Sad Boy With Gadis Tomboy

Sad Boy With Gadis Tomboy
kolong jembatan


__ADS_3

Dan aku baru tau dari sisi baik mu, yang diam-diam aku mengikuti mu. Di bawah kolong jembatan, bersama anak jalanan.


.


.


.


.


Kegiatan yang di lakukan Dhira tanpa sepengetahuan orang lain termasuk teman temannya.


Tidak menguntit hanya saja Revan merasa penasaran karena Dhira menolaknya saat di ajak jalan. Anggaplah sama saja bukan, apa yang di lakukan Revan saat ini mengikuti Dhira dengan menaiki motor sportnya.


Ya Revan sangat begitu penasaran saat itu kemana Dhira akan pergi, hingga dia memilih pulang kerja setengah hari dan menyerahkan semua pekerjaannya pada Rizal asistennya.


Sungguh nasib menjadi asisten yang selalu menjadi korban keganasan bos yang sedang mulai jatuh cinta.


Seperti seorang detektif yang sedang mengintai tersangka saat dia belum juga beranjak pergi dari cafe.


Menunggunya sedikit lama di sebrang jalan hingga dia melihat Dhira keluar dari cafe dan akan menaiki motornya.


Memakai helm dan menaiki motor sport saat Dhira sudah menjalankan motor maticnya, mengikuti dari belakang dan sedikit jauh agar Dhira tidak curiga dengannya.


Berhenti sebentar di swalayan, hingga menunggunya lagi. Sedikit mengerutkan kening saat Dhira keluar dari swalayan dengan membawa dua kantong plastik besar dan entah itu untuk apa.


mengikutinya lagi hingga begitu jauh dan berbelok arah di sebuah jembatan layang yang tidak terlalu ramai, menelusuri jalanan yang sempit dan tidak tidak beraspal.


hingga tepat berhenti di pinggir sungai bawah jembatan layang yang sedikit kumuh dengan pemukiman orang yang tidak mempunyai tempat tinggal.


Berjalan dengan tersenyum membawa dua kantong plastik di tangannya mengarah tepat di bawah kolong jembatan hingga di sambut senang oleh beberapa anak kecil yang berlari dan memeluknya dengan mengitari tubuh Dhira.


melihat Dhira yang begitu senang dan tertawa saat enam anak mengitari dan memeluknya. mereka seperti anak jalanan yang menunggu Dhira di bawah kolong jembatan.


duduk berlesehan dengan alas terpal yang lebar, terdapat rak lemari kecil serta papan tulis putih bersandar di tembok jembatan layang.


Enam anak yang duduk dengan rapi di meja lipat dengan di atasnya terdapat buku serta tempat pensil.


Masih sama melihatnya dari kejauhan dan tidak ingin Dhira tau apa yang dia lakukan sekarang.


Tersenyum saat Dhira mengajari anak jalanan belajar, dia seperti guru saat menerangkan tulisan yang berada di papan tulis.

__ADS_1


Kini dia tau sisi lain dari diri Dhira selain balap motor dan bekerja di cafe, dia adalah wanita yang suka relawan mengajar anak jalanan yang tidak mempunyai biaya untuk sekolah di gedung.


Mengerutkan kening saat ada gadis remaja sekitar berumur dua belas tahun menghampirinya.


" Om, di suruh ke sana sama kak Dhira." ucap gadis itu dengan menunjuk ke arah Dhira yang sedang menatapnya dari kejauhan.


Apa dia tau aku mengikutinya.?" gumam Revan dalam hati dengan menatap Dhira.


Mengangguk kecil dan mulai turun dari motor, berjalan di belakang gadis remaja yang menuntunnya untuk berhadapan dengan Dhira.


" Tolong bagikan itu ya, dan saling berbagi." ucap Dhira saat gadis itu menghampirinya, mengangguk tersenyum saat Dhira memerintahkannya untuk membagikan dua kantong plastik besar yang berisi makanan ringan pada anak jalanan.


Menghampiri Revan yang berdiri tidak jauh dari tempatnya, menatapnya dengan tajam saat Revan tersenyum.


" Kenapa kau mengikuti ku.?" tanya Dhira dengan dingin.


" Kau tau.?" tanya balik Revan.


" Ya saat aku berada di swalayan dan melihat mu sedari tadi mengikuti ku." kata Dhira. " kenapa.?" tanyanya.


