Rayyan

Rayyan
126. punya temen baru.


__ADS_3

Siang hari nasi kotak dan sovenir untuk pernikahan sudah sampai di rumah dinas Ghaizan.


" Mas ini kita sendiri yang nganterin semua ini." Tanya Breeze.


" Kalau yang satu gang dengan kita, kita anterin sendiri sama ke atasan mas. Dan sisanya mas sudah nyuruh teman mas buat bantuin untuk di bagikan." Jelas Ghaizan.


Ghaizan dan breeze pun mulai membagikan bingkisan pernikahan mereka sambil berkenalan dengan para tetangga.


" Maaf ya om jadi merepotkan." Ucap Breeze saat temannya Ghaizan datang untuk membantu membagikan bingkisan.


" Nggak merepotkan kok Bu Ghaizan, santai saja." Jawab salah satu temannya ghaizan.


Keesokan harinya breeze sudah bersiap untuk ke acara pertemuan para ibu Persit. Di sana Breeze berkenalan dengan ibu-ibu Persit lainnya.


" Bu Ghaizan umur berapa kayanya masih muda sekali." Tanya Bu Eka, istri danyon.


" Saya baru lulus SMA Bu." Jawab Breeze.


" Wah masih muda banget dong tapi tetap lanjut sekolah lagi kan." Tanya lagi.


" Insya Allah Bu lanjut saya sudah di terima di universitas Nusantara."


" Oh, anak saya juga masuk ke sana juga, ambil jurusan apa?." Tanya bu Amel, istri Danki.

__ADS_1


" Saya ambil kedokteran Bu."


" Oh berarti sama dengan anak saya viona, nanti saya kenalin jadikan ada temannya. Hari senin daftar ulang kan."


" Iya Bu."


Setelah ngobrol cukup lama, Breeze pun pulang bersama Bu Soleh, Bu Heru, Bu sandi yang ternyata seorang perawat dan Bu medi tetangga tepat sebelah rumah. Yang bekerja menjadi guru SMP.


Sore harinya Bu Amel datang memperkenalkan Viona anaknya ke Breeze. Dan mereka janjian hari Senin akan pergi bareng.


" Assalamualaikum." Ghaizan pulang dan langsung duduk di ruang tamu.


" Walaikum salam." Breeze pun menghampiri suaminya sambil membawakan teh hangat. Terus Breeze mencium tangan suaminya.


" Terima kasih," Ghaizan pun menerima gelas dari sang istri lalu meminumnya.


" Tadi kayanya Bu Danki dari sini ya yang. Ada apa?."


" Oh itu, Bu Danki ngenalin anaknya yang juga masuk di universitas Nusantara jurusan kedokteran juga. Kata Bu Danki biar nanti bisa berteman." Jelas Breeze.


" Oh viona masuk di sana juga."


" Iya mas, tadi juga baru kenalan tapi sudah lumayan nyambung. Viona itu orangnya kaya gimana sih mas."

__ADS_1


" Viona anak yang baik, sopan dan sedikit tomboy dari yang mas dengar dia itu suka ikut kegiatan sosial gitu."


" Aku nggak apa-apa kan berteman dengan dia."


" Nggak apa-apa sayang."


" Makasih." Breeze mencium pipi Ghaizan.


" Mas mandi dulu sana." Ucap Breeze menyuruh suaminya untuk mandi.


" Ya udah mas mandi dulu."


" Iya..."


Setelah mandi Ghaizan mencari keberadaan istrinya ternyata Breeze sedang ngobrol dengan istri bang medi tetangga sebelah dan juga anak mereka Gisel yang berusia tiga tahun. Ghaizan pun membiarkan dan memilih untuk menyalakan televisi dan memilih nonton tv.


" Mas nggak siap-siap udah mau magrib loh." Ucap breeze yang ternyata sudah selesai mengobrol.


" Sudah selesai ngobrolnya." Tanya ghaizan.


" Maaf ya mas kalau aku tinggal ngobrol sama Bu medi." Jawab Breeze yang merasa nggak enak karena meninggalkan suaminya dan memilih untuk ngobrol dengan tetangga.


" Nggak apa-apa! Mas malah senang kalau kamu mau berbaur dengan tetangga. Jadi kalau nanti mas dapat tugas luar mas jad tenang. Ya sudah mas mau siap-siap dulu ke masjid." Ghaizan pun beranjak dari duduknya masuk ke kamar dan bersiap-siap untuk shalat magrib di masjid

__ADS_1


__ADS_2