
Ternyata setelah rayyan membawa anak dan istrinya pergi, bude Mitha dan juga Flora marah besar kepada bude Mut dan juga anaknya Widuri..
" Eh Mut kamu tuh ya bikin malu aja kalau tahu kaya begini. Tak bakal aku izinin kamu itu ikut kemari." Omel bude Mitha.
" Eh Mitha emangnya aku salah apa? Aku kan cuma minta si Widuri itu bisa kerja di perusahaan besar itu. Lagian masa kamu di berikan tempat tinggal sebesar ini, aku cuma minta anakku kerja aja nggak mau kasih." Jawab bude Mut nggak mau kalah.
" Eh suaminya Syera nggak ngasih tempat ini ya, mereka cuma menyuruh kami untuk tinggal di sini sampai kami dapat rumah yang kami cari." Ucap bude Mitha dengan nada tinggi.
" Sama saja toh.'
" Ya beda toh, di kasih berarti buat aku selama dan jadi milik aku. Kalau suruh menempati ya berarti aku dan keluargaku bisa tinggal di sini sampai kami dapat rumah atau kalau mereka mau pakai tempat ini walaupun kami belum dapat rumah. Ya mau nggak mau mereka akan menyuruh kami keluar dari rumah ini." Ucap bude Mitha geram.
__ADS_1
" Lagian bude mana ada perusahaan besar di kota besar mau menerima karyawan yang hanya punya ijazah SMP. Yang punya ijazah SMA aja paling hanya di terima sebagai cleaning services atau office boy doang. Mereka tuh akan menerima karyawan dengan lulusan sarjana." Ujar Flora yang juga geram dengan budenya itu.
" Diam kamu Flora, jangan mentang-mentang kamu sekarang udah jadi pegawai negeri jadi sombong kamu. Lagian Itu kan kalau untuk orang lain kalau saudara harusnya bisa dong Widuri kerja di sana. Jadi manager juga nggak masalah kok."
Tawa Flora langsung pecah mendengar perkataan budenya.
" Kenapa kamu ketawa?." tanya bude Mut.
" Memang Widuri tahu apa yang harus di kerjakan oleh seorang manajer." Tanya Flora.
" Betul kata Widuri biar anak buahnya yang mengerjakan, Widuri cukup memerintah saja kan Widuri saudaranya yang punya perusahaan." Kata pakde Majid bapaknya Widuri.
__ADS_1
" Kalian buka perusahaan saja sendiri." ucap dewa dingin sambil berlalu pergi, dirinya begitu kesal dengan keluarga itu.
Ternyata Flora juga mengikuti adiknya yang pergi dari situ, Flora juga kesal dengan keluarga bude Mut itu.
Pakde Rosyid sendiri setelah mengantar Syera dan keluarga kecilnya pulang. Pakde Rosyid memilih duduk di pos keamanan yang berada di depan. Pakde Rosyid benar-benar tak punya muka dengan keluarga keponakan sepupunya itu.
Tak lama datanglah Dewa yang duduk di samping ayahnya.
" Yah emang kemarin ayah pamitan dengan pakde Majid yah, kok bisa pakde Majid bisa ikut." Tanya Dewa.
Karena Dewa bingung keluarganya tak begitu dekat dengan keluarga pakde Majid. Makanya Dewa sempat heran kok keluarga pakde Majid ikut.
__ADS_1
" Nggak ayah nggak temu sama pakde majid, ayah juga kaget saat pakde Majid bilang mau ikut nganter kita pindahan. Ayah sudah mencoba untuk tidak mengajak pakde Majid dan keluarganya. Tapi kamu tahu sendiri kan pakde Majid orangnya maksa. "
" Pakde Majid tahu kita mau pindah nggak sengaja bude Rosa itu bilang ke pekerja perkebunan. Kalau bayaran mingguannya bakal di bayar lebih awal karena bude Rosa dan keluarganya kan mau ikut karena sudah lama nggak bertemu dengan Syera. Tak tahunya ada pakde Majid di dekat situ dan dengar makanya pakde Majid bisa tahu." Jelas pakde Majid.