Sad Boy With Gadis Tomboy

Sad Boy With Gadis Tomboy
pagi yang menghangatkan


__ADS_3

Saat aku membuka mata dari mimpi yang indah, aku berharap semuanya akan menjadi menjadi kenyataan.


.


.


.


.


Sinar matahari yang masih malu-malu untuk memancarkan sinarnya dan ingin menembus celah gorden pun belum bisa ia masuki. Tapi seorang gadis lebih dulu terbangun dan masih dengan posisi yang semalam, tidur dalam pelukan Revan yang terlelap begitu damai hingga terdengar dengkuran halus dan nafas yang teratur.


Pertama kali mendengar Revan mendengkur dan terlelap begitu dalam, seperti dia yang merasa lelah karena terlalu sibuk bekerja hingga melupakan kesehatan dan penampilannya. Bukan terlalu sibuk bekerja juga, tapi juga terlalu sibuk memikirkan mantan kekasihnya yang sangat membuat hidupnya menjadi sedikit kacau.


Menatap dalam wajah Revan dan memberikan kiss morning untuk mantan kekasihnya, dan ini memang bukanlah mimpi. Ini kenyataan bahwa semalam dirinya tidur bersama mantan kekasih yang membuat dirinya juga tersakiti sendiri lantaran meminta putus dengannya.


" Wajah kamu kenapa sedikit kusam dan tidak terawat, Apa pekerjaan kamu terlalu banyak kak." Ucap Dhira sambil menatap wajah Revan.


" Kau tau kak, Aku masih mencintaimu, masih.! dan cintaku masih seperti dulu." Gumamnya dengan lirih


" Aku pulang ya kak! jaga kesehatan dan jangan telat makan." Ucapnya lagi dan kembali mencium bibir Revan sebelum dirinya pulang ke rumah.


Mencoba memindahkan tangan Revan dari pinggangnya dengan sangat hati-hati agar Revan tidak terbangun, beranjak dari ranjang Revan menyelimuti tubuh kekasihnya dan menatap kembali wajah Revan yang tertidur begitu damai sebelum akhirnya dia melangkah keluar kamar Revan.


Berjalan menuruni anak tangga dengan memperhatikan bangunan rumah Revan yang terbilang klasik dan megah. Sampai di anak tangga terakhir, seorang Art setengah parubaya menghampirinya.


" Nona mau kemana?" tanya Art begitu ramah.


" Saya mau pulang Bik.?" jawab Dhira dengan tersenyum.


" Nona mau pulang! Tuan Revan -."


" Kak Revan masih tidur Bik." Potong Dhira. " Tolong jangan di bangunin, mungkin dia kelelahan." tambahnya lagi, membuat Sang Art menantapnya dengan mengerutkan kening lantaran dirinya tidak pernah tau gadis di hadapannya ini. dan memanggil nama Tuannya dengan panggilan kakak seperti mereka saling kenal, dan Art semalam melihat bagaimana khawatirnya Revan saat membawa gadis di hadapannya yang tidak sadarkan diri ke dalam kamarnya.

__ADS_1


tau akan tatapan Art padanya yang sedikit tidak percaya akan siapa dirinya, hingga menyuruhnya untuk tidak membangunkannya.


" Saya sudah lama kenal dengan kak Revan Bik." Ujarnya dengan tersenyum, membuat Artnya sedikit percaya akan tatapan Dhira yang menyakinkan dan mulai tersenyum dengannya.


" Kalau begitu saya pulang ya bik.?" Kata Dhira.


" Tidak mau nunggu Tuan Revan dulu Non." kata Art.


" Saya harus bekerja Bik." Jawabnya, sambil melihat arah jam dinding. " Oh, iya bik boleh saya minta tolong buatkan sarapan nasi goreng untuk Kak Revan, dia suka pagi hari makan nasi goreng." ujarnya lagi pada Art.


" Apa Nona mau membuatkan nasi goreng untuk Tuan Revan." Pinta Art sedikit memelas lantaran Revan jarang sekali makan dan memperhatikan kesehatan serta penampilnya.


Sedikit menimang akan permintaan Art Revan hingga dirinya pun mengangguk lantaran tidak sanggup melihat tatapan Art yang memelas, mungkin jika sudah selesai ia akan pulang dan tidak akan mungkin bertemu Revan yang masih tidur dengan terlelap.


