
Sore hari mereka pun berkumpul sambil menikmati teh hangat dan juga camilan.
" Sebenarnya ada apa sih? Kayanya penting ya." tanya Oma khayra.
" Iya benar Mom, kita ke sini mau ngasih tahu kalau Sakha sudah siap mau melamar pujaan hatinya, Gadis." ucap kak Dania.
" Alhamdulillah." Jawab mereka semua.
" Nah gitu dong, jangan di pacari doang." Sindir Ayah Rayyan ke keponakannya karena Sakha memang sudah dekat dengan Gadis dari hampir tiga tahun Yang lalu. Tapi kedua orang tua Gadis meminta Sakha untuk menunggu sampai Gadis lulus kuliah.
" Aku nggak pernah pacaran ya om, Kalau bukan permintaan orang tua Gadis yang meminta menunggu Gadis lulus kuliah. Sakha sudah nikah dari kemarin." Kesal Sakha.
" Ya sudah, Jadi kapan mau datang ke keluarganya Gadis." Tanya opa Gibran.
__ADS_1
" Insyaallah lusa malam opa." jawab Sakha.
" Kamu sudah bilang ke keluarga Gadis kalau kamu mau datang bersama keluarga." Tanya opa Gibran.
" Sudah opa, Sakha juga sudah bilang sama opa Hilman." ucap Sakha.
Gadis adalah cucu dari opa Hilman tangan kanannya opa Gibran.
" Terus kamu kapan Sha di lamar sama si reserse." Goda ayah Rayyan ke keponakannya yang memang sedang di dekati oleh seorang polisi
" Om Ray nyebelin." ucap Shanum sambil memanyunkan bibirnya.
" Sha, memang apa sih kurangnya Bayu, Buka hati kamu Sha. Om Ray kenal banget sama Bayu dia laki-laki yang baik dan insyaallah bertanggung jawab. Bayu juga Om rasa bukan laki-laki yang suka neko-neko." ujar ayah Rayyan.
__ADS_1
" Tahu tuh, Dania juga bilang apa sih kurangnya Bayu, Asal datang ke rumah selalu di jutekin." kesal Dania ke putrinya.
Shanum makin manyun karena sebal,
" Sha dengerin opa,.opa berbicara bukan sebagai opa kamu atau karena opa kenal baik keluarga besar Bayu. Tapi opa berbicara sebagai laki-laki, Asal kamu tahu ya Sha sudah yakin dengan perempuan yang akan di jadikan istri. Se judes dan setidak sukanya kamu sama laki-laki itu, tapi laki-laki itu akan terus berjuang untuk menaklukkan hati kamu. Apalagi Bayu langsung meminta ke Abi dan umi kamu langsung Sama opa dia juga meminta izin untuk mendekati kamu. Cobalah kamu lihat perjuangan Bayu selama ini, jangan sampai di lelah dan memilih untuk mundur. Saat itu terjadi opa harap kamu jangan pernah menyesalinya." ucap opa Gibran yang memang harus tegas dengan cucunya yang satu ini.
Karena opa Gibran tahu kalau cucunya itu masih mengharapkan laki-laki brengsek yang cucunya diam-diam berpacaran semasa mereka kuliah dulu. Sebenarnya opa Gibran bisa memaksa cucunya untuk menikah dengan Bayu. Tapi cucunya cukup susah untuk bersikap manis dengan orang yang dia tidak suka. Opa Gibran hanya kasihan dengan Bayu.
" Betul kata opa kamu Sha, om Ray nikahi Tante Syera itu buat menyelamati harga diri dan kehormatan Tante kamu dan kakek dan neneknya Tante Syera. Lelaki yang ingin menikahi Tante Syera ternyata menikahi wanita lain tepat di hari H pernikahan mereka. Laki-laki itu harus bertanggung jawab karena telah menghamili wanita lagi. Dan dengan tidak ada rasa malu dia kembali meminta untuk Tante Syera mau menikah dengan dia. Beruntung saat itu Tante kamu sudah menikah dengan om kalau tidak laki-laki itu pasti akan memaksa Tante kamu mau menikah dengannya. Tapi kamu lihat kami menikah bukan karena cinta tapi coba kamu lihat hubungan om dan Tante kamu." ujar ayah Rayyan.
" Om tahu kamu masih mengharapkan si brengsek teman kuliah kamu itu. Jangan kamu kira kami nggak tahu kamu pacaran sama dia jaman kuliah dulu. Dan jangan kira om nggak tahu kelakuan si laki-laki brengsek itu." Timpal om Sakti dingin sambil menatap tajam keponakannya.
Sakti nggak mau sampai keponakannya kemakan rayu laki-laki itu dan membuat malu keluarga al-fathir yang sudah mengangkat dirinya dan sang adik menjadi bagian dari keluarga al-fathir.
__ADS_1
Suasana langsung hening