Rayyan

Rayyan
64. di jebak balik


__ADS_3

Nila Sekertaris nya Rayyan pun memberi tahu kalau Soraya Zola sudah datang. Rayyan dan Faisal pun masuk ke dalam kamar tempat istirahat yang memang berada di dalam ruangan Rayyan.


Rayyan dan Faisal hanya bisa melihat dari CCTV di ruangan Rayyan yang sudah terkoneksi dengan iPad Rayyan.


Nila mengantar Soraya zola masuk keruangan Rayyan


" Pak ada Bu Soraya Zola dari PT. Citra buana yang kemarin mengirim proposal." Ucap Nila.


" Selamat pak Rayyan Saya Soraya di PT. Citra buana saya yang kemarin mengirimkan proposal ke pak Rayyan." Ucap Soraya percaya diri.


Sedangkan Jo dan nila Saling pandang dan tertawa dalam hati karena menertawakan soraya yang ternyata tidak mungetahui wajah Rayyan.


Begitu juga dengan Rayyan dan Faisal yang tertawa karena melihat Soraya zola dengan percaya diri mengira Jo itu Rayyan.


Beruntung ruangan tempat istirahat di Ruangan Rayyan kedap suara jadi aman kalau pun mereka berSuara.


" Astaga Ray kamu kurang terkenal sebagai anak Gibran al-Fathir, buktinya dia nggak ngenalin kamu." tawa Faisal pecah.


" Bagus lah kalau dia nggak tahu wajah aku, males banget di dekati cewek pakaian kurang


bahan." ucap Rayyan.


" Pak kalau begitu Saya kembali ke tempat saya." Pamit Nila.


" Mari silahkan bu Soraya." ucap Jo mempersilahkan Soraya untuk duduk


Soraya pun duduk di depan meja Jo dengan dadanya sengaja di busungkan mencoba menggoda Jo. Sedangkan Jo yang memang


Dulunya bandel Jadi sudah biasa di suguhkan


yang seperti itu.


" Saya sudah baca proposal yung bu soraya titipkan ke sekretaris saya. Tapi kok ada yang janggal ya, anda tidak salah mengasih keuntungan sebesar itu." Tanya Jo.


" Oh tidak pak Rayyan kami menawarkan Itu karena kami tahu Perusahan kami memang sudah bekerja sama dengan perusahaan ini Jadi kami nggak masalah kalau harus memberikan keuntungan yang besar untuk sekelas perusahaan al-Fathir." ucap soraya.


Jo diam dan memandang Soraya, Soraya yang di pandang oleh Jo jadi salah tingkah.


"Maaf Bu Soraya kami belum tertarik dengan tawaran kerjasama yang di tawarkan oleh perusahaan Bu Soraya." Ucap Jo.


" Memangnya kenapa pak Rayyan padahal perusahaan kita ini partner bisnis sudah lama." Kata Soraya.

__ADS_1


" Perusahaan kami sedang banyak memegang proyek dan saat ini kami tidak menerima tawaran kerjasama dulu." jawab Jo tenang.


Tiba-tiba Soraya bangun dari duduknya dan berjalan mendekati Jo. Soraya berdiri di depan Jo lalu membungkukkan tubuhnya menghadap Jo. Mencoba menggoda Jo dengan menunjukkan buah dadanya.


" Memang nggak bisa di bantu pak Rayyan bukannya kakek kamu dan kakek saya sahabatan ya masa nggak mau bantu sahabatnya." ucap Soraya dengan suara sok manja.


" Tapi mohon maaf tapi kami memang belum bisa bekerjasama dengan perusahaan Bu Soraya." Jawab Jo santai karena dia sudah pengalaman dengan perempuan model seperti itu


Karena belum bisa juga membujuk Jo yang saat itu menjadi Rayyan. Tiba-tiba Soraya duduk di pangkuan Jo, Jo sendiri hanya diam melihat Soraya duduk di pangkuannya. Tak lama terdengar suara keributan di depan ruangan Rayyan. Mendengar keributan Soraya langsung merobek pakaiannya dan mengacak-acak rambutnya.


" Begitu ada yang masuk pasti si nenek sihir bilang kalau dia mau di perkosa." Gumam Jo dalam hati.


Dan benar saja tiba-tiba masuk lah laki-laki itu


" Ada apa ini!." Teriak laki-laki itu.


