
Tok...tok...
Rayyan pun membukakan pintu kamarnya.
" Ray kamu di panggil sama Deddy." Ucap Mommy khayra begitu pintu di buka.
Deddy Gibran memang sengaja memanggil anaknya karena Rayyan belum mengetahui kabar meninggalnya kakek dan neneknya Syera.
Rayyan pergi menemui Deddy Gibran sedangkan Mommy khayra masuk ke kamar anaknya sambil membawa nampan berisikan sarapan untuk menantunya.
" Sayang mommy bikin kamu Sarapan, kamu makan dulu ya." Ucap mommy Khayra memohon.
Syera yang melihat Mommy mertuanya sampai memohon, Syera pun akhirnya terpaksa makan yang di bawa oleh Mommy Khayra. Walaupun sebenarnya dia malas makan karena tak berselera.
" Mom, apa sudah ada kabar dari Zafran." Tanya Syera.
Mommy Khayra menarik napas lalu membuangnya perlahan.
" Sayang, kamu sayang nggak sama Ray." Tanya Mommy khayra.
" Sayang banget Mom."
" Kalau sama anak-anak kamu di dalam sini." Mommy Khayra mengelus perut menantunya.
" Jangan di tanya Mom mereka hidup Syera."
" Kamu nggak mau kan ada sesuatu yang terjadi dengan mereka."
" Nggak Mom."
" Mommy kepingin kamu itu kuat untuk mereka dan ingat banyak yang sayang sama kamu." Ucap Mommy khayra mencoba menguatkan menantunya.
" Mom, kakek dan nenek sudah nggak ada ya." Lirih Syera yang air matanya sudah jatuh.
Syera memang sudah punya firasat kepergian kakek dan neneknya.
" Iya kamu yang kuat ya sayang, sedih boleh tapi jangan sampai berlarut apalagi sampai kamu lalai dengan mereka di dalam sini." Kembali mengelus perut Syera. " Ikhlaskan mereka biar jalannya lapang. Dan jangan pernah merasa kalau kamu sendirian sepeninggalan kakek dan nenek. Karena sekarang ada Rayyan, Mommy, Deddy, opa, Oma dan yang lainnya yang sayang sama kamu dan kami itu juga keluarga kamu juga." Ucap Mommy khayra memeluk menantunya.
__ADS_1
" Iya Mom semalam kakek dan nenek datang dalam mimpi Syera dan mereka berpamitan sama Syera Mom. Mereka bilang Sye sudah banyak yang jaga dan ini saatnya kakek dan nenek yang menemani mama dan papa." Ucap Syera dengan suara bergetar tapi berusaha untuk kuat.
Rayyan yang habis menemui Deddy nya
langsung memeluk sang istri.
" Lebih baik kita siap-siap pergi ke pesantren karena Jenazah akan di bawa ke pesantren. " ucap Mommy khayra sebelum Pergi meninggalkan kamar anaknya.
Di pesantren al hikmah seluruh santri dan juga para pengajar serta keluarga Ndalem semua bersedih mendengar berita duka yang menimpah salah satu ustad dan ustadzah senior yang sudah mengabdi di pesantren Al hikmah puluhan tahun.
karena Jenazah nantinya akan dibawa ke pesantren, dan saat ini para santri sedang bergotong Royong menyiapkan tempat.
Pengumuman berita duka juga sudah disiarkan dari masjid pesantren.
Keluarnya al-Fathir juga sudah di jalan menuju pesantren di sepanjang perjalanan Rayyan terus saja menggenggam tangan Syera Rayyan berusaha untuk menguatkan sang istri.
Sampai pesantren ternyata sudah banyak para pelayat yang datang untuk takziah. Mommy Khayra meminta Rayyan untuk membawa Syera masuk ke dalam rumah kakek Azzam.
Mommy Khayra dan Deddy Gibran Serta kakek Azzam dan nenek Khadijah yang akan mewakilkan Syera untuk menyambut para pelayat yang datang.
*****
" Maaf pak Zafran kalau boleh tahu apa ada keluarga pak Zafran jadi korban dalam kecelakakan kerja ini." tanya Salah satu wartawan
" lya, pak." Timpal wartawan lainnnya.
