
" Kamu tahu nggak siapa Bu yang kamu bilang nggak usah ikut campur? Dan kamu tahu siapa wanita yang kamu tampar?." ucap pak Iwan dengan nada tinggi.
" mana tahu dan nggak mau tahu."
Pak Iwan mendengar jawaban Helen makin di buat geram dan dengan dirasukin rasa marah pak Iwan langsung menghampiri Helen. Dan langsung mencengkeram dagu Helen kuat dan dengan mata yang menatap Helen tajam.
" Asal kamu tahu kalau ibu yang kamu bilang ikut campur itu adalah pemilik supermarket tempat aku kerja. Dan wanita yang kamu tampar itu menantunya pokoknya kalau sampai aku di pecat semua itu salah kamu." Ucap pak Iwan yang masih mencengkeram dagu Helen setelah itu pak Iwan pun melepaskan cengkeramannya.
" Kalau gitu kamu tinggal minta maaf." Ucap Helen.
Pak Iwan tak menanggapi omongan Helen dia memilih untuk pergi karena kesal.
***
Bu Rohimah dan Dewi pun sampai di rumahnya dan sudah di tunggu oleh Galang dan Bima. Begitu ibu dan Dewi turun dari taksi online dan ibu Rohimah meminta Galang untuk menurunkan barang dari dalam taksi online.
Begitu belanjaan sudah di bawa masuk ke dalam rumah dan Bima pun mendekati kantung-kantung belanjaan yang sudah di taruh oleh kakaknya Galang.
__ADS_1
" Bu, belanjaan ibu banyak banget." Kata Bima senang sambil melihat isi dalam kantong belanjaan melihat apa saja yang ada di dalam kantong belanjaan tersebut.
" Dek jangan di acak-acak.' omel Dewi
" Aku mau cari jajanan mbak siapa tahu ibu beliin aku jajanan." Jawab Bima.
" Ada, tapi jangan langsung dihabiskan loh dek." Dewi langsung mengambilkan jajanan untuk adiknya.
" Wah banyak banget, makasih ya Bu." Ucap Bima yang langsung pergi membawa jajanannya.
" Apa? Kalian bertemu mereka." Ucap Galang kaget dan juga khawatir.
" Tapi kalian nggak diapa-apain kan." Tanya Galang.
" Kita nggak apa-apa mas, mas Galang nggak usah khawatir walaupun tadi sempat cekcok dengan wanita itu. Tapi Dewi geram dan bertambah benci dengan wanita itu saat wanita itu menampar bunda Syera." Ucap Dewi dengan wajah sedih.
Sedangkan Galang yang mendengar cerita adiknya cukup kaget.
__ADS_1
" Tapi bunda Syera nggak apa-apa kan dek. Terus kok kamu bisa bertemu dengan mereka dek." Tanya Galang.
" Kita juga nggak menyangka kalau bakal bertemu dengan mereka. Mas Galang tahu nggak kalau bapak itu ternyata bapak itu kerja di supermarket milik Oma Khayra tahu mas makanya kita bisa bertemu dengan mereka di sana." Ujar Dewi.
" Di sana ada Oma Khayra?." Tanya Galang.
Dewi mengangguk
" Terus Oma gimana melihat bunda Syera di tampar pasti Oma khayra marah besar dong." Tanya Galang.
" Oma sih terlihat sih tapi Oma nggak langsung membalas wanita itu. Tapi Dewi yakin Oma khayra akan melakukan sesuatu kepada bapak dan wanita itu.." ucap Dewi.
" Mas Galang nggak peduli, terus selanjutnya gimana setelah wanita itu menampar bunda Khayra." Tanya Galang.
" Selanjutnya Oma khayra mengajak kita semua ke ruangan yang berada di atas supermarket kayanya sih kantor gitu. Karena ada orang yang datang terus bicara dengan bapak dan wanita itu. Sampai di ruangan itu Oma khayra bilang ke Dewi untuk belajar dengan baik dan bisa sekolah yang tinggi. Apalagi kalau kamu bisa jadi sarjana dan juga sukses. Dan itu adalah cara terbaik untuk balas dendam kepada orang-orang yang sudah berbuat tidak baik kepada kita." Cerita Dewi.
" Mas Galang setuju kita harus membuktikan kalau kita bisa sukses walaupun cuma ada ibu yang mengurus kita." Jawab Galang.
__ADS_1