Soraya berlari ke laki-laki itu sambil menangis. " Tolong... tolong saya, dia mau memperkosa saya." Ucap Soraya.


" Apa kamu mau di perkosa." Tanya laki-laki itu.


Soraya mengangguk.


" Bagaimana bisa pimpinan perusahaan besar berkelakuan sebejat itu." ucap laki-laki itu sambil memvideokan mereka yang ada di ruangan itu.


" Kita lapor ke polisi ini tak bisa di biarkan.


Saya akan laporkan kamu ke polisi."


" Anda nggak takut kalau sampai orang luar tahu kelakuan anda pada wanita ini." Teriak laki-laki itu karena dia melihat Jo berdiri dengan santai.


" Saya akan laporkan ke polisi dan saya akan sebarkan video yang tadi saya buat." Ucap laki-laki itu sambil membawa Soraya pergi.


Sepeninggalan dua orang itu Rayyan dan Faisal keluar dari dalam persembunyiannya.


" Akhirnya selesai juga dramanya." Timpal Faisal.


" Sap- Siap mas Ray besok akan ada berita yang menulis CEO al-Fathir corp mencoba melakukan pelecehan percobaan pemerkosaan terhadap seorang wanita." Ucap Jo.


" Nggak apa-apa toh mereka yang malu karena salah orang." Jawab Rayyan cuek.


Pukul empat sore Rayyan sudah sampai di rumah dan langsung menuju ke kamarnya.

__ADS_1


" Assalamualaikum..." Rayyan mengucapkan salam begitu membuka pintu kamarnya.


" Walaikum salam, wah ayah sudah pulang." Jawab Syera yang sedang memakaikan baju Zee panggil untuk anak mereka yang perempuan.


Syera pun mencium tangan suaminya dan seperti biasa Rayyan akan mencium kening dan bibir Syera.


" Tunggu ya sayang ayah cuci tangan dan ganti baju dulu ya." ucap Rayyan ke anaknya.


" Mendingan Abang langsung mandi deh, terus nanti gantian Abang gendong Zee dan Sye yang mandi." Ucap Syera.


" Oke sayang." Rayyan pun masuk ke dalam kamar mandi.


Kini Rayyan sudah mandi dan berganti baju, dia pun langsung menghampiri putri bungsunya yang sudah menunggu untuk di gendong.


" Wah anak ayah sudah pengen di gendong ya." Ucap Rayyan sambil menciumi wajah putrinya.


" Aghra sama Arkha mana?." Tanya Rayyan.


" Sama Mommy di taman belakang main sama sepupunya." Jawab Syera memberitahukan keberadaan kedua anaknya yang lain yang sedang main dengan anak-anak dari Zafira adik iparnya. Walaupun Aghra sama Arkha masih bayi dan belum bisa main.


Rayyan pun mengendong putri kesayangannya keluar kamar menyusul kembarannya. Sedangkan Syera langsung masuk ke kamar mandi setelah suaminya membawa anaknya keluar.


" Wah ternyata jagoan ayah di sini ya." Ucap Rayyan begitu sampai di halaman belakang.


Karena tidak bisa mencium tangan jadi Rayyan mencium pipi Mommy dan Oma nya. Setelah itu dia juga menciumi kedua jagoannya.


" Om Ray andra tadi juara dong." Ucap Andra keponakannya yang menghampirinya.


" Juara apa?."


" Andra juara melukis terus Andra dapat hadiah piala dan alat lukis." Cerita Andra.


" Wah hebat ya." Rayyan mengacungkan jempolnya.


" Oh iya papi Andra mana ya kok belum pulang." Tanya Andra ke Rayyan.


" Kan tadi mami sudah bilang papi ke rumah kakek Rudi dulu jenguk kakek Rudi." Jelas Zafira saat anaknya bertanya ke om nya.


" Opa mana? " Andra bertanya lagi dimana keberadaan Deddy Gibran.


" Opa pergi sama Om Zafran sebentar lagi juga pulang." jawab Rayyan ke keponakannya yang selalu mengabsen keberadaan orang-orang di rumah kalau dia tidak melihatnya.

__ADS_1


Itu memang sudah kebiasaan Andra kalau orang rumah yang tidak ada keberadaannya.


__ADS_2