" saya akan jawab tapi setelah itu biarkan saya masuk kedalam." Ucap Zafran
Setelah wartawan setuju Rayyan pun mulai bercerita.
" Iya benar Salah Satu kerabat kami yang kebetulan menaiki kereta tersebut. Mereka adalah kakek dan Neneknya Istrinya mas Rayyan. Dan keduanya menjadi korban
yang meninggal dunia. Saya mohon doanya
mereka di tempatkan di tempat yang terbaik di sisi Allah. Sudah ya Saya harus masuk dulu untuk mengurus Jenazah." Pamit Zafran.
Zafran pun langsung mengurus berkas-berkas untuk pemulangan jenazah.
__ADS_1
Iring-iringan ambulance yang membawa jenazah ustad Soleh dan ustadzah Jasmine. Sudah memasuki gerbang pesantren para santri dan juga pelayat sudah berjejer menyambut jenazah.
Begitu juga dengan Syera yang duduk di kursi roda di temani oleh suaminya yang berdiri di sampingnya.
Ambulance pun berhenti di depan masjid dan para santri berlomba untuk bisa membopong peti jenazah guru mereka.
Syera meremas kuat tangan suaminya saat kedua jenazah kakek dan neneknya di keluarkan dari ambulance dan di bawa masuk ke dalam masjid.
Rayyan pun membawa istrinya masuk kedalam masjid melihat jenazah kakek dan neneknya untuk terakhir kalinya. Syera juga mengaji di samping jenazah orang yang dia sangat Sayang. Dan kakek dan nenek adalah orang yang berjasa dalam dirinya karena mereka sudah membesarkan dirinya setelah kedua orang tua Syera sudah meninggal dari Syera kecil.
Karena kondisi Syera yang sedang hamil besar kak Dania mengajak Syera untuk duduk di pinggir agar Syera bisa menyenderkan punggungnya.
Rayyan sendiri mewakilkan sang istri untuk menyambut para pelayat yang ingin mengucapkan belasungkawa nya.
Karena bertepatan dengan shalat Jumat jadi kedua jenazah akan dishalatkan sehabis shalat Jumat. Syera sendiri sudah di bawa pulang ke rumah kakek Azzam.
Selesai dishalatkan kedua jenazah di bawa ke pemakaman milik pesantren yang tak jauh dari pesantren. Banyak pelayat yang mengantar kedua jenazah ke peristirahatan terakhir.
Rayyan ikut turun ke dalam liang lahat untuk mengadzani kedua jenazah. Mereka di makamkan berdampingan
Para pelayat sudah kembali lagi ke pesantren, dan Mommy khayra mempersilahkan para pelayat untuk makan siang yang sudah di siapkan. Mommy Khayra memang meminta beberapa restorannya untuk menyiapkan makan siang.
Rayyan yang sudah membersihkan diri setelah pulang dari pemakaman. Kini Rayyan menghampiri istrinya yang saat ini sedang istirahat di temani sang kakak.
Kak Dania pun langsung keluar kamar saat Rayyan masuk ke dalam kamar.
" Sayang kamu sudah makan." Tanya Rayyan sambil mencium kening istrinya.
" Sudah bang tadi makan di temani sama Shanum." Jawab Syera. " Abang sudah makan."
" Belum Abang baru pulang langsung bersih-bersih."
" Sye ambilin makan ya bang."
" Nggak usah nanti saja Abang ambil sendiri, Abang mau meluk kalian sebentar."
Mereka memutuskan untuk menginap karena malam harinya diadakan acara tahlilan bersama para santri dan juga warga sekitar. Mereka semua sungguh tak menyangka kalau ustad soleh dan ustadzah Jasmine pergi meninggalkan mereka bersamaan.
__ADS_1
Mommy Khayra yang melihat kisah cinta ustad Soleh dan ustadzah Jasmine selalu bersama hingga ajal menjemput. Mommy Khayra jadi ingat dimana dulu sang kakek Muhammad Ibrahim meninggal dunia dan selang berapa jam neneknya ikut menyusul sang kakek.