" Baiklah Bik." Ucap Dhira membuat Art itu tersenyum.


" Mari Non saya antar ke dapur." Ucap Art, dan Dhira pun hanya mengangguk serta mengikutinya dari belakang.


Masuk ke dalam dapur yang begitu luas dan bersih serta terdapat dua Art yang sedang memasak untuk Revan dan para pekerja rumah.


tidak terlalu lama, nasi goreng buatan Dhira sudah jadi, menyiapkannya dan membawanya ke meja makan.


Revan yang menggeliatkan badan dan sedikit membuka mata serta mencoba meraba ke samping hingga terkejut tidak mendapatkan tubuh kekasihnya.


Duduk dengan cepat dari dari tidurnya dan membuka mata dengan sempurna kala memang dirinya tidak melihat Dhira di kamarnya.


" Apa dia sudah pulang?" Gumam Revan.


" Kenapa kamu pergi begitu saja Dhir! kita belum sempat untuk saling menyapa." Ujarnya lagi dengan wajah mulai muram, dan mulai beranjak dari ranjangnya menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan mulai bekerja kembali.


Berjalan menuruni anak tangga dengan dirinya yang sudah berpakaian rapi. Pagi hari yang rasanya tidak mood untuk sarapan pagi, memilih melangkah keluar rumah. Tapi sayang langkahnya berhenti kala mendengar suara yang familiar.


" Apa Kamu tidak mau sarapan dulu Kak.!" Ucap gadis dari belakang, membuat Revan segera memutar badan dan sedikit terkejut melihat Dhira masih ada di rumahnya.

__ADS_1


" Dhira?" Sapa lirih Revan, membuat Dhira tersenyum dan menghampirinya.


" Maaf, aku masih di rumah kamu." Ucap Dhira dengan menatap Revan lekat. " Terima kasih sudah menolong aku, kalau begitu aku pulang." tambahnya lagi dan akan melangkah pergi, tapi terhalang dengan tangan Revan yang mencekram tangannya dengan lembut.


Saling menatap beberapa detik, mengisaratkan mata yang saling merindukan dan ingin sekali rasanya mereka memeluk mengungkapkan isi hatinya yang masih cinta dan tidak ingin berpisah.


" Bisa temani aku sarapan." Pinta Revan lirih, dan melepaskan tangan Dhira dengan perlahan.


Sempat terdiam menimang ajakan Revan, karena dirinya takut jika tidak bisa menahan rindu dirinya saat berhadapan dengan mantan kekasihnya. Dua kali dirinya impulsif mencium Revan saat kekasihnya itu tertidur lelap dan dengan bodohnya juga dia mengungkapkan isi hatinya dmsaat memandang Revan tertidur.


" Iya." Jawab Dhira dengan tersenyum, membuat Revan ikut tersenyum dan berjalan bersama menuju meja makan.


Meja makan yang sedikit berbeda saat melihat nasi goreng yang sudah lama dirinya tidak memakannya. Bukan tidak pernah, tapi memang dirinya jarang sekali sarapan atau makan di rumah meskipun Art sudah memasak untuknya setiap hari.


Duduk di meja makan dengan Revan yang duduk di kursi kepala dan Dhira duduk di sampingnya.


Melayani Revan seperti dulu, saat mantan kekasihnya selalu menginap di rumah dan sarapan pagi bersama.


" Apa kamu yang memasak ini.!" Tanya Revan dengan makan lahap.


" Iya." Jawabnya dengan tersenyum. " Mau nambah." ujarnya lagi dan di anggukkan Revan dengan tersenyum, sungguh mood sarapan pagi hari ini membuat Revan nambah dua kali dan begitu lahapnya seperti dirinya tidak pernah makan saja.


Senang rasanya ia bisa makan bersama dengan mantan kekasih dan senang pagi ini mimpinya menjadi kenyataan.


Selesai sarapan Dhira pun membersihkannya dan membawanya ke dapur sedangkan Revan masih menatap Dhira dari kejauhan seakan dirinya tidak ingin momen ini ia sia-siakan.


Dhira di rumahnya, semalam tidur bersama, dia menciumnya, merindukannya, memasak untuknya, melayaninya dan sarapan bersama. Sungguh inilah yang dia rindukan dan ia inginkan selama ini.


.


.


.

__ADS_1


.🍃🍃🍃


Maaf atas keterlambatannya.🙏🙏


__ADS_2