
Syera langsung mengajak masuk pakde dan budenya juga sepupunya. Untuk melihat tempat yang akan keluarga pakdenya tempati.
" Kita mau lihat rumahnya dulu atau lihat tempat untuk usahanya dulu." Tanya pada pakdenya.
" Yang mana aja dulu boleh pakde ikut aja." Jawab pakde.
" Kita lihat gedung untuk tempat usaha pakde aja jadi bisa lihat mana yang harus di renovasi kan nanti pakde harus memajang aneka furniture akan di jual kan. nanti juga" Ucap syera.
Mereka pun berkeliling ke gedung utama tempat yang nantinya akan di pakai pakdenya untuk usaha. Setelah berkeliling gedung utama ternyata menurut pakde nggak ada yang harus di rubah. Kami pun melanjutkan untuk melihat rumah yang ada di bagian belakang gedung utama.
" Ini dia pakde, bude rumahnya memang nggak besar tapi Sye rasa cukup buat pakde sekeluarga." Ucap Syera sambil menunjukkan sebuah rumah minimalis dua lantai.
" Yuk." Syera mengajak mereka masuk ke dalam rumah.
Kami pun langsung berkeliling melihat suasana rumah.
" Sangat nyaman Sye rumahnya." Ucap bude.
" Alhamdulillah kalau nyaman bude."
Setelah melihat keliling gedung dan rumah
" Oh iya yang di pojok sana?" tunjuk Syera. " Itu rumah pak Marjan dan Bu Mina." ucap Syera.
" Oh iya pakde bang Ray pesan untuk pak Marjan dan keluarganya biar tinggal di sana. Bang Ray juga bilang untuk pak Marjan, Bu Mina dan anaknya biarin aja mengerikan seperti biasanya. Dan untuk gaji mereka itu urusan bang Ray tapi kalau pakde mau ngasih uang rokok istilahnya ya silakan.." ujar Syera.
__ADS_1
" Tapi kalau tempatnya besar seperti ini kayanya pakde bakal tambah security nggak apa-apa kan."
" Nggak apa pakde yang penting pak Marjan dan keluarganya di biarkan tetap di sini." ucap Syera.
" Iya."
Syera pun mengajak mereka makan terlebih dahulu sebelum mengantarkan mereka pulang ke hotel.
Malam hari sebelum tidur Rayyan mengajak ngobrol Syera terlebih dahulu.
" Tadi jadi nganter pakde dan bude." Tanya Rayyan.
" Jadi bang, sepertinya mereka suka bang." Jawab Syera.
" kamu senang pakde dan bude pindah ke sini." tanya Rayyan lagi.
Syera mengangguk
"Aku senang bang, terkadang aku tuh suka iri kalau melihat keluarga abang sering bertemu saudara yang lain. Sedang kan Syera nggak tiap tahun juga ketemu pakde dan bude.
Tapi dengan pakde dan bude nanti ada disini jadi aku bisa Sering bertemu saudara." ucap syera tersenyum senang
Syera yang sudah tidak punya siapa-siapa dan dia hanya
Punya Saudara yaitu adiknya kakek yang tinggal di kota
__ADS_1
lain karena Jaraknya yang lumayan jauh membuat Syera
bertemu dengan keluarga adiknya kakek. Namun mereka cukup akrab kerena Cukup intens berkomunikasi.
Kamu tuh sudah berapa tahun menjadi istri abang. Keluarga
dan saudara-saudara abang itu juga menjadi keluarga dan
Saudara kamu juga. Jangan lagi kamu merasa sendiri." ucap Rayyan.
.maaf." lirih Syera
" Nggak apa-apa. Kita tidur aja yuk Sudah malam."ucap Rayyan yang mengajak tidur.
******
Dua minggu kemudian
sudah menempati rumah milik Rayyan hari ini pakde dan bade
mengadakan Syukuran. Syera datang bersama suami dan juga ke empat anak nya pergi ke tempat pakde dan bude nya. Tapi sebelumnya kami mampir ke toko kue miliknya. Sebelumnya Syera sudah meminta karyawan untuk menyiapkan empat macam kue yang salah satunya kue kesukaan pakdenya.
Sampai sana ternyata sudah
ramai dan di sana juga ada berapa saudara yang menurut pakde mereka Saudara Jauh karena syera baru pertama kali Syera melihat mereka.
__ADS_1