
Biarkan aku menjadi sandaran mu saat kau senang maupun sedih, karena bagi ku kau adalah yang utama
.
.
.
.
Duduk di teras depan rumah dengan berlesehan sambil menatap bulan yang indah sedang memancarkan cahayanya.
sepasang kekasih yang duduk berdekatan dengan si wanita yang menyandar di bahunya dengan masih menitikan air mata kala mengingat Ibunya yang datang ke rumahnya.
dengan sabar si pria mengusap lembut lengan kekasihnya dan sekali-kali menciumi puncak kepalanya. Hal yang selalu Revan suka saat berdekatan dengan Dhira menciumi puncak kepala Dhira dengan kasih sayang dan rasa cinta padanya.
Melihat Dhira yang menangis, dia tidak begitu tega dan kasihan melihat kekasihnya yang harus bertemu kembali dengan ibunya, menyisakan bekas lama kembali datang.
Ya, Revan memilih pulang terlebih dulu saat semua urusan di luar kota sudah selesai, mencari penerbangan malam agar esok pagi bertemu dengan kekasihnya. Berada di area bandara, memilih untuk naik taksi dan memilih melewati jalan rumah Dhira untuk memastikan jika kekasihnya sudah pulang dari balapan motornya.
Mengerutkan keningnya saat dari kejauhan melihat Dhira sedang berbicara pada seorang wanita tua hingga dia menyuruh memberhentikan taksinya yang tidak jauh dari rumah Dhira, untuk melihat Dhira bertemu dengan siapa wanita tua itu. Melihat kemarahan di wajah Dhira pada wanita tua itu yang sedikit mirip dengan Alex membuatnya beransumsi jika itu adalah ibu Dhira.
Ketika wanita tua itu pergi dari rumah Dhira, ia melihat Dhira yang menundukkan kepala dan menghapus air mata. Dan dia pun mulai menghampiri kekasihnya yang merasa butuh sandaran untuk ia menangis atau bercerita.
" Jangan menangis, mungkin saja dia sedang merindukan Anaknya." ucap Revan lembut dengan menenangkan Dhira.
" Dia begitu saja datang, saat luka hati ku masih belum sembuh." ucap Dhira. " Aku benci dengannya!!" ujarnya lagi
" Kamu tidak boleh membencinya, bagaimana pun dia adalah orang tua kamu Beb." tutur lembut Revan membuat Dhira duduk tegak dan menatapnya.
" Kamu tidak tau bagaimana sengsaranya aku, waktu dia meninggalkan aku yang berjuang sendiri demi ayah dan kak Alex." dengan nada menaikkan satu oktaf.
__ADS_1
"Aku yang setiap pagi sampai malam berjuang mencari uang untuk biaya ayah di rumah sakit, untuk makan aku dan kak Alex, untuk kehidupan kami sehari-hari. Pagi sampai siang di cafe, sore menjadi ojek makanan dan malam menjadi joki balap, aku tidak peduli panas, hujan dan sakit di tubuh ku. Yang terpenting dalam hidup ku adalah ayah dan kak Alex." ucapnya dengan rasa marah saat mengingat kembali bagaimana sengsaranya dia sendiri waktu itu untuk biaya ayahnya di rumah sakit dan kebutuhan kakak serta dirinya.
Menatap Dhira, saat semua apa yang ada di hatinya keluar begitu saja lewat dari bibirnya, dengan rasa marah dan kecewa yang begitu dalam hingga Revan bisa merasakan itu semua.
Merasakan penderitaan dan berjuang sendiri saat semua orang menjauh dari hidupnya termasuk ibunya, juga yang meninggalkan keluarganya tanpa belas kasihan.
Sungguh dia gadis yang hebat dan tangguh, yang mampu hidup tanpa belas kasihan dan bangkit dari penderitaan selama ini, agar ia bisa menghidupi saudaranya.
Menyentuh ke dua tangan Dhira mengusapnya lembut dan mencium tangan kekasihnya, serta beralih memeluk tubuh Dhira yang rapuh.
" Maafkan aku, aku tidak tau jika penderitaan mu begitu dalam. Maafkan aku." ucap Revan dengan mengusap rambut Dhira.
" Sakit kak! jika aku mengingat itu semua. Dia bukan seorang ibu, dia juga bukan seorang istri yang mau menemani suaminya saat sengsara." ucapnya dengan lirih " Aku tidak membencinya hanya saja aku kecewa dan marah dengannya." ujarnya lagi, sedikit tersenyum saat Dhira tidak membenci ibunya, setidaknya Dhira masih menghormati dan tidak menjadi anak yang durhaka pada ibu kandungnya.
" Hust, jangan menangis." ucap Revan dengan menenangkan kembali kekasihnya " Aku akan selalu ada untuk mu sekarang, aku tidak akan meninggalkan mu." ujarnya lagi dengan menghapus air mata Dhira yang membasahi pipinya.
" Maaf, jika aku sedikit emosi kak." kata Dhira dengan menundukkan kepala saat Revan melepaskan pelukannya.
" Kamu sudah makan." tanya Revan
" Belum kak, kamu sudah makan.?" tanya balik Dhira.
" Belum, cari makan yuk." ajak Revan, mengerutkan kening dan mencoba melihat jam tangan yang ada di pergelangan tangan Revan.
" sudah jam satu pagi, mau cari makan di mana restoran sudah tutup semua." kata Dhira, Revan hanya menyengir kuda saat sudah melihat jam di tangannya.
" Mungkin bibik masih menyisakan makanan untuk ku kak, ayo kita makan bersama." ajak Dhira untuk masuk ke dalam rumahnya.
" Hmm, baiklah." jawab Revan, dan mereka pun masuk ke dalam rumah, menuju ruang dapur untuk melihat ada makanan atau tidak di sana.
" Hanya ada nasi saja kak." ucap Dhira melihat sisa nasi yang ada di mejicom.
__ADS_1
" Ada mie instan gak." kata Revan.
" Ada, mau di masakan mie instan?" tanya Dhira dan di anggukkan oleh Revan.
" Duduklah kak, aku akan masak mienya dulu." perintah Dhira.
" Aku akan membantu kamu Beb." ucap Revan dan mulai membantu Dhira memasak mienya.
Memasak dua mie instan dan Mengambil satu mangkok besar serta menuangkan bumbunya menjadi satu di sana agar terlihat romantis dengan makan satu mangkok bersama.
" Kok di jadikan satu kak.?" protes Dhira.
" Biar romantis makan bersama." jawab Revan, membuat Dhira menggelengkan kepala dan sedikit tersenyum
Kini mereka makan bersama dengan satu mangkok besar tanpa nasi, Revan yang manja ingin di suapi oleh Dhira dan Dhira pun dengan terpaksa menyuapi Revan walaupun dia juga senang.
Selesai dengan makan, Dhira menyuruh Revan ke ruang tamu untuk menunggunya di sana. