Rayyan

Rayyan
87. syukuran pindahan keluarga pakde


__ADS_3

Dua minggu kemudian


sudah menempati rumah milik Rayyan hari ini pakde dan bade


mengadakan Syukuran. Syera  datang bersama suami dan juga ke empat anak nya pergi ke tempat pakde dan bude nya. Tapi sebelumnya kami mampir ke toko kue miliknya. Sebelumnya Syera sudah meminta karyawan untuk menyiapkan empat macam kue yang salah satunya kue kesukaan pakde nya.


Sampai sana ternyata sudah


ramai dan di sana juga ada berapa saudara yang menurut pakde mereka Saudara Jauh karena syera baru pertama kali Syera melihat mereka.


Setelah berkenalan Syera lebih memilih untuk mengobrol dengan Flora. Bukannya Syera nggak mau ngobrol dengan mereka yang katanya saudara jauh. Tapi kok Syera nggak begitu nyaman, begitu juga dengan suaminya juga memilih ngobrol dengan dewa. Sedangkan anak-anaknya mereka memilih sibuk masing-masing dengan ponsel mereka untuk bermain game.


Selesai pengajian selamat tempat usaha pakde, pakde dan bude pun mengajak kami untuk makan bersama.


Saat kami makan tiba-tiba ada salah satu dari saudara jauh yang bernama bude mut angkat bicara.

__ADS_1


" Syera kamu kan menantu keluarga al-Fathir boleh kali suami kamu ngasih kerjaan ke Widuri anaknya bude di perusahaan suami kamu." Ucap bude Mut.


Syera yang sedang makan langsung mengangkat wajahnya melihat ke arah bude mut. Setelah itu Syera mencoba melirik ke arah suaminya melihat bagaimana reaksinya. Syera bisa melihat dari wajah suaminya biasa saja masih santai menikmati makanannya.


" Memang Widuri lulusan sarjana apa?." Tanya Syera.


" SMA tapi nggak lulus soalnya dia di keluarin dari sekolah." Jawab bude mut tanpa beban.


Syera mengerutkan keningnya sambil saling lihat-lihatan sama flora, bude Mitha, pakde ,dewa dan juga suaminya.


" Kok kamu langsung bilang nggak bisa emang itu perusahaan kamu. Bilang aja kamu pelit nggak mau Widuri kerja di sana. " Jawab bude mut ketus.


" Bukan begitu bude ta.."


" Alah emang dasarnya kamu itu aja pelit, kamu pasti takut kan kalau suami kamu itu kepincut dengan Widuri." Ucap bude Mut penuh percaya diri.

__ADS_1


Syera yang mendengarnya hanya memutar bola mata malas.


" Jangan kamu kira saya nggak tahu dulu suami kamu itu nikahi kamu itu cuma karena dia kasihan sama kamu yang di tinggal nikah sama calon suami kamu yang lebih memilih menikahi wanita lain. Harusnya tuh kamu ngaca lihat diri kamu biasa aja makanya calon suami kamu yang dulu memilih wanita lain." Ucap bude Mut yang mencibir Syera.


Syera hanya diam saja.


" Jangan merasa kamu sudah jadi menantu keluarga al-Fathir tapi derajat kamu nggak ada apa-apa sama saya. Anak yatim piatu aja belagu." Lagi-lagi bude mut terus merendahkan Syera.


*


" Nenek ini sebenarnya siapa sih? kok dari aku lihat nenek ini nggak suka banget sama bunda aku. Emang bunda aku punya salah apa sih." Breeze yang sedang duduk anteng menikmati makannya bersama kembarannya dan juga adiknya Langsung berdiri lalu menghadap ke bude mut. karena dari tadi Breeze mendengar bundanya terus saja di hina.


" Eh, anak kecil jangan suka ikut campur, tapi susah sih kalau ibunya kaya gitu sudah pasti anaknya pasti akan menuruni. Nggak punya sopan santun, emang nggak di ajari sopan santun ya." ucap bude Mut.


" Zee duduk, nggak boleh ngomong begitu sama orang yang lebih tua."

__ADS_1


__ADS_2