
Breeze yang sedang menonton tv bersama sepupunya Ayra. Begitu mendengar suara salam ayah dan bundanya Breeze pun langsung menghampiri keduanya.
" Assalamualaikum."
" Walaikum salam." Jawab Breeze dan juga Ayra terus mereka langsung mencium tangan kedua orang tuanya tanda takzim.
Setelah mencium tangan kedua orang tuanya Breeze memandangi wajah Bundanya. Dan Breeze mengeryitkan keningnya melihat pipi bundanya memerah.
" Bunda kenapa? Kok pipi bunda merah." Tanya Breeze.
" Nggak apa-apa! Tadi ada nyamuk terus bunda pukul mungkin kekencangan makanya jadi merah deh." Jawab Syera sambil tersenyum agar anaknya tidak curiga.ย
Zee menatap bundanya lekat.
" Yakin! Karena nyamuk kok Zee nggak yakin." Ucap Breeze penuh selidik.
" Wah anak ayah mau jadi detektif ya, menatap bundanya begitu amat." Ucap Rayyan sambil memeluk putrinya agar putrinya tak lagi membahas pipi bundanya yang merah.
" Ayah jangan suka mengalihkan pembicaraan, jangan bilang kalau ayah yang sudah menampar bunda." Kini gantian Breeze yang menatap ayahnya tajam.
" Astaghfirullahaladzim, mana tega ayah mukul bunda kamu. Lagi pula ayah bisa di cincang sama Oma dan opa kamu."
__ADS_1
" Makanya tinggal bilang aja bunda di pukul siapa? Zee udah nggak sabar pingin pingin tahu tau ....."
Rayyan menghela napas memang sudah untuk berbohong dengan putri sulungnya itu. Akhirnya Rayyan pun mengajak putrinya untuk bicara di taman belakang sedangkan istrinya dia suruh langsung pergi ke kamar.
Di taman belakang Rayyan pun langsung menceritakan semuanya ke sang putri agar Breeze tak lagi penasaran. Sedangkan Breeze yang penasaran dengan wanita yang sudah berani menyentuh bahkan melukai bundanya.
" Zee jangan macam-macam loh Zee." Ucap Rayyan yang curiga kalau putrinya akan mencari tahu tentang wanita itu dan pasti dia akan memberikan pelajaran walaupun Breezeย tidak akan menghadapi wanita itu langsung. Karena Breeze tahu kalau dia masih anak SMP dan sudah pasti nggak akan bisa melawan.
Tapi putrinya yang satu ini bukan hanya Breeze tapi kedua kakak kembarnya mereka semua sudah jago tekhnologi dari kecil. Mereka sudah menjadi hacker walaupun hanya keluarga yang tahu.
" Hehehe. ....... Sedikit doang yah." Breeze cuma bisa cengengesan karena ayahnya sudah tahu niatnya.
Malam harinya setelah makan malam dan ayahnya juga sudah mendatangi kamar anak-anaknya. Dan itu memang sudah rutinitas setiap hari sejak mereka masih kecil dan mulai menempati kamar masing-masing.
Kedua kakak kembarnya datang ke kamarnya karena memang mereka sudah janjian.
" Ada apa Zee? Kenapa kamu menyuruh kita ke kamar kamu malam ini." Tanya Arkha.
Breeze pun menceritakan ke kedua kakaknya soal bundanya di tampar oleh seseorang. Kedua kakak kembarnya sangat kaget dan sangat marah mendengar cerita adiknya.
" Kita mulai dari mana?." Tanya Arkha datar.
__ADS_1
" Kita mulai dari CCTV di supermarket Oma yang di pegang sama om Sarwan." Jawab Breeze
Arkha pun langsung mengutak-atik komputer milik Breeze.
" Ketemu." Ucap Arkha
Breeze dan Argha pun mendekat ke Arkha dan langsung melihat rekaman CCTV milik Omanya yang sudah di retas oleh arkha.
" Itu bukannya manajer supermarket Oma ya terus apa hubungannya dengan wanita yang menampar bunda dan juga apa hubungannya dengan ibunya mas Galang karena sebelumnya mereka terlihat cekcok dengan manajer dan juga wanita itu." Tanya Argha.
" Manajer itu bapaknya mas Galang dan wanita itu yang sudah merusak rumah tangga orang tuanya mas Galang." Jawab Breeze yang tadi sempat mencari sedikit informasi.
Setelah mendengar jawaban dari Zee mereka pun saling pandang seolah sedang melakukan telepati.
" Kita tunggu dulu apa keputusan Oma. Baru kita bertindak." ucap Arkha sambil mengajak Argha untuk keluar dari kamar adik kembarnya.
Sebelum keluar kamar adiknya Arkha juga menyuruh Zee untuk tidur.
๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น
maaf ya kalau kemarin upload yang sama dengan sebelumnya ๐๐๐
__ADS_1