Rayyan

Rayyan
155. sebal dengan Argha


__ADS_3

" Ghai aku rencananya mau bikin resort yang di dalamnya nggak hanya penginapan tapi juga ada tempat tamasya dan perbelanjaan juga. Kira-kira kamu mau ikut investasi nggak." Tanya Arkha.


" Tapi aku nggak bisa terlibat langsung kamu kan tahu aku seorang abdi negara. Ada tanggung jawab yang harus aku emban dan nggak bisa menomor duakan tugas negara." Ucap Ghaizan.


" Santai aja nanti akan ada yang tanggung jawab kok ngurusin semua itu, kita hanya sesekali ngecek aja."  Jawab Arkha.


" Boleh deh, soalnya aku harus sudah mikirin biaya pendidikan si kembar nantinya."


" Nanti kita bicarakan lagi." Ucap Arkha.


" Sip." Ghaizan memberikan jempolnya.


" Oh iya katanya kamu lagi dekat sama dr. Nayla ya?." Tanya Ghaizan yang baru mengetahui kalau sepupu sekaligus kakak iparnya baru menyatakan perasaannya ke dokter Nayla. Dokter Nayla adalah dokter obgyn di rumah sakit royal Medika dan dokter Nayla sendiri adalah teman kecil Arkha sendiri karena kebetulan rumahnya nggak begitu jauh. Keluarga kami juga mengenal keluarga dokter Nayla.


" Iya, kemungkinan dua bulan lagi baru aku datang ke rumah orangtuanya Nayla untuk melamarnya. Doain ya semoga semuanya berjalan lancar." Jawab Arkha.


" Lama banget kenapa harus nunggu dua bulan." Tanya Ghaizan.

__ADS_1


" Nayla sendiri ada urusan yang harus berangkat ke Australia selama dua bulan dan setelah dia kembali baru aku akan melamarnya." Jelas Arkha.


" Semoga niat baik kamu di kabulkan oleh Allah SWT dan kamu bisa mempersunting Nayla." Doa Ghaizan.


" Amin." Jawab Arkha.


" Tapi nggak apa-apa Ghai, soalnya bakal Argha duluan yang bakal menikah." Lanjut Arkha yang langsung membuat Ghaizan kaget.


" Apa???." Teriak Breeze yang kaget mendengar kembarannya akan menikah. Breeze kecewa banget bagaimana dia tidak mengetahui perihal tersebut.


Arkha tahu Breeze kesal bagaimana dia tidak tahu prihal tersebut.


" Jadi wanita itu santriwati pesantren Al-Hikmah." Tanya Breeze.


Arkha mengangguk.


" Astaga aku harus nelpon Argha sekarang juga." Breeze pun pergi mengambil ponselnya. Setelah itu dia kembali lagi dengan membawa ponselnya dan duduk di samping sang suami.

__ADS_1


Breeze pun segera menelpon kembarannya melalui video call kepada salah satu kembarannya. Tak menunggu lama kembarannya pun langsung mengangkatnya dan menampakan wajahnya dengan penuh senyuman seakan tahu apa yang akan adiknya tanyakan.


" Assalamualaikum adik ku tersayang! Ada apakah adikku tersayang menelpon kakakmu yang ganteng ini." Sapa Argha.


" Walaikum salam, nggak usah basa-basi sekarang jelasin nggak pakai alasan." Ucap Breeze sambil menekuk kan wajahnya.


" Hehehe ... Santai aja kesayangan aku jangan manyun begitu jelek tahu." Goda Argha.


" Habisnya mas Argha nyebelin benget sih, ada berita besar tapi aku nggak di kasih tahu." Ujar Breeze yang kembali manyun.


" Oke... Oke .. aku kasih tahu tapi udah jangan cemberut."


" Ya udah sekarang buruan cerita.'


" Iya tapi aku mau tanya keponakan aku mana?." Tanya Argha.


" Jangan mengalihkan pembicaraan." Ucap Breeze yang sebal karena kembarannya berupaya mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


Sedangkan Arkha tertawa melihat keributan kedua kembarannya. Apalagi melihat kembaran perempuannya yang memanyunkan bibirnya karena merasa di anak tiri kan karena tidak di beritahu soal Argha melamar seorang gadis.


__ADS_2