Rayyan

Rayyan
104. orang baik


__ADS_3

Maaf ya kemarin salah up jadi bingung ya bacanya. Soalnya aku simpan dulu di draf dan kesimpannya di draf ada dua satu yang kemarin di up. Dan yang satu yang ini. 🙏🙏🙏🙏🙏


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Tiba-tiba ponsel pak Iwan berdering dan pak Iwan meminta Izin untuk mengangkat telponnya.


" Maaf saya angkat telpon dulu, adik saya yang menelpon."


mereka pun mempersilakan pak Iwan untuk mengangkat telponnya


Tak lama pak Iwan menutup telponnya dengan wajah panik.


" Ada apa mas Iwan?." tanya Bu Rohimah yang bisa melihat dari wajah pak Iwan begitu panik.


" Ibu...ibu terkena serangan jantung, dan harus di operasi tapi di sana tidak.ada rumah sakit yang mempunyai fasilitas lengkap." Jawab pak Iwan.

__ADS_1


" Terus gimana mas kondisi ibu saat ini." Tanya Bu Rohimah


merasa khawatir mendengar kondisi ibu mertuanya.


" Iya pak, nenek gimana kondisinya nggak parah kan." tanya Galang yang juga sama khawatirnya sama dengan ibunya. Galang sangat sayang dengan neneknya walaupun hanya bertemu setahun sekali.


" Endang hanya bilang harus secepatnya dioperasi kalau tidak kondisi ibu semakin memburuk." ucap pak Iwan.


" Bawa ibu kamu kesini biar bisa di operasi di rumah sakit royal medica." ucap opa Gibran yang langsung membuat pak Iwan, Bu Rohimah dan anak-anaknya menatap opa Gibran tak percaya.


" Tapi pak.!"


"Nggak ada tapi-tapian, sekarang yang lebih penting itu keselamatan dan kesehatan ibunya pak Iwan. Secepatnya kamu urus kepindahannya, jangan sampai kamu menyesal nantinya. Selagi masih punya orang tua makanya lakukan yang terbaik untuk mereka ." potong opa Gibran.


Opa Gibran paling tidak bisa bersikap tidak peduli kalau bersangkutan dengan yang namanya orang tua. Orang tua siapa saja selama dia bisa bantu maka dia bantu.

__ADS_1


Sedangkan pak Iwan merasa tidak enak dan juga merasa malu dengan apa yang sudah dia lakukan. Tapi mereka masih saja baik dengan pak Iwan. Akhirnya pak Iwan akan berangkat ke Kalimantan hari ini juga. Pak Iwan akan pergi di temani oleh Galang anak sulungnya.


" Pak Iwan saya tahu pasti nanti akan mengeluarkan biaya yang cukup banyak. Kalau pak Iwan butuh pak Iwan bisa ngajuin ke pak Sarwan." ucap Oma Khayra


" Dan pak Iwan di bandara nanti pak Iwan sudah di tunggu oleh orang saya namanya Arjun dia nanti yang akan membantu pak Iwan mengurus kepindahan ibunya pak Iwan. Tiket pesawat juga sama dia ya pak Iwan." Ucap opa Gibran.


Pak Iwan dan keluarganya tak bisa berbicara apa-apa lagi selain rasa terima kasihnya karena memiliki bos yang sangat luar biasa baiknya.


Setelah makan mereka semua memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing. Bu Rohimah dan anak-anaknya ikut pulang sama pak Iwan. Karena nanti pak Iwan akan pergi ke kampung halaman pak Iwan di temani dengan anak sulungnya Galang.


Opa Gibran dan Oma khayra membiarkan Bu Rohimah dan anak-anaknya pulang bersama pak Iwan toh mereka masih suami istri juga.


Sedangkan opa Gibran dan Oma khayra memutuskan langsung pulang ke rumah. Karena anak keduanya Dania berserta keluarga kecilnya sudah menunggu di rumah. Katanya ada hal yang penting yang ingin mereka bicarakan.


Sampai rumah benar saja keluarga kecil anaknya sudah menunggu. Karena mereka tahu opa Gibran dan Oma khayra sudah dari pergi maka mereka menyuruh opa Gibran dan Oma khayra untuk istirahat saja dulu baru nanti sore Dania dan suaminya untuk bicara ke kedua orang tuanya.

__ADS_1


__ADS_2