
Jam pertama ternyata dosennya tidak datang jadi untuk mengisi jam kosong Syera dan juga teman-temannya. Mereka memilih untuk pergi ke cafe yang ada di depan kampus.
" Kalian tahu nggak ada berita heboh tentang pak Andhika." ucap Syera.
Ketiga temannya langsung menatap heran Syera, Tak biasanya Syera kepo dengan kehidupan orang lain.
" Apaan sih Rey?." Aretha langsung memegang kening Syera.
" Nggak panas." gumam Aretha.
" Iyalah nggak panas orang aku nggak sakit." ucap Syera sambil cemberut.
" Habis kamu Sye kenapa tiba-tiba kamu jadi ikutan kaya Ayu. Aku tahu Sye kamu sudah jadi mama muda tapi kan bukan kaya ibu-ibu suka gosip kan." Ucap Ilmi.
" Aku nggak ngegosip ya yang aku bicarakan fakta." ucap Syera kesal.
" Oke-oke kita dengerin ada apa?." Tanya Ilmi.
" Pak Andhika menaruh hati sama mahasiswi di kampus ini dan rencananya mau ngajakin ta'aruf atau mau ngelamar langsung aku juga sih nggak paham." jelas Syera
" Serius kamu Sye? siapa orangnya?." tanya Ayu penasaran.
" Dia anak kelas kita, orangnya baik, cantik dan pintar." jelas Syera.
" Siapa ya? sebutin dong siapa kan aku jadi penasaran." Ucap Ayu yang antusias karena penasaran siapa yang di sukai oleh dosen idolanya.
" Ada huruf awalnya A, Cari sendiri kalau penasaran."
" Astaghfirullahaladzim Sye, kalau ujung-ujungnya kita suruh nebak nggak usah cerita kali." Ucap Ayu kesal.
" Tha, mi, temannya kenapa sih semenjak punya anak makin nyebelin." Ucap Ayu lagi.
Sedangkan Aretha dan Ilmi hanya tertawa saja karena lucu melihat Ayu yang kesal.
__ADS_1
*********
Di kediaman Tante Aisyah
" Retha habis makan malam kamu jangan masuk kamar dulu, bapak mau bicara sama kamu dulu." Ucap Om Zaki.
" Iya pak." jawab Aretha sambil membantu ibu dan kakak iparnya menatap makanan di meja makan.
" Ada apa ya? kaya nya serius deh." Gumam Aretha dalam hati.
Aretha sungguh penasaran karena jarang bapaknya itu berbicara serius. Karena selama ini bapaknya selalu berbicara santai seperti orang berdiskusi saja Tapi ini?...
Selesai makan semuanya pun berkumpul di ruang tv. Dan semua orang memandang ke arah Aretha seakan dirinya adalah tersangka.
" Kenapa pada ngeliatnya kaya gitu." gumam Aretha dalam hati.
Suasana hening menunggu siapa yang memulai bicara.
" kamu ada keinginan untuk nikah muda?."
Aretha terdiam berapa saat sambil menatap bapaknya, Dia bingung kenapa bapaknya membahas soal nikah.
" Kenapa nggak pak kalau memang Retha sudah ada jodohnya. Toh nggak ada yang salah dengan nikah muda. Di keluarga kita hampir semuanya menikah muda, tapi mereka langgeng sampai sekarang." Ujar Aretha.
" Kalau ada laki-laki yang ingin meminang kamu saat ini bagaimana?."
" Kan Retha sudah bilang sebelumnya kalau ada yang mau ngajakin Retha menikah. Retha akan meminta laki-laki itu langsung meminta ke bapak. Kalau menurut bapak dan ibu laki-laki itu baik untuk jadi suami Retha, Retha akan menerimanya. Karena Retha tahu orang tua pasti menginginkan laki-laki yang baik, Soleh dan bertanggung jawab. Retha yakin bapak sudah mencaritahu tentangnya kan, makanya bapak sekarang ngajak Retha bicara." jelas Aretha.
Anak bapak pintar juga.
" Memang siapa pak orang nya? apa Retha mengenalnya?." tanya Aretha.
" Iya kamu mengenalnya kok, Dia dosen kamu pak Andhika."
__ADS_1
Aretha membulatkan matanya tak menyangka kalau pak Andhika menyukai dirinya. Padahal tadi Syera membahas kalau pak Andhika menyukai mahasiswi nya. Dan Aretha tak menyangka bahwa dirinya lah yang di sukai pak Andhika.
" Gimana nak?."
" Kalau pak Andhika berani menemui bapak dan ibu berarti pak Andhika serius dan mempunyai niat baik. Nggak ada alasan buat Retha menolaknya, mungkin memang itu jalan jodohnya Retha." Jawab Aretha.
Selesai berbicara dengan kedua orang tuanya, Aretha masuk ke kamarnya dan menelpon Syera.
******
" Kenapa sih sayang ketawa kaya gitu?." Tanya Rayyan melihat istrinya tertawa setelah menutup telponnya.
" Aku ketawa karena aku mentertawakan Aretha bang, dia ngomel-ngomel ke aku." ucap Syera yang langsung memeluk suaminya yang baru naik ke atas ranjang dan masuk ke dalam selimut bergabung bersamanya.
" Kenapa memangnya Retha?." tanya Rayyan.
" Dia ngomel-ngomel tadi kan Sye bilang kalau dosen Sye menyukai mahasiswinya dan Sye nggak bilang siapa mahasiswinya. Dan sekarang Aretha tahu siapa yang di maksud Sye tadi, karena yang di maksud Sye itu dirinya makanya dia marah-marah sama Sye." Kekeh Syera.
Rayyan langsung mencubit hidung Syera karena gemas nggak biasanya istrinya itu iseng dengan orang lain.
" Abang sakit!." Syera langsung cemberut.
" Abang gemas sama kamu tahu, gimana kalau malam ini kita buat adik untuk si triple kembar." Bisik Rayyan.
" Aduh Sye lupa besok harus bangun pagi-pagi." ucap Syera yang langsung melepaskan pelukannya dan tidur membelakangi suaminya.
" Oh nggak mau toh, berarti cari yang lain aja yang mau ngasih adik buat triple twins." Goda Rayyan.
Syera yang mendengar itu langsung berbalik menghadap suaminya itu.
" Yuk, Sye mau kok! bang nggak bisa di ajak becanda."
Rayyan hanya tertawa dalam hati tapi dia nggak mau menyia-nyiakan ke sempat.
__ADS_1