Sad Boy With Gadis Tomboy

Sad Boy With Gadis Tomboy
supermarket


__ADS_3

Apa aku sudah mulai suka dengan seorang wanita. yang diam-diam dia sudah mencuri perhatian ku untuknya.


.


.


.


.


Berjalan bersama di taman kota, dengan mengawasi Alex yang berjalan terlebih dulu di depan karena dia begitu semangat saat sudah tiba di taman.


Ini pertama kali selama tiga tahun alex tidak pernah keluar bersama Dhira ke taman, bukan Dhira tidak mau hanya saja Dhira masih sibuk dengan pekerjaannya.


Karena cafe di hari sabtu dan minggu selalu ramai hingga itu Dhira tidak pernah mengajaknya untuk ke taman.


Menyentuh lengan Dhira dan merapatkan tubuhnya untuk lebih mendekat dengannya, hingga Dhira sedikit terkejut dan melihat lengannya yang di sentuh Revan serta mendongak sedikit untuk menatap Revan yang melihat ke depan menatap Alex dengan tersenyum.


" Jangan jauh-jauh nanti ke tabrak orang." ucap Revan.


" Modus." jawab Dhira dan memukul tangan Revan untuk melepaskan rangkulannya.


melepaskan tangannya dari lengan Dhira, tapi tangan itu berpindah lagi ke dalam lima jari Dhira untuk di genggamnya erat-erat.


" Kak.!" pekik Dhira dan berhenti karena merasa terkejut.


" Biar bocil ku enggak hilang." jawab Revan membuat Dhira mengerucutkan bibir dan mengikuti Revan yang berjalan di depannya dengan masih memegang tangan Dhira.


Mengikuti Alex yang sedang melihat anak laki-laki bermain bola.


" Kamu mau main." tanya Revan membuat Alex mengangguk tanpa menatapnya, karena dia masih melihat anak laki-laki bermain bola.


" Mau main bola bersama.?" ajak Revan hingga sukses membuat Alex menatapnya dan mengangguk cepat serta tersenyum.


Melepaskan tangan Dhira yang menatapnya dan tersenyum mengangguk untuk mempercayainya.


berjalan bersama Alex dengan menghampiri anak laki-laki yang yang sedang bermain bola untuk meminta bergabung dengan mereka.


Senang saat mereka mau menerima Alex untuk bergabung bermain bola bersama.


Menatap dari jauh saat kakaknya bermain bola dengan gembira dan tertawa, tersenyum saat melihat kakaknya berlari mengejar bola dan menggiringnya saat mendapatkan bola untuk mencetak goll lawannya.


Rasanya lama sekali ia tidak melihat kakaknya tertawa lepas dan segembira saat ini, bermain bola dengan banyak teman.


Teringat Ayah yang selalu mengajaknya ke taman saat hari libur dan meluangkan waktunya untuk putra dan putrinya.


Mata yang mulai menggenang saat mengingat Ayah serta terharu melihat kakaknya tertawa gembira saat ini.


Menundukkan kepala untuk menghapus air mata yang akan jatuh, dan melihat kaki yang ada di hadapannya sekarang.

__ADS_1


Mendongak untuk menatapnya dan tersenyum saat Revan ada di hadapannya.


" Kamu menangis.?"kata Revan


" Tidak." jawab Dhira. " Kamu sudah selesai mainnya." tanya Dhira.


"Hmm. Capek." jawab Revan dan duduk di sebelah Dhira.


Sebenarnya Revan tidak lelah hanya saja ia ingin duduk menemani Dhira saat melihat Dhira yang menundukkan kepala mungkin Revan tau jika Dhira menangis.


" Terima kasih kak." ucap Dhira dengan menatap Revan.


" Terima kasih untuk apa." tanya Revan.


" Terima kasih sudah mengajak kak Alex ke taman." jawab Dhira.


" Cuma terima kasih saja nich.?" kata Revan, membuat Dhira mengerutkan keningnya.


" Ih.!enggak iklas." seru Dhira membuat Revan tertawa.


" Dhila.?" sapa Alex saat menghampiri mereka.


" Sudah puas kak mainnya.?" tanya Dhira dan di anggukkan oleh Alex.


" Minum.?" pinta Alex.