" Hanya ingin tau dan sedikit penasaran saat kau menolak ajakan jalan dari ku.?" jawab Revan dengan santai serta jujur.


" Sekarang kau sudah tau apa yang aku lakukan.?" kata Dhira dan di anggukkan oleh Revan.


" Kau mengusir ku.?"


" Iya, karena orang kaya tidak seharusnya berada di sini." jawab Dhira, membuat Revan tersenyum dan mengerti apa yang di ucapkan Dhira.


Tidak mempedulikan ucapan Dhira, Revan berjalan ke arah enam anak jalanan yang sedang menikmati snack yang mereka makan dengan lahap dan saling bertukar makanan hanya untuk mencoba snack yang tidak sama dengannya.


Duduk berlesehan dengan enam anak yang sedang makan dan menatapnya dengan tersenyum tulus saat Ravan tersenyum dan menyapanya.


Menatap Revan membuat Dhira sedikit tersenyum dan tidak marah akan apa yang dia lakukan sekarang, duduk bersama dengan enam anak jalanan dan tertawa bersama saat Revan bercerita.


Entah lah kenapa Dhira merasa senang saat Revan tidak mau pergi dari sini dan dia malah ikut bergabung dengan enam anak jalanan.


Duduk berhadapan dengan Revan, melihat Revan yang memangku anak lelaki sekitar umur lima tahun dengan memakan lahap snacknya.


Melihat interaksi Revan yang tertawa dan gampang berbaur dengan enam anak jalanan dan tidak mempedulikan statusnya yang kaya serta rasa jijik saat berdekatan dengan mereka.


Cukup lama dua orang dewasa menghabiskan waktu Bersama anak jalanan hingga senja akan tiba.

__ADS_1


Mengakhiri pertemuan mereka dengan mengucap " Sampai bertemu lagi." dan berjalan dengan rapi untuk menyalimi Dhira dan Revan.


Membersihkan semua peralatan belajar dan merapikannya di bantu oleh Revan, menaruhnya di atas rak lemari kecil dam tersenyum saat sudah selesai.


" Terima kasih." ucap Dhira, hanya mengangguk dan tersenyum.


" Mau kemana lagi.?" tanya Revan.


" Mau pulang. Kau mau mampir ke rumah.?" ajak Dhira.


" Boleh." jawab Revan dengan tersenyum saat Dhira mengajaknya untuk ke rumah dia.


Sore yang sudah mulai menggelap mereka masih dalam perjalan pulang menuju rumah Dhira dengan Revan yang mengikutinya dari belakang.


Sampai di rumah Dhira dengan malam hari, bik Minah membukakan pintu pagar saat mendengar suara klakson motor Dhira, menaruh motornya serta motor arzan untum masuk ke dalam halaman yang tidak terlalu luas.


Di sambut senang oleh Alex di depan pintu saat mendengar motor Dhira masuk dan dia juga begitu senang saat melihat Revan bersama Dhira.


" Terima kasih bik.?" ucap Dhira saat berada di depan bik Minah.


" Sama sama non.?" jawab bik Minah dengan tersenyum.


" Malam bik Minah." sapa Revan dengan ramah yang berada di belakang Dhira.


" Malam den Revan." jawabnya dengan tersenyum.


" Dhila.?" sapa Alex dan menghampiri adiknya dengan senang.


" Dhira sudah menepati janji kan untuk pulang lebih awal.?" ucap Dhira dan di anggukkan Alex dengan tersemyum lebar.


" Hay Brother." sapa Revan pada Alex dengan tangan mengepal ke arah alex.


" Levan." jawab Alex senang dan membalas kepalan Revan dengan saling beradu kecil, seperti bersalaman anak remaja.


Melihat ke akrapan Revan dengan kakaknya membuat Dhira tersenyum dan senang saat Alex mempunyai teman baru.


" Mas Alex belum makan? katannya nunggu Non Dhira." adu bik Minah.


" Oh iya.?" ucap Dhira dengan berpura pura sedikit terkejut, Alex hanya mengangguk.


" Ya sudah ayo kita masuk dan makan malam bersama." ajak Dhira di anggukkan senang serta berjalan bersama bik Minah terlebih dahulu

__ADS_1


" Ayo.?" ajak Dhira pada Revan untuk masuk ke dalam rumah dan makan bersama dengannya.


mengangguk serta tersenyum dan mengikuti Dhira di belakangnya. Dan ini ke dua kalinya Revan ke rumah Dhira.


__ADS_2