Rayyan

Rayyan
107. Itu dia


__ADS_3

Hari ini kembar tiga di panggil oleh kepala sekolah untuk menemui dirinya . Kembar tiga Argha, Arkha dan Breeze pun langsung berjalan menuju ruangan kepala sekolah.


Tok....Tok....Tok....


" Permisi pak."


" Oh, ayo masuk Argha, Arkha dan Breeze." ucap kepala sekolah mempersilahkan kembar tiga untuk masuk.


Ketiganya pun masuk dan di dalam ruangan kepala sekolah bukan hanya pak suroso kepala sekolah. Tapi di ruangan itu ada Bu Tiwi guru matematika, pak Diki guru fisika dan pak Tubagus guru biologi juga ada di sana.


" Silahkan duduk." bapak kepala sekolah mempersilahkan kembar tiga untuk duduk.


" Begini Argha, Arkha dan Breeze bapak memanggil kalian ke sini bapak ingin memberitahukan kalau kalian bertiga mewakilkan sekolah untuk mengikuti olimpiade matematika, fisika dan biologi." Ucap kepala sekolah.


" Iya betul, ibu harap kalian mau untuk mewakili sekolah dalam olimpiade ini." ucap Bu Tiwi.


Argha melihat kedua adiknya menanyakan apa mereka mau ikut atau tidak setelah mendapat persetujuan dari kedua adik kembarnya Argha pun jawab pertanyaan guru dan kepala sekolah.


" Insyaallah kami siap pak, Bu." Jawab Argha.


" Alhamdulillah.' Jawab mereka.

__ADS_1


" Oh iya kami belum memberitahu kalian masing-masing akan ikut lomba apa?. untuk Argha akan ikut olimpiade matematika, untuk Arkha akan ikut olimpiade fisika dan untuk Breeze akan ikut olimpiade biologi. " ucap kepala sekolah.


" Iya pak." Jawab Argha dan di anggukin oleh kedua kembarannya.


" Mulai besok kalian bisa menemui masing-masing guru bimbingan kalian untuk latihan soal untuk persiapan olimpiade." ucap pak kepala.


Setelah berbicara dengan bapak kepala sekolah dan juga guru-guru yang akan membimbing dan menemani mereka dalam mengikuti olimpiade. Kembar tiga pun pamit untuk kembali ke kelas mereka.


Malam harinya kembar tiga pun memberitahukan ke keluarga kalau mereka bertiga terpilih mewakili sekolah untuk ikut olimpiade. Ayah Rayyan dan Bunda Syera cukup bangga dengan anak-anaknya yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata.


******


Sore ini setelah pulang kerja sang kakak Dania mengajak ketemuan di sebuah cafe. Sampai sana Ayah Rayyan langsung mencarĂ­ keberadaan sang kakak. Akhirnya ayah Rayyan menemukan keberadaan sang kakak ternyata tidak sendiri melainkan dengan keponakan Sakha.


" walaikum salam, Ayo duduk Ray."


" Kamu sudah di sini aja ka." ucap Rayyan ke keponakannya.


" Iya Om tadi Sakha izin pulang lebih awal." jawab sang keponakan.


" Kamu mau pesan apa Ray?." Tanya kak Dania.

__ADS_1


" Aku pesan minum aja kak, nggak lama kan?." Tanya ayah Rayyan.


" Nggak kok, nggak akan lama kakak cuma mau minta bantuan kamu." ucap kak Dania.


" Ya sudah kalau begitu Ray pesan ice cappucino aja."


Kak Dania pun memesankan minuman untuk adiknya.


" Sebenarnya ada apa sih kak?." Tanya Rayyan.


Kak Dania mencoba untuk menarik nafas sambil menatap adiknya.


" Bang Khalid sedang bingung Ray?." Ucap kak Dania membuka obrolan.


" Bingung, bingung kenapa?."


" Kamu tahu kan sebelum bang Khalid bertemu dengan kakak. Bang Khalid di minta untuk menikahi anak teman bibinya." Ayah Rayyan mengangguk.


" Bibinya bang Khalid nggak terima mendengar Sakha akan menikah."


" Kenapa nggak terima?." Tanya Rayyan bingung.

__ADS_1


" Bibinya bang Khalid ingin Sakha menikahi anak dari perempuan yang ingin di jodohkan oleh bibinya itu."


" Memangnya dia siapa ngatur Sakha harus menikah dengan siapa?." jawab Rayyan geram mendengar ada orang sok mengatur kehidupan keponakannya padahal bukan keluarga inti.


__ADS_2