Rayyan

Rayyan
97. membuat siasat


__ADS_3

" Begini pak Iwan saya tahu hubungan ada dengan Bu Rohimah, Galang, Dewi dan juga Bima dengan pak Iwan. Dan saya juga tahu ada hubungan apa antara pak Iwan dengan perempuan yang menampar keponakan saya.."wajah pak Iwan mendadak pucat dan salah tingkah.


" Saya tahu apa yang terjadi dengan rumah tangga kamu, saya nggak menyalahkan kamu tapi tidak juga membenarkan tindakan kamu. Saya tahu karena wanita itu anak dan istri kamu yang menjadi korbannya. Dan saya tahu sebenarnya kamu nggak mau mengusir istri dan anak kamu dari rumah yang selama ini kamu tempati. Tapi karena wanita itu terus mengancam makanya kamu mau nggak mau mengusir mereka benar kan?." Pak Alif menatap pak Iwan yang masih tertunduk lesu.


" Saya sebenarnya sungguh sangat menyesal pak Alif, saya tahu karena jabatan saya yang saat ini saya emban dan gaji yang sangat besar. Membuat saya terlena sehingga terpengaruh oleh teman-temannya saya untuk menghabiskan malam di diskotik." Ujar pak Iwan pelan.


" Oleh karena itu kamu mengenal Helen dan membuat kamu dalam situasi ini. Dia membuat seolah kamu memperkosa dirinya, Helen juga mengancam akan menyebarkan Foto-foto kamu dan dia dalam kamar hotel. Iya kan." Ucap pak Alif dan dianggukin oleh pak Iwan.


" Saya mau tanya sama kamu pak Iwan, sebenarnya kamu ingin tetap hidup bersama dengan Helen atau tidak." Tanya pak Alif

__ADS_1


Pak Iwan langsung menggeleng, " kalau boleh jujur saya ingin sekali lepas dari Helen karena bukan hanya saya kehilangan istri dan anak saya. Tapi saya juga jadi membuat ibu saya di kampung susah, karena ATM semua di pegang sama Helen bahkan saya sendiri tidak di beri uang. Makanya saya suka lembur dan di bayar tunai nggak di transfer. Karena itu buat pegangan saya." Cerita pak Iwan.


" Sebenarnya Bu Khayra sendiri yang ingin menemui pak Iwan tapi karena ada urusan jadi saya yang di suruh ke sini . Saya boleh bertanya ke pak Iwan seandainya pak Iwan bisa lepas dari wanita yang bernama Helen rencana apa yang akan pak Iwan lakukan." Tanya pak Alif.


" Pertama saya akan meminta maaf kepada istri dan anak-anak saya."


" Kenapa?."


" Bukan untuk meminta mereka kembali."

__ADS_1


" Saya memang belum mengucapkan kata talak ke istri saya tapi apa yang saya lakukan itu sudah menyakiti hatinya dengan berselingkuh. Jadi apa masih pantas kalau saya meminta mereka untuk kembali ke saya."


" Kalau istri dan anak-anak kamu, mau memaafkan dan mau menerima kamu kembali. Bagaimana?."


" Saya sangat amat bersyukur dan akan berusaha untuk tidak lagi melakukan hal yang sama." Jawab pak Iwan penuh sesal.


" Kalau pak Iwan memang sudah mengakui kesalahannya dan mau memperbaikinya kami akan membantu pak Iwan. Kak khayra sudah bicara ke saya. Untuk sementara kami akan membuat kalau pak Iwan di pecat. Jadi dengan begitu sudah tak ada lagi gaji pak Iwan yang masuk ke rekening. Dan saya juga akan bersandiwara akan mengambil rumah dan mobil pak Iwan dan berpura-pura kalau itu semua inventaris kantor bagaimana pak Iwan." Tanya pak Alif.


" Saya ikut saja bagaimana baiknya!." Jawab pak Iwan.

__ADS_1


Setelah mendapatkan persetujuan pak Alif kembali meminta pak Sarwan untuk kembali masuk ke ruangannya kembali. Setelah itu pak Alif menceritakan ke pak Sarwan tentang apa rencananya. Dan pak Alif meminta andil pak Sarwan dan juga para pegawai untuk ikut andil. Dan pak Sarwan setuju."


__ADS_2