Rayyan

Rayyan
108. Menguping


__ADS_3

" Bibinya bang Khalid ingin Sakha menikahi anak dari perempuan yang ingin di jodohkan oleh bibinya itu."


" Memangnya dia siapa ngatur Sakha harus menikah dengan siapa?."


"Itu dia Ray setiap hari bibinya itu terus saja mendesak bang Khalid. Dan hampir setiap hari ke rumah untuk meminta Sakha membatalkan pernikahannya dengan Gadis. Padahal bang Khalid dan kedua mertua kakak sudah bersikap tegas. Tapi tatap saja nggak ngerti." cerita Kak Dania.


" Bukannya bang Khalid nggak ada saudara di sini ya. Yang di sini hanya orang tua, keluarga kakaknya bang Khalid dan adiknya bang Khalid." Tanya Rayyan.


" Iya dia datang dari Kairo ke sini ingin membatalkan pernikahan Sakha dan meminta Sakha untuk menikahi wanita itu. Bibi, paman dan keluarga wanita itu ada di bengkel dan nggak mau pulang sebelum menikahkan Sakha dengan wanita itu. Makanya Sakha nggak pernah pulang dia lebih memilih tinggal sama Diki."


" Kayanya ada yang nggak beres kak, sekarang mereka tinggal di bengkel. Kak apa nggak mengganggu usaha bang Khalid. apa lagi kan tempat untuk tinggal nggak besar."


Suami dari kak Dania selain mengajar di pesantren, bang Khalid juga membuka bengkel dan carwash. Dan di bengkelnya itu selain ada bengkel tapi ada juga bangunan untuk mess karyawan dan juga ada bangunan rumah di belakang bengkel yang di bangun oleh bang Khalid untuk tempat tinggal kedua orang tuanya dan juga keluarga kakak dan adiknya setelah Rumahnya di Kairo peninggalan orang tua mamanya bang Khalid di ambil paksa oleh saudara mamanya bang Khalid. Dan mamanya bang Khalid tidak dapat bagian sepeserpun makanya bang Khalid membawa keluarganya pindah ke sini.


Dan sekarang orang yang sama membuat masalah karena ingin menggagalkan pernikahan Sakha.

__ADS_1


" Bang Khalid juga nebak nya seperti itu Ray, makanya kakak minta bantuan kamu." ucap kak Dania.


" Ya udah nanti aku coba cari tahu." ucap Rayyan.


" persiapan kamu sudah sampai mana?." tanya Rayyan ke Sakha.


" Jujur Sakha nggak tahu masalah itu semuanya di urus sama umi dan Oma." jawab Sakha.


" Sudah lima puluh persen kok Ray." timpal kak Dania.


Tak lama ada satu orang cowok masuk bersama dengan seorang wanita.


" ka, itu bukannya laki-laki yang di sukai sama Shanum ya." tanya om Ray


" Iya." Jawab Sakha.

__ADS_1


Tak lama kedua orang itu ternyata duduk di sebelah mereka beruntung meja mereka di sekat dinding yang di atasnya terdapat tanaman hias.


Ayah Rayyan mengisyaratkan ke kak Dania dan Sakha untuk diam. Bukan bermaksud ingin menguping tapi Ayah Rayyan mempunyai firasat yang nggak enak. Kak Dania dan Sakha pun mengikuti instruksi ayah Rayyan.


Di meja sebelah mulailah mereka membuka obrolan.


" Kamu yakin nanti dia bakal kasih apa yang kamu mau?." Tanya wanita itu.


" Pasti lah, aku yakin Shanum itu cinta banget sama aku jadi dia bakal ngelakuin apa saja." ucap laki-laki itu dengan percaya diri.


" Kira-kira dia sampainya kapan jangan sampai ketauan sama dia kalau kita datang bersama." ucap wanita itu.


" Ya sudah kamu duduk di sana saja dulu .' Wanita itu pun pindah ke meja lain.


Sedangkan di meja sebelah ayah Rayyan, Kak Dania dan Sakha menahan marah dengan omongan laki-laki itu.

__ADS_1


__ADS_2