" sekalian pulang ya kak, sudah siang ini.?" ajak Dhira.


" Ayo pulang." ajak Dhira pada Revan.


" Enggak mau makan dulu." kata Revan pada Alex.


" Enggak, di lumah saja." jawab Alex dengan menggelengkan kepala.


" Hmm, ya udah kalau gitu kita mampir ke supermarket saja." ucap Revan dan di anggukkan cepat oleh Alex.


Berjalan bersama, dengan Dhira yang ada di tengah. Menggenggam tangan Dhira untuk melangkah bersama, merasakan kesenangan di hari libur saat bersama wanita yang sudah membuat hatinya terbuka kembali.


Menatap Revan yang juga menatapnya dengan tersenyum saat celah jarinya merasa penuh. Membalas genggaman tangan Revan dengan tidak menatapnya membuat sang pemilik tangan semakin tersenyum saat mendapatkan balasan dari wanita di sebelahnya.


Dhira pikir Revan mengajaknya ke mini supermarket ternyata Dhira salah, Revan mengajak dia dan Alex ke supermarket yang besar dan lengkap.


mengajak Alex memilih mainan apa yang dia suka dan menyuruhnya untuk mengambil makanan yang dia ingin kan tanpa harus meminta ijin pada Dhira. Karena Revan akan mentraktir Alex.


"Kamu yakin akan mentraktir kak Alex?" tanya Dhira.


" Iya, kenapa.?" tanya Revan.


" Enggak akan menyesal.?" tanya Dhira lagi.

__ADS_1


" Enggak." kata Revan dengan tegas.


" Oke baiklah." jawab Dhira dengan tersenyum dan berjalan menghampiri Alex serta membisikkan sesuatu di telinga kakaknya.


Mengerutkan kening saat menatap adik kakak yang saling berbisik dan tersenyum hingga Revan mulai was-was merasakan hal yang akan membuatnya terkejut.


Dhira mengambil trolly dan berjalan bersama dengan Alex, mengikuti dari belakang saat adik kakak sedang asik memilih barang yang akan di beli dengan sekali kali mengecek ponselnya.


Terlalu asyik dengan ponsel hingga Dhira sudah selesai dengan barang belanjaan dan menghampiri Revan.


" Kak, kita sudah selesai." ucap Dhira dan membuat Revan beralih menatapnya.


" Sudah.!" tanya Revan karena tidak melihat barang belanjaan Dhira.


" Iya sudah, tu kak Alex sedang ngentri ke kasir." kata Dhira dan memperhatikan Alex yang sedang mengantri di depan kasir dan melihat satu penuh tolly belanjaan Dhira dan Alex.


menatap Dhira dengan tatapan tidak percaya akan apa yang di lakukan adik kakak saat berbelanja dan memilih makanan ringan yang begitu banyak.


" Kamu mau jualan.?" kata Revan.


" Enggak." dengan menggelengkan kepalas." kenapa kak keberatan ya?" ujarnya lagi


" Enggak juga tu." ucap Revan santai


" Ya sudah ayo bayar." kata Dhira dengan menahan senyum.


Merangkul bahu Dhira serta beralih mengapit lehernya, membuat Dhira memekik saat lehernya diapit oleh Revan dengan lengannya.


" Ih, kepasin kak.!" seru Dhira " ketiak kamu bau." ujarnya lagi saat kepala Dhira di piting oleh Revan.


" Enggak bau ya.! jawab Revan. " Siapa sih yang ngajarin kamu matrek gini.!" ucap Revan dengan mengacak rambut Dhira.


" Aku Enggak matrek tau.!" seru Dhira.


"Terus.?"


"Sayang aja kalau ada yang mentrakhir kita tolak, dan tidak memanfaatkannya." ujar Dhira dengan tersenyum.


" Tu sama saja." dengan menggelengkan kepala.


" Beda lah kak." ucap Dhira " Sudah sana bayar! jangan bilang ya kalau enggak ada uang."


" Patungan Bocil.!" kata Revan dengan tersenyum, membuat Dhira membulatkan mata saat Revan mengajaknya patungan untuk membayar barang belanjaan Alex dan dirinya.


.


.


.

__ADS_1


.🐨🐨🐨🐨


Maaf atas keterlambatannya.


__ADS_2