
Angga Zola memilih tetap tinggal di rumah adiknya bersama kedua orang tuanya.oll?ll?
Yola yang tidak mendapati suaminya pulang ke rumah. Yola terus mikirin kemana suaminya pergi di tengah situasi yang sedang tidak baik.
" Mah, papa Angga belum pulang juga mah?." tanya Soraya.
" Belum."
" Kemana sih papa Angga? mama sudah coba telpon."
" Kalau mama bisa menghubungi papa kamu mama nggak akan sepusing ini."
Tak lama ada suara ketukan pintu terdengar, Soraya pun membukakan pintu yang ternyata yang datang itu pihak kepolisian yang akan menangkap Yola dan Soraya.
Yola dan Soraya pun di giring ke kantor polisi, sampai kantor polisi ternyata mereka baru tahu kalau banyak laporan terhadap mereka berdua. Tidak hanya dari keluarga al-fathir saja tetapi keluarga Zola soal perusahaan milik keluarga Zola yang telah di balik nama ke namanya.
*************
Satu tahun kemudian....
Si kembar tiga kini sudah bisa berjalan walaupun belum lancar masih sering jatuh. Tapi bagi Rayyan dan Syera merupakan sesuatu yang sangat bahagia.
Rayyan yang sudah tiga hari pergi ke London bersama dengan mas Sakti karena ada pekerjaan. Karena kesibukan pekerjaan membuat Rayyan tak sempat video call dengan ketiga anaknya.
Tengah malam Syera di buat panik karena Zee demam tinggi. Syera langsung mengompres dan memberi obat demam Zee. Sampai menjelang subuh suhu tubuh Zee tak jua reda masih panas tinggi.
" Sus tolong jagain Zee sebentar saya mau panggil Mommy dulu " Ucap Syera yang meminta tolong pengasuh Zee untuk menjaga Zee dulu.
Syera pun langsung menuju kamar mertuanya.
Tok...tok ...
Mommy Khayra yang membukakan pintu kamarnya.
" Ada apa sayang?" tanya Mommy khayra yang melihat wajah panik menantunya.
" Zee panasnya nggak turun-turun Mom."
" Dari kapan?.
" Dari tengah malam Mom."
" Ya udah kamu ke kamar dulu nanti Mommy ke kamar kamu setelah telpon dokter keluarga."
__ADS_1
Syera pun kembali ke kamarnya, Sedangkan Mommy Khayra masuk ke dalam kamar kembali.
" Siapa sayang?." Tanya Deddy Gibran.
" Syera yang dia ngasih tahu Zee panasnya nggak turun-turun dari tengah malam tadi." jawab Mommy khayra.
" Apa cucu aku sakit?."
" Iya yang aku telpon dokter dulu baru kita lihat Zee." ucap Mommy khayra.
Setelah menelpon dokter keluarga, Mommy khayra dan Deddy Gibran pergi ke kamar anaknya. Dan benar saja cucunya panas tinggi. Tak lama dokter pun datang dan memeriksa keadaan Zee.
" Bagaimana dok?." tanya Mommy khayra.
" Sepertinya Sedang kangen atau sedang ingin sesuatu." ucap dokter keluarga.
" Sye, Ray ada telpon anaknya?." tanya Deddy Gibran yang mengingatkan dia saat dulu harus keluar negeri. Saat itu juga Zafira masih kecil akan demam kalau dirinya tak menelpon.
" Sudah dua hari bang Ray belum nelpon." Jawab Deddy Gibran.
Deddy Gibran pun langsung menelpon putranya.
Deddy Gibran : Assalamualaikum, kamu masih dimana?.
( Deddy Gibran sengaja meloudspeker telponnya)
Deddy Gibran : Deddy tahu kamu sibuk tapi setidaknya kamu usahakan untuk menelpon keluarga kamu. Anak kamu Zee demam dari malam.
Ponsel Deddy Gibran pun di ubah menjadi video call lalu di berikan ke Syera.
" Sayang kata Deddy, Zee sakit." tanya Rayyan begitu layar ponselnya sudah menampakkan wajah istrinya.
" Iya bang, Badan Zee demam sudah dari malam." ucap Syera sambil mengalihkan ponselnya agar suaminya bisa melihat sang putri yang tertidur lemas.
" Sayang nya ayah kenapa nak? " Ucap Rayyan di sebrang sana agar anaknya mendengar.
Dan usahanya Rayyan ternyata berhasil, Zee membuka matanya.
" Zee ini ayah nak, Zee kangen ayah ya!."
" Yaya..." Panggil Zee lemah.
" Jangan sakit ya nak kasihan bunda sebentar lagi ayah pulang. Zee tunggu ayah pulang ya nanti ayah beliin oleh-oleh." ucap Rayyan.
__ADS_1
Zee hanya mengangguk karena belum banyak kosakata yang dia kuasai.
" Sudah ya sayang ayah kerja lagi ya, Zee sama bunda dulu ya."ucap Rayyan pamit ke anaknya.
" Yang maafin Abang ya dua hari nggak sempat telpon kamu. Mas Aghra sama mas Arkha baik-baik saja kan." ucap Rayyan saat layar ponselnya sudah berubah menampakkan wajah istrinya.
" Alhamdulillah, mereka semua baik-baik saja Sye paham kok. Abang juga di sana jaga kesehatan jangan telat makan sama jangan lupa minum vitaminnya." ucap Syera.
" Iya sayang insyaallah Abang akan jaga kesehatan."
" Ray kalau sudah selesai bicara sama Syera, Deddy mau bicara sama kamu."
" Apa Ded?."
" Tinggal berapa persen lagi pekerjaan kamu dan Sakti di sana?." Tanya Deddy Gibran.
" Baru enam puluh persen tinggal empat puluh persen lagi." jawab Rayyan.
" Ya udah kamu dan Sakti kembali saja ke sini nanti biar Deddy minta William yang meneruskan pekerjaan kalian. Deddy nggak kamu kalian kelamaan di sana bikin cucu Deddy sakit karena rindu sama kalian."
" Iya Ded."
" Sakti ada di dekat kamu." Tanya Deddy lagi.
" Ada Ded, nih di sebelah Ray mas sakti nya."
" Iya Ded." ucap Sakti.
" Kamu koordinasi kan sisa pekerjaan kalian ke Wiliam, Setelah itu pulang secepatnya. pasti kamu juga sama kaya Ray dua hari ini pasti belum sempat nelpon istrinya dan anak kamu kan."
Sakti hanya nyengir saja di tanya sama Deddy nya.
" Habis ini telpon anak dan istri kamu."
Panggil video call pun berakhir...
" Sye ada kain sarung yang biasa di pakai Ray sholat." Tanya Mommy khayra.
" Ada Mom."
" Kamu selimut Zee pakai kain sarung itu, kamu fokus sama Zee aja. Biar Aghra dan Arkha Mommy yang ngurus." ucap Mommy khayra.
Mommy Khayra dan Deddy Gibran pun keluar dari kamar putranya. Deddy Gibran turun ke bawah sedangkan Mommy khayra pergi ke kamar cucunya Aghra dan Arkha. Ternyata mereka sudah bangun dan sudah di mandi kan oleh pengasuh mereka.
__ADS_1
Mommy Khayra pun membawa ke dua cucunya turun ke bawah untuk bersiap sarapan.