
Hari ini Bunda Syera sengaja menjemput ketiga anaknya yang baru saja selesai ujian akhir. Bunda Syera mengendari mobilnya bersama putri bungsunya Saralee menuju ke sekolah.
Sampai depan sekolah ternyata masih lima menit lagi bel berbunyi. Namun sudah menunggu lebih dari Lima belas menit baru ketiga anaknya keluar dari sekolah.
Argha, Arkha dan Breeze langsung menghampiri mobil bunda begitu mereka melihat mobil bundanya sudah terparkir di depan sekolah.
" Assalamualaikum Bun." sapa mereka.
" Walaikum salam."
Argha meminta bundanya untuk duduk di kursi penumpang karena dirinya yang akan menyetir mobil milik bundanya.
" Bagaimana kalian bisa kan tadi ngerjain soalnya." tanya bunda Syera.
" Alhamdulillah kami bisa Bun, bunda doain aja nilai kami nanti memuaskan.' Jawab Akha mewakili kedua kembarannya.
" Sudah tentu, asal kalian tahu hampir setiap malam bunda tuh selalu mendoakan kalian tau." ucap bunda Syera.
" kakak tahu nggak, kalian yang ujian tapi bunda yang tegang tahu." timpal si bungsu Saralee.
__ADS_1
" Ya nama nya juga orang tua." jawab bunda Syera yang sebal dari tadi di ledekin si bungsu.
" Kita mau langsung pulang Bun." tanya Argha.
" Kita makan dulu ya Bun, adek lapar Bun." rengek Saralee.
" Iya Bun, Arkha juga lapar mau makan."
" Ya sudah terserah kalian mau makan dimana?."
" Mall aja ya Bun, soalnya aku mau sekalian cari sepatu." ucap Argha.
" Mas Arkha nanti gendut loh. nanti nggak sixpack lagi. Masa Mas Arkha kalah sama ayah, ayah aja sudah tua tubuhnya masih bagus." ucap Saralee yang melihat Arkha mengambil banyak makanan.
" Wah bunda, suaminya di bilang tua." ucap Breeze
" Emang ayah sana bunda udah keliatan tua apa? " ucap bunda Syera pura-pura ngambek.
" Bukan begitu maksud Sara, kak Zee nyebelin." Saralee langsung manyun karena di goda kakaknya.
__ADS_1
" hahaha..."
Setelah makan mereka langsung pergi ke toko sepatu karena Argha ingin mencari sepatu.
****
Malam ini kakaknya Sakti meminta semuanya berkumpul untuk makan malam di kediaman keluarga al-Fathir. Dan kini semuanya sudah berkumpul di ruang tengah.
" Sebelum kita makam malam Sakti ingin mengucapkan terima kasih sudah mau datang. Sebenarnya ada yang ingin Ghaizan sampaikan.Ayo zan." Ucap om sakti.
" Bismillahirrahmanirrahim.." gumam Ghaizan dalam hati.
" Maaf sebelumnya Ghai sudah membuat semuanya repot untuk datang ke sini. Mungkin nanti apa yang akan Ghai sampaikan membuat kalian kaget. Tapi Ghai sudah memendam ini cukup lama." Ghaizan memandangi semuanya.
" Om Sakti dan Tante Syera pada kesempatan ini Ghaizan ingin meminta izin untuk melamar Breeze untuk menjadi istri Ghaizan. " Tiba-tiba hening tak ada yang bersuara mereka tampak kaget.
" Mungkin kalian berpikir Ghai tak punya pikiran bagaimana bisa Ghai meminta sepupu sendiri untuk menjadi istrinya. Tapi bukannya Ghai dan Breeze sendiri tidak ada ikatan darah dan sah-sah saja kalau kami menikah." ucap Ghaizan.
Ayah Rayyan tampak bingung harus bagaimana! Ayah Rayyan menoleh ke Istrinya meminta pendapat. Dan istrinya menyerahkan sepenuhnya kepada ayah Rayyan.
__ADS_1
Karena istrinya menyerahkan keputusannya kepada dirinya. Ayah Rayyan akhirnya meminta pendapat ke yang paling tua yaitu kedua orang tuanya dan juga kakek dan neneknya. Beruntung kedua orang tua dari Oma khayra masih di berikan kesehatan dan umur yang panjang membuat mereka bisa melihat cicit mereka menikah.