
" Zee duduk, nggak boleh ngomong begitu sama orang yang lebih tua." Rayyan meminta putrinya untuk duduk.
Bude mut langsung tersenyum saat Rayyan menyuruh anaknya duduk. Bude mut dan anaknya Widuri merasa menang karena dia berpikir Rayyan tak membela Syera dan anaknya.
Sedangkan Rayyan diam bukan tak membela istri dan anaknya yang di remehkan oleh saudara jauhnya yang baru dia kenal dan dia lihat. Tapi Rayyan diam karena dia nggak mau ribut karena nggak enak dengan pakde dan budenya yang punya acara.
Ternyata tindakan diam rayyan salah, Semakin lama istrinya makin di rendahkan. Sampai putrinya Breeze langsung bereaksi karena tidak rela bundanya di rendahkan. Breeze yang mempunyai sifat seperti Omanya Mommy khayra.
" Sayang," panggil Rayyan dengan penuh penekanan seolah ingin memberitahu pada orang-orang yang sudah merendahkan dan menyindir istrinya bahwa dirinya yang sudah cinta mati dengan Syera."Sudah makannya " tanya Rayyan.
Syera mengangguk.
" Arkha, Argha, Zee dan Sara sudah makannya." Ucap Rayyan ke anak-anaknya, dia memastikan makanan istri dan anaknya sudah habis karena Rayyan tipe yang nggak suka buang-buang makanan.
" Kita pulang sekarang." Ucap Rayyan mengajak istri dan anaknya pulang.
__ADS_1
" Dan untuk bude yang saya nggak tahu namanya dan saya juga nggak tahu apa hubungannya dengan istri saya. Seperti ada percaya diri sekali membandingkan istri saya dengan anak anda. Memang saat itu saya menggantikan dan menikahi syera karena kasihan."
" Tuh dengar Syera." Ucap bude Mut.
" Iya tuh dengerin cuma kasihan." Widuri ikut menimpali ibunya.
" Memang karena kasihan tapi karena orang itu Syera, Dan seandainya orang itu kamu." Tunjuk Rayyan ke Widuri " Saya tidak akan menikahi kamu karena kamu tidak selevel dengan saya " ucap Rayyan sinis.
" Eh kamu bilang anak saya nggak level dengan kamu. Yang ada tuh si Syera yang nggak level anak yatim piatu nggak punya orang tua." Ucap pakde mut berapi-api.
" Istri saya memang anak yatim-piatu tapi dia punya akhlak yang baik." Balas Rayyan yang langsung mengajak anak dan istrinya pulang.
" Nak Rayyan, maafin pakde sungguh pakde tak menyangka bakal jadi begini. Sungguh pakde nggak enak dengan nak Rayyan dan juga kamu Syera." ucap pakde yang merasa bersalah.
" Ini bukan salah pakde jadi pakde nggak usah nggak enak begitu. Ray nggak menyalahkan pakde tapi Ray mohon maaf harus membawa anak dan istri Rayyan sekarang juga."
__ADS_1
" Iya nak Ray, Terima kasih sudah mau datang dan membantu pakde."
" Sama-sama pakde kalau begitu kami pamit dulu. Assalamualaikum."
" Walaikum salam."
Pakde Rosyid memandangi kepergian mobil keponakan sepupunya. Pakde membuang napasnya kasar kemudian dia masuk ke dalam lagi.
Ternyata setelah rayyan membawa anak dan istrinya pergi, bude Mitha dan juga Flora marah besar kepada bude Mut dan juga anaknya Widuri..
" Eh Mut kamu tuh ya bikin malu aja kalau tahu kaya begini. Tak bakal aku izinin kamu itu ikut kemari." Omel bude Mitha.
" Eh Mitha emangnya aku salah apa? Aku kan cuma minta si Widuri itu bisa kerja di perusahaan besar itu. Lagian masa kamu di berikan tempat tinggal sebesar ini, aku cuma minta anakku kerja aja nggak mau kasih." Jawab bude Mut nggak mau kalah.
" Eh suaminya Syera nggak ngasih tempat ini ya, mereka cuma menyuruh kami untuk tinggal di sini sampai kami dapat rumah yang kami cari." Ucap bude Mitha dengan nada tinggi.
__ADS_1
" Sama saja toh.'
" Ya beda toh, di kasih berarti buat aku selama dan jadi milik aku. Kalau suruh menempati ya berarti aku dan keluargaku bisa tinggal di sini sampai kami dapat rumah atau kalau mereka mau pakai tempat ini walaupun kami belum dapat rumah. Ya mau nggak mau mereka akan menyuruh kami keluar dari rumah ini." Ucap bude Mitha geram.