
Sampai di dalam kamar ghaizan membantu istrinya untuk melepaskan hiasan yang ada di kepalanya walaupun breeze memakai hijab. Setelah itu Breeze berjalan ke kamar mandi untuk mengganti baju pengantinnya. Tapi breeze tampak kesusahan untuk menurunkan resletingnya, Breeze pun memanggil suaminya untuk membantu.
" Mas ghai, Zee boleh minta tolong nggak?." Teriak Breeze dari dalam kamar mandi.
Ghaizan yang sedang main ponsel mendengar istrinya memanggil, ghaizan pun langsung meletakkan ponselnya dan pergi menghampiri istrinya.
" Ada apa sayang?." Tanya ghaizan.
" Ini mas, Zee minta tolong Zee kesulitan menurunkan resleting bajunya."
Ghaizan pun berjalan mendekati istrinya dan membantu menurunkan resletingnya.
Saat resletingnya sudah di turunkan dan terpampang lah punggung mulus dan putih istrinya. Ghaizan pun menelan Saliva nya, hasratnya tiba-tiba muncul tapi segera di tepisnya.
" Mas sudah belum." Tanya Breeze yang merasa suaminya hanya diam saja.
" Hah, I...iya sudah." Ghaizan salah tingkah.
Ghaizan pun langsung keluar dari dalam kamar mandi. Begitu sudah berada di luar detak jantung ghaizan berdetak tak beraturan.
Tak lama ponsel Ghaizan berdering dan ghaizan pun langsung mengambil ponselnya ternyata temannya yang menghubungi. Mereka menghubungi karena ingin pamitan dan ghaizan pun izin dengan istrinya untuk menemui temannya dulu.
__ADS_1
Ghaizan pun langsung menuju ke lantai bawah tempat resepsinya tadi untuk menemui teman-temannya.
" Nih ini dia."
" Pak sudah ngilang aja udah nggak sabaran mau unboxing ya."
" Kalian kaya nggak ngerti aja."
Sedangkan ghai hanya diam saja tak menanggapi omongan teman-temannya
Ghaizan pun duduk di samping temannya yang cukup dekat dengan dirinya.
" Ghai, emang benar ya Loe nikah sama sepupu Lo sendiri ya kok bisa." Tanya salah satu senior Ghaizan.
" Gibran al-Fathir itu opa aku." Jawab Ghaizan santai.
Dan membuat teman-temannya kaget.
" Wow, nggak nyangka selamA ini kita berteman dengan cucu konglomerat."
" Terus mertua loh Rayyan al-Fathir."
__ADS_1
" Om rayuan itu anaknya opa Gibran."
" Berarti orang tua Loe sama mertua Loe kakak beradik dong."
" Iya bokap gue sama ayah mertua gue memang adik kakak. Cuma bokap gue hanya anak angkat opa Gibran dari bokap gue masih SD di Jepang." Jawab Ghaizan.
" Bokap Loe orang Jepang."
" Bukan, bokap gue orang Indonesia dulu kedua orang tua bokap gue kerja dan tinggal di Jepang. Ayahnya bokap gue kerja di perusahaan mamanya opa Gibran."
" Kedua orang tua bokap gue meninggal karena kecelakaan karena bokap gue sama adiknya sudah nggak punya siapa-siapa lagi. Akhirnya opa Gibran mengadopsi bokap gue sama adiknya bokap. Dan bokap gue beruntung diadopsi oleh keluarga al-fathir karena mereka nggak pernah membedakan antara anak angkat dengan anak kandung." Cerita ghaizan.
Teman-temannya Ghaizan pun paham bahkan mereka merasa ghaizan cukup beruntung.
Mereka pun mengobrol lumayan lama, sampai akhirnya teman-temannya pun pamit pulang. Dan ghaizan pun kembali ke kamarnya
***
Sepeninggalnya Ghaizan dan breeze dari tempat resepsi pernikahan mereka. Oma Khayra langsung menghampiri anak dan menantunya.
" Ray, ghai sama Zee mau kemana?." Tanya Oma Khayra.
__ADS_1
" Oh itu mom, kakinya Zee merah karena kelamaan berdiri pakai sepatu tinggi. Jadi Ray suruh ghai bawa Zee istirahat ke kamar aja. Lagian tamunya juga udah tinggal sedikit." Jelas Rayyan.
" Oh ya udah kalau gitu Mommy ke opa lagi." Ucap Oma Khayra pergi menghampiri suaminya.