Rayyan

Rayyan
133. Foto USG


__ADS_3

Dan benar saja baru Breeze naik ke atas ranjang dan menyenderkan tubuhnya di headboard tempat tidur. Ponsel Breeze berdering dan nama suaminya yang tertera di layar ponselnya.


" Assalamualaikum mas."


" Walaikum salam sayang kamu dari mana aja sih! Mas telponin dari tadi nggak diangkat-angkat. Yang lainnya juga nggak ada yang ngangkat telpon mas. Tadi juga kata istri bang Soleh kamu pingsan setelah mas pergi, kenapa bisa pingsan? Kamu sakit? Kalau sakit kenapa nggak bilang ke mas sebelum mas berangkat?"


Breeze hanya bisa memijat pelipisnya mendengar serentetan pertanyaan yang di layangkan oleh suaminya.


" Sayang... Kamu masih di sana kan, kamu masih dengerin mas kan."


" Gimana aku mau ngomong, orang mas aja ngomong terus."


" Maaf... Maaf habisnya mas tuh khawatir banget sama kamu."


" Mas... Kangen! Mas video call aja ya."


Tak lama panggilan pun berubah menjadi video call dan Breeze sudah menyiapkan foto USG nya. Breeze langsung menunjuk foto USG begitu panggilan sudah beralih ke video call.


Ghaizan yang mengubah panggilan biasa ke video call sesuai keinginan istri. Tapi saat panggilan sudah berubah ke panggilan video call. Ghaizan mengeryitkan keningnya saat melihat wajah istrinya di tutupi oleh sebuah gambar yang Ghaizan nggak tahu itu apa.


" Sayang kenapa kamu nutupin wajah kamu.'

__ADS_1


" Kamu nggak tahu ini gambar apa?."


Ghaizan menggeleng.


Breeze langsung menatap judes suaminya.


" Mas lihat yang benar."


" Mas nggak ngerti itu gambar apa sayang, kamu langsung jelasin aja sih sayang."


" Ini tuh foto USG mas."


" Apa USG!." Breeze mengangguk. " Kamu hamil sayang." Breeze kembali mengangguk.


" Berarti tadi kamu ke rumah sakit buat periksa."


" Iya tadi di antar sama bunda dan mama ke rumah sakit."


" Tapi mas jadi sedih sayang karena nggak bisa nganterin kamu ke rumah sakit untuk periksa."


" Jangan sedih mas, mungkin calon anak-anak kita tahu ayahnya punya tanggung jawab terhadap negara. Makanya mereka baru mau di ketahui setelah mas ghai pergi. Agar mas ghai tidak berat meninggalkan aku untuk tugas." Jelas Breeze.

__ADS_1


" Tunggu sayang tadi kamu bilang calon anak-anak kita, maksudnya."


Breeze langsung tersenyum lalu mengangguk." Anak kita kembar mas."


" Alhamdulillah ya Allah, setahun kita menikah dan baru di berikan kepercayaan kepada kita. Dan tidak tanggung-tanggung Allah langsung memberikan kita dua orang anak."


" Oh iya sayang nanti kamu bilang sama mama minta tolong sama mama buat ngasih santunan buat panti asuhan dan juga orang nggak mampu. Sama setiap Jumat kalau bisa buat makanan atau apa untuk Jumat berkah.'


" Iya mas nanti aku bilang ke mama."


" Sayang kuliah kamu gimana dong!"


" Ya nggak gimana-gimana mas selama aku tidak ada keluhan aku tetap kuliah mas. Tapi kalau nanti memang aku harus istirahat ya berarti aku harus cuti. Jadi mas Ghaizan di sana tenang aja, mas hanya perlu memikirkan kesehatan dan keselamatan mas aja. Di sini aku banyak yang jaga kok, ayah juga sudah mencari supir untuk mengantar aku kemana-mana."


" Ya sudah, mas masih ada kegiatan lagi besok mas telpon lagi. Oh iya sayang jangan lupa kirimin foto USG nya. Sekarang kamu istirahat dulu ya, assalamualaikum."


" Walaikum salam." Video call terputus.


Breeze langsung mengirimi foto USG ke suaminya.


Selesai menelpon suaminya Breeze meminum vitamin dan juga meminum susu hamil yang tadi di beli oleh bunda Syera saat mereka pulang ke rumah.

__ADS_1


Tok... Tok....


" Kak kita masuk ya." Ucap mezzaluna dan Saralee


__ADS_2