya udah aku cuma mau ngomongin itu aja. Assalamualaikum."


" Walaikum salam."


Setelah menutup telpon dari Abang iparnya, ayah Rayyan pun kembali melanjutkan pekerjaannya. Karena dia ingin cepat pulang untuk bertemu dengan istrinya dan juga putranya.


Sampai rumah seperti biasa bunda Syera pasti akan menyambut ayah Rayyan di teras rumah.


" Assalamualaikum mas." Ucap bunda Syera yang langsung mencium tangan suaminya.


" Walaikum salam, yuk masuk ada yang mas mau bicarakan." Ucap ayah Rayyan yang langsung mengajak istrinya untuk masuk.


" Mau bicara apa mas?." Tanya bunda Syera penasaran.


" Nanti aja di kamar. Oh iya sepi banget Mommy sama Deddy kemana?." Tanya ayah Rayyan yang tidak melihat keberadaan kedua orang tuanya. Terutama Mommy nya yang bisa suka duduk di depan tv.


" Mommy dan Deddy lagi pergi ke tempat temannya." Jawab bunda Syera.


" Siapa? Sudah lama perginya."


" Dari siang mas, kata Deddy mau bertemu dengan teman SMA nya Deddy." Jelas bunda Syera.

__ADS_1


" Oh." Mereka berdua pun berjalan menuju kamar mereka berdua di lantai dua dengan menggunakan lift.


Sampai di dalam kamar ayah Rayyan langsung bersih-bersih terlebih dahulu sebelum dia berbicara dengan sang istri.


__ADS_2