Sad Boy With Gadis Tomboy

Sad Boy With Gadis Tomboy
Kangen


__ADS_3

Dia akan kembali, dan aku percaya itu. Walau kenyataannya akan berubah.


.


.


.


.


Mereka pikir jalan berpisah adalah jalan terbaik, tapi nyatanya salah. Justtu itu membuat mereka semakin menderita dan merubah sifat mereka menjadi dingin dan pendiam.


Hampir tiga bulan mereka tidak bertemu dan tidak ada komunikasi walaupun mereka masih menyimpan nomer kontak.


Tiga bulan mereka menyibukkan diri dengan kerja dan kerja, agar tidak terlalu memikirkan mantan kekasih terindah. tapi sayang sesibuk apapun mereka mencoba untuk tak memikirkannya, tetap hati kecil mereka merindukannya dan diam-diam mereka masih melihat foto dalam galeri dan berbagai chat dulu sering mereka tulis dan saling memberi kabar serta perhatian


Nyatanya mereka masih cinta, tapi ego terlalu besar untuk mengalah dan menerima kenyataan. Kenyataan bahwa mereka saling merindukan dan menginginkan kembali bersama.


Malam ini Dhira memilih untuk berkeliling kota dengan mengendarai motornya sendiri tanpa adanya teman. Berkeliling jalan kota malam yang mulai sepi dan jarang sekali ada pengendara.


Cukup lama Dhira berkeliling hingga dirinya di berhentikan oleh dua motor dengan empat orang dan membawa senjata tajam.


Mengerutkan keningnya saat ia melihat segerombolan begal sedang menghadangnya dan dua di antaranya menghampiri Dhira serta menodongnya dengan sebilah pisau.


" Turun.!" Perintah begal satu, Dhira pun turun dan mengambil kunci motornya setelah menguncinya.


" Berikan kunci motornya." Perintahnya lagi dengan menodong pisau ke hadapan Dhira.


Dhira yang di todong pun tak tinggal diam, dirinya terdiam sebentar sebelum akhirnya Dhira mulai melawan dengan menendang tangan bagal itu hingga membuat pisaunya terjatuh.


Melihat temannya yang di tendang oleh Dhira, mereka pun mulai turun dari motor dan mulai menghampirinya serta mulai menyerang Dhira.


Empat lawan satu, dan mereka tidak tau jika yang mencoba melawan adalah seorang wanita karena Dhira masih mengenakan helmnya.

__ADS_1


Dari kejauhan, ada mobil yang melihat perkelahian antara empat orang lawan satu, berhenti sedikit menjauh dan mencoba untuk ikut membantu orang memakai helm yang sedang memegangi lengannya akibat sabetan celurit.


Berlari secepat mungkin dan menendang begal yang akan mencoba lagi melukai orang yang memakai helm. Sedikit seimbang tiga lawan empat, empat begal mulai menyerah kala tiga orang yang di lawannya ternyata kuat berkelahi hingga mereka memilih mundur dan kabur tanpa mempedulikan senjatanya yang tergeletak di mana-mana.


Dhira yang merasa lelah dan kesakitan akibat lengannya yang terluka dan mengeluarkan begitu banyak darah, serta pandangan yang mulai kabur pun membuatnya mulai oleng, dan akan jatuh kebelakang jika tangan kekar itu tidak menangkapnya.


Membulatkan mata saat pria itu tau siapa yang ia tolong, membuka helmnya dan begitu terkejut akan benar tebakannya.


" Dhira.!" lirihnya, saat menangkap tubuh gadis yang dia rindukan selama ini.


" Dia pingsan pak." Ujar asistennya ketika menghampiri Bos dan tubuh gadis yang ada di dekapan Bosnya


Meraba saku jaket hoody Dhira, menemukan kunci motor Dhira dan melemparkannya pada Asistennya, membuat asistennya dengan cepat menangkapnya serta memicingkan mata kala melihat bosnya menggendong tubuh gadis itu dengan khawatir.


" Telpon dokter pribadiku, suruh datang ke rumah secepatnya." Perintah bosnya dan berlari ke arah mobil di ikuti Asistennya dari belakang serta membukakan pintu depan saat mereka sudah sampai di samping mobil.


Menaruh tubuh Dhira di kursi depan, mengambil sapu tangan yang ada di sakunya dan melilitkannya di lengan Dhira yang masih mengeluarkan darah.


" Dan aku ingin kau urus empat begal yang menyerang gadis ini." Ujarnya lagi sebelum dia beranjak masuk ke dalam mobilnya. Hanya mengangguk dan segera mengambil ponselnya untuk menghubungi dokter pribadi Bosnya.


Revan, ya! ini pertama kali selama tiga bulan dia bertemu dengan kekasihnya dengan keadaan yang sangat membuatnya khawatir. kala ia baru mengetahui yang Revan tolong dari para begal adalah mantan kekasihnya, mantan yang ia rindukan selama tiga bulan ini.


