Rayyan

Rayyan
147. Me time


__ADS_3

Hari ini Breeze dan Ghaizan pulang ke Jakarta karena ada acara lamaran adik Ghaizan, Mezzaluna. Mereka berangkat setelah Ghaizan selesai bekerja terlebih dahulu.


Beruntung perjalanan dari kota Bandung menuju ibukota Jakarta tidak begitu macet jadi mereka sampai rumah tidak begitu larut malam.


Dan kedatangan mereka sudah di tunggu oleh kedua Oma dan Opa nya si kembar.


" Wah akhirnya sampai juga." Ucap bunda Syera dan mama Amara yang langsung membuka pintu mobil lalu masing-masing mengambil si kembar.


Barra dan Barry pun menjadi piala bergilir untuk seluruh keluarga. Biasanya anak Andra yang selalu menjadi rebutan kini giliran si kembar yang menjadi rebutan.


Keesokan harinya acara lamaran Mezzaluna dan juga Vito berlangsung dengan lancar. Dan di putuskan kalau tiga bulan lagi acara pernikahan mereka berdua.


" Aku masih nggak nyangka loh za kalau ternyata Vito memiliki perasaan ke kamu." Ucap Breeze saat mereka sedang duduk di halaman belakang rumah orang tua Ghaizan.


" Sama aku juga nggak nyangka, saat papa bilang kalau Vito menemuinya dan meminta izin untuk melamar aku. Aku sungguh kaget kak, tapi aku tahu Vito orang baik selama ini. Jadi nggak ada alasan untuk aku menolak lamaran Vito." Ucap Mezzaluna.

__ADS_1


" Iya kamu benar, selama Vito berteman dengan mas Andra kita nggak pernah mendengar kelakuan Vito yang aneh-aneh."


" Iya kak, insyaallah Vito memang jodoh Mezzaluna yang sudah di siapkan Allah SWT. Dan pernikahan Mezzaluna dan Vito insyaallah samawa sampai maut memisahkan." Doa Mezzaluna.


" Amin."


" Oh iya Kak Zee sama mas Ghai pulang kapan?." Tanya Mezzaluna yang masih kangen dengan kakak iparnya.


" Mas Ghai ada urusan di Jakarta selama seminggu, jadi seminggu ini kita akan menginap di sini." Jawab Breeze.


" Serius kak." Tanya Mezzaluna lagi.


" Hah... Akhirnya aku bisa main lama dengan para keponakan aku."


" Yakin bisa main sama si kembar, ini aja sudah di bawa kabur sama kedua Omanya. Kak Zee aja cuma bisa gendong mereka pas memberikan asih aja."

__ADS_1


" Oh iya besok kita ke mall yuk kak."


" Ngapain, kita jalan-jalan aja mumpung si kembar ada kedua Omanya. Stok asi kak Zee banyak kan." Tanya Mezzaluna.


" Iya Alhamdulillah, tapi aku izin mas Ghai dulu."


" Sip.' Mezzaluna memberikan jempolnya.


Malam harinya Breeze meminta izin dengan suaminya untuk pergi ke mall bersama Mezzaluna. Dan beruntungnya Breeze mempunyai suami yang sangat pengertian.


" Ya sudah kalau kamu mau pergi dengan Mezza, tapi sebelumnya bilang ke mama dan Bunda keberatan nggak kalau di titipin si kembar. Dan kamu jangan lupa juga stok asi buat si kembar.' ucap Ghaizan yang sangat mengerti istri pasti butuh waktu untuk dirinya bersenang sendirian agar istrinya tidak merasa tertekan.


" Terima kasih mas, sok asi si kembar aman. Dan besok aku bakal bilang ke mama dan bunda untuk titip si kembar."


***

__ADS_1


Keesokan harinya setelah Breeze meminta izin ke mama dan bundanya untuk menitipkan si kembar. Kini Breeze dan Mezzaluna sudah berada di mall yang tak jauh dari rumah mereka. Mereka memang sengaja pergi ke mall itu karena Breeze sendiri tidak mungkin meninggalkan kedua putranya dalam waktu yang lama.


Breeze benar-benar menikmati kebebasannya sejenak walaupun yang dia beli semua adalah keperluan kedua putranya. Setidaknya hari ini dia benar-benar membahagiakan dirinya sendiri tanpa suami dan anak.


__ADS_2