
Acara aqiqah putra kembar Breeze dan Ghaizan berlangsung dengan hikmat dan sederhana. Hanya keluarga besar dan juga tetangga di rumah dinas Ghaizan saja. Karena nggak mungkin Ghaizan dan breeze mengadakan acara besar di rumah dinasnya.
Jadi kedua Oma dan Opanya nya baby Barra dan Barry akhirnya mereka membuat acara di berapa panti asuhan di sekitar wilayah dekat rumah dinas Ghaizan. Mereka sudah meminta orang-orang kepercayaan mereka untuk mengurus acara yang diadakan di panti asuhan.
Kembaran Breeze juga memutuskan untuk pulang karena mereka ingin melihat keponakan mereka secara langsung. Karena selama ini mereka hanya bisa melihat kedua bayi kembar itu hanya saat mereka menelpon Breeze.
" Zee kamu sudah bisa mengurus si kembar kalau Tante Syera dan Tante Amara kembali ke Jakarta." Tanya Shanum.
" Alhamdulillah sudah mbak, tapi kan nanti ada yang membantu Zee mengurus si kembar. Nanti Zee juga kan harus menyelesaikan kuliah Zee mbak." Jawab Breeze.
" Alhamdulillah kalau begitu, walaupun kita lebih banyak begadang tapi nanti kalau mereka sedikit lebih besar kita pasti akan sangat amat kangen dengan masa-masa dimana kita harus begadang mengurus mereka. Tapi Ghai bantuin kamu kan?." Ucap Shanum lagi.
" Alhamdulillah mas Ghai sangat-sangat membantu Zee mbak, Zee nggak ngebayangin deh kalau punya suami yang gak pengertian untuk membantu kita mengurus anak-anak."
" Iya Zee, mbak Sha juga amat bersyukur punya suami seperti mas Bayu yang sangat-sangat pengertian. Jangan ngeledek lagi bilang aku jadi bucin sama mas Bayu." Ucap Shanum sebal.
__ADS_1
Sedangkan Breeze hanya tersenyum saja melihat kakak sepupunya kalau sudah sensi.
Selesai acara keluarga besar memutuskan untuk pergi ke villa keluarga al-fathir. Karena nggak mungkin mereka menginap di rumah dinas Ghaizan. Karena nggak akan muat, dan hanya menyisakan bibi yang akan membantu mengurus si kembar.
***
Seminggu kemudian
Hari ini Ghaizan pulang sedikit malam karena masih ada yang harus Ghaizan kerjakan. Sampai rumah Ghaizan langsung di sambut oleh sang istri yang sudah menunggu dirinya.
" Walaikum salam ini mas, Zee sudah bikinin teh hangat." Ucap Breeze sambil memberikan gelas yang berisikan teh hangat.
" Terima kasih sayang." Ghaizan menerima gelas dari sang istri langsung meminumnya.
" Mas mau istirahat dulu atau mau langsung mandi? Mas sudah makan belum?." Tanya Breeze.
__ADS_1
" Mau mandi dulu sayang sudah kangen sama anak-anak."
Breeze pun pergi meninggalkan suaminya dan tak lama Breeze kembali lagi dengan membawa handuk dan baju ganti buat suaminya.
" Ini mas."
" Terima kasih sayang, mas mandi dulu ya." Ghaizan pun beranjak dari duduknya dan pergi menuju ke kamar mandi. Sedangkan Breeze kembali ke kamarnya untuk menemani si kembar.
Ceklek
Pintu kamar di buka ternyata suaminya yang masuk setelah selesai mandi. Ghaizan masuk dan langsung naik ke atas ranjang lalu menciumi kedua anak kembarnya.
Padahal hanya berapa jam di tinggal tapi entah kenapa dia begitu merindukan kedua buah hatinya.
Breeze yang melihat itu hanya diam saja karena Breeze mengerti sebagai ayah dan bunda yang baru di berikan dua buah hati yang sangat mereka nantikan. Sudah pasti yang akan di kangenin pasti buah hatinya mungkin kalau tidak ada tanggung jawab pekerjaan Breeze yakin suaminya akan memilih seharian berada di sisi si kembar.
__ADS_1