
" Memangnya apa kelebihan suri ini sampai Bu Hamidah begitu yakin kalau suri ini cocok menjadi istri cucu saya, ingat cucu saya." Tanya Oma khayra yang sudah sebal melihat mereka.
" Itu sudah jelas lah cocok, pokoknya Sakha hanya boleh menikah dengan suri. "
" Suri lulusan apa?." tanya Oma khayra.
" SMA." jawab suri.
" Sekarang kuliah atau kerja." Tanya Oma khayra lagi.
" Nggak kerja."
" Orang tuanya suri kerja apa?." Tanya Oma khayra kesekian kalinya.
" Me... Mereka.." suri gugup.
" Mereka punya usaha." Jawab bibinya Khalid yang melihat suri kesulitan jawab.
" Usaha apa?."
__ADS_1
" Usaha...."
" Saya tanya dengan orang tua suri bukan dengan anda Bu Hamidah." Ucap Oma Khayra dingin.
" Sa... Saya Bu..buka usaha." Jawab bapaknya suri bingung mencoba melihat kearah bibinya bang Khalid.
" Mereka punya usaha furniture."
" Maaf Bu Hamidah kok tahu banget ya, sedangkan orang tua suri sendiri saya nggak bisa jawab." Ucap Oma Khayra sambil menatap tajam bibinya bang Khalid.
" Mereka itu cuma gugup saja, maklum mereka gugup karena harus berhadapan dengan kalian." elak Bu Hamidah bibinya Khalid.
Bu Hamidah bibinya Khalid langsung gugup dan berusaha untuk biasa saja agar nggak ada yang curiga.
Melihat kegugupan Bu Hamidah membuat Oma khayra semakin mengintimidasi Bu Hamidah bibinya Khalid.
Oma khayra sudah tak ingin berlama-lama berurusan dengan mereka.
" Saya sudah tidak mau berlama-lama dan saya tidak mau bertele-tele. Begini saya lupa siapa nama kalian berdua." ucap Oma Khayra ke kedua orang tua suri.
__ADS_1
" Kamu." Tunjuk Oma khayra ke ibunya suri.
" Setelah dulu gagal karena ingin di nikahkan oleh Khalid dan sekarang entah apa yang sudah dia janjikan." ucap Oma Khayra sambil menunjuk ke Bu Hamidah. " Sekarang kamu mau berkerja sama dengan dia untuk menikahkan anak kamu dengan cucu saya." ibunya suri hanya diam.
" Sakha itu cucu saya, ingat cucu saya." ucap Oma yang menegaskan kata cucu saya.
" Sekarang anda mau apa lagi setelah anda membuat orang tua Khalid kehilangan semuanya akibat kamu rampas karena ketamakan kamu. Sampai mereka tidak punya apa-apa bahkan untuk tempat tinggal saja mereka tidak punya. Sampai akhirnya Khalid membawa orang tua dan juga kakak dan adiknya untuk pindah ke sini."
" Kamu pikir saya nggak tahu kalau kamu ingin menjadikan cucu saya ATM berjalan anda dengan menikahkan Sakha dengan suri. Saya tahu kalau anda mengancam keluarganya suri akan mengusir mereka dari rumah yang mereka sewa ke kamu. Tapi kalau kamu berhasil menikahkan Sakha dengan suri anda akan membebaskan uang sewa selama tiga tahun. Dan anda juga membuat kesepakatan kalau setiap bulannya kamu nyuruh suri untuk minta ke Sakha tiga ratus juta untuk di kirim ke kamu bukan begitu."
" kalau anda masih merasa suri lebih baik mari kita banding pilihan Sakha. Saya kasih tahu, gadis memang cucu dari tangan kanan suami saya.Tapi ayahnya gadis seorang pengusaha perkebunan sawit yang kebun sawit puluhan hektar, sedangkan Gadis sendiri dia lulusan S2 dan dia akan memegang usaha keluarganya yang baru di buka. Jadi akan sangat bodoh kalau Sakha memilih suri yang tidak punya apa-apa. Sedangkan kalau memilih Gadis setidaknya Sakha nggak harus ngurusin untuk membiayai keluarga Istrinya." ucap Oma khayra yang sudah kesal dan mulai membanding-bandingkan. Walaupun itu tidak baik.
" Saya minta kamu paling lambat lusa sudah pergi meninggalkan keluarga Khalid dan jangan pernah muncul lagi. Atau saya akan memberikan bukti ke polisi kalau anda yang ada di balik kematian neneknya Khalid. kalau nggak percaya silahkan lihat buktinya saya kirim ke ponsel kamu." bisik Oma khayra.
Bibinya Khalid langsung melototkan matanya saat melihat pesan yang Oma khayra kirim. Dengan wajah ketakutan bibinya Khalid pun pamit pergi dari sana.
" Buat kalian pulang kalian dari sini segera berkemas dan akan ada orang yang mengantar kalian pulang. Dan untuk tempat tinggal, saya sudah mencarikan tempat tinggal yang sewanya setengah harga dari rumah yang kalian sewa sama Bu Hamidah." ucap Oma khayra ke keluarga suri.
Mereka pun langsung meminta maaf karena telah ikut dalam rencana Bu Hamidah.
__ADS_1