Rayyan

Rayyan
74. Kasihan


__ADS_3

Mereka pun sampai di gedung departemen pertahanan untuk mengecek tanah milik kakek dan neneknya Syera.


Setelah di cek akhirnya mereka mengetahui bahwa tanah tersebut atas nama Muhammad Soleh. Dan sertifikat milik Syera adalah sertifikat yang asli, Syera pun bernafas lega.


Tapi tidak dengan pak Agus, Bu Rukmini dan anaknya Andhika. Mereka langsung lemas mendengar kenyataan yang ada bahwa mereka telah di tipu.


Rayyan pun mengajak mereka kembali ke rumah kakek dan neneknya Syera untuk menyelesaikan masalah yang ada.


Rayyan dan Syera pun tak tega dengan keluarga pak Agus.


" Maaf sebelumnya, saya kalau boleh tahu bagaimana bisa pak Agus bisa beli rumah ini." Tanya Rayyan.

__ADS_1


" Rumah ini saya yang beli karena memang sudah cita-cita saya bisa membeli rumah untuk orang tua karena selama ini kami hanya tinggal di rumah kontrakan petakan. Setelah lulus sekolah saya memutuskan untuk jadi TKI di luar negri. Dan saya pun selama bekerja menyisikan uang untuk bisa membeli rumah."


" Dan Alhamdulillah setelah lima tahun bekerja akhirnya saya bisa mengumpulkan uang. Saya pun minta cuti untuk pulang, niat saya memang ingin mencari rumah dan juga pekerjaan karena memang kontrak kerja saya habis dan belum saya perpanjangan. Dan mungkin memang niat saya ingin membahagiakan orang tua semuanya di permudah. Saya mendapatkan pekerjaan di sini dan saya juga mendapatkan rumah ini. Tak sengaja bertemu dengan pak Edo, pak Edo menawarkan rumahnya yang mau di jual tak lain rumah ini. Setelah harganya cocok saya pun membayarnya dan kami pun langsung pindah ke rumah ini.".


Rayyan dan Syera pun tak tega melihat perjuangan Andhika yang ini membelikan sebuah rumah untuk orang tuanya. Rayyan dan Syera saling tatap Seolah mereka sedang berbicara lewat tatapannya.


" Maaf mas Andhika, mas Andhika beli rumah ini berapa?." Tanya Rayyan.


" Sebelumnya saya minta maaf bukannya saya jahat dan tak melihat perjuangan mas Andhika yang berjuang mengumpulkan uang untuk membeli rumah ini. Tapi saya tidak bisa melepaskan rumah ini untuk pak Agus sekeluarga. Karena rumah ini sangat berharga untuk istri saya. Rumah ini adalah rumah yang penuh dengan kenangan dirinya dari lahir. Istri saya kehilangan ibunya saat melahirkan dirinya dan dia pun di bawa sama ayahnya tinggal di rumah ini rumah orang tua ayahnya. Lima tahun kemudian ayahnya Syera pun meninggal dunia. Semenjak itu Syera pun di besarkan oleh kakek dan neneknya di rumah ini. Lima tahun yang lalu kakek dan neneknya meninggal dunia bersamaan dalam kecelakaan kereta. Dari saat itu kami memutuskan untuk menyewakan rumah ini dari pada kosong. Dan yang menyewa itu pak Edo dan selama ini pak Edo sangat baik dan bertanggung jawab. Jadi kami sama sekali tidak pernah menaruh curiga padanya. Sampai tetangga di sini menanyakan kepada istri saya kenapa harus di jual rumah ini. Awalnya istri saya tak menanggapi tapi karena banyak yang bilang dan juga tetangga di sini yang dulu suka membantu bersih-bersih di rumah ini juga bilang seperti itu akhirnya kami percaya dan mulai mencari tahu. Setelah saya cari tahu ternyata mas Andhika di tipu dengan pak Edo dengan membeli rumah ini." ucap Rayyan.


" Tapi mas Andhika tenang saja saya sudah melaporkan pak Edo ke kepolisian dan saat ini polisi dan orang-orang saya sedang mencarinya."

__ADS_1


Bu Rukmini sudah tak bisa menahan tangisnya karena melihat anaknya di tipu dengan uang yang cukup banyak.


" Mas Andhika, Pak Agus dan Bu Rukmini bukannya saya mau merendahkan kalian. Tapi saya cuma mau menghargai bagaimana perjuangan mas Andhika yang berjuang mengumpulkan uang untuk membeli rumah. Jadi saya mau menawarkan Sebuah rumah untuk mengganti uang yang di tipu oleh pak Edo dengan membeli rumah ini. Nggak jauh dari rumah ini kok mungkin kalian tahu townhouse yang di sebelah sana. Kebetulan memang townhouse itu di bangun oleh keluarga saya memang tidak sebesar ini. "


Mereka merasa nggak enak dengan Syera dan Rayyan.


" Kalian nggak usah banyak berpikir anggap saja, Allah sedang membantu kalian mengganti apa yang di tipu oleh pak Edo melalui saya." ucap Rayyan.


Pak Agus , Bu Rukmini dan Andhika sudah tak bisa membendung air matanya. mereka sangat berterima kasih karena di pertemukan dengan orang baik.


Rayyan meminta Riski dan Tya untuk membantu mengurus surat-surat kepemilikan rumah di townhouse yang di berikan oleh Rayyan. Setelah itu Rayyan dan Syera pun pamit pulang.

__ADS_1


__ADS_2