Membawa Dhira ke rumah pribadinya dan begitu sampai dirinya pun langsung menggendong tubuh kekasihnya untuk masuk ke dalam rumahnya.


Dokter pribadi Revan yang sudah tiba terlebuh dulu dan menunggunya di ruang tamu dengan sigap dokter pun berdiri dan berlari kecil mengikuti Revan dari belakang menuju kamar yang berada di lantai dua.


Membaringkan tubuh Dhira di ranjangnya, menyuruh satu pembantu untuk membukakan jaket hoody Dhira dan memperlihatkan luka di lengannya.


Dokter pun mulai menangani luka Dhira yang beruntung tidak terlalu dalam. memeriksa tubuh Dhira yang masih pingsan hingga dokter memberikan resep pada Revan.


" Gadis ini kelelahan, kemungkinan sedikit stes akibat tertekan pekerjaan dan beruntung lukanya tidak terlalu dalam." Ucap Dokter. " Ini resep obatnya dan di minum dengan teratur." Ujarnya lagi, Hanya mengangguk dan kembali menatap Dhira yang berbaring di ranjang.


" Kalau begitu saya permisi pak Revan." Pamit Dokter.

__ADS_1


" Iya, terima kasih." Jawab Revan dan di anggukkan dokter pribadinya dengan tersenyum.


Menyuruh Art rumah untuk membelikan obat dan memberikan uang padanya sebelum pergi dari kamarnya.


Mendekat dan duduk di samping Dhira yang memejamkan mata dan terlihat pucat. Mengusap lembut pipi Dhira dan kembali memegang tangan Dhira serta menciumi telapak tangannya.


" Aku kangen kamu Dhir.!" Ucap Revan dengan mata yang berkaca-kaca.


Berjalan memutar ranjang dengan dirinya yang mulai naik di ke atas ranjang dan menggeser tubuhnya untuk mendekat ke tubuh Dhira dan memeluknya dari samping, memejamkan mata tak peduli esok hari Dhira akan marah kepandanya. Yang terpenting malam ini dirinya ingin tidur bersama kekasihnya untuk mengurangi rasa rindunya yang selama ini dirinya pendam.


Bukan di pagi hari Dhira terbangun, satu jam setelah Revan tertidur Dhira pun mulai membuka mata dengan perlahan, merasakan berat di perutnya hingga dirinya membulatkan mata saat mendapati tangan kekar sedang memeluk perutnya.


Melihat ke samping dan terkejut mendapati mantan kekasihnya yang ada di sampingnya sedang tertidur lelap dengan memeluknya.


Revan ada di sampingnya, dan kembali lagi dengan menatap seluruh ruangan yang ternyata bukan kamarnya. Serta mengingat kembali kenapa dirinya bisa bersama Revan, teringat jika dirinya sedang berkelahi dengan empat begal dan di tolong oleh dua pria yang ikut membantunya. Dan kini dirinya mengerti jika Revanlah yang menolongnya dan membawanya entah kemana.


Menatap kembali ke arah Revan, melihat wajah Revan yang sedikit kusut dan sedikit kurus, Memiringkan badannya untuk melihat lebih jelas melihat wajah Revan dengan posisi mereka yang sekarang berhadapan dan sangat dekat dengan Revan yang masih memeluk pinggang ramping Dhira.


Entah keberanian dari mana Dhira mengusap lembut wajah Revan yang sedikit mulai tumbuh bulu-bulu halus di bagian rahang, wajah yang kusut dan rambut yang sedikit panjang seperti bukan dia yang dulu.


Sedikit berubah benar-benar bukan seperti mantan kekasih yang dulu selalu berpenampilan bersih dan tampan serta tampan. Mengusap kembali wajah kekasihnya dan mengecup bibirnya sekilas.


" Aku kangen kak." Ucap Dhira lirih dengan tersenyum dan membenamkan wajahnya di dada Revan serta memejamkan mata, menikmati malam ini tidur bersama dengan mantan kekasihnya untuk mengurangi rasa rindu padanya. Entah esok hari dirinya bisa seperti ini lagi atau tidak.


Terkejut dan sedikit tersenyum kala Revan mendapatkan sentuhan dan ciuman dari Dhira serta Dhira yang tertidur dengan membenamkan wajahnya di dadanya.


Revan terbangun tapi tetap dengan memejamkan mata kala ia merasakan tubuh Dhira yang bergerak dan mengusap-usap pipinya serta mengecup bibirnya sekilas. sungguh rasanya ia ingin sekali bangun tapi dirinya takut jika Dhira akan pergi saat melihatnya membuka mata. Rasanya senang saat Dhira mengucapkan rindu padanya, hingga dirinya memeluk pinggang Dhira dengan lembut dan menggesernya untuk semakin dekat hingga tak ada jarak dan kembali untuk tidur bersama dengan kekasihnya.


.


.


.

__ADS_1


.🍃🍃🍃🍃


__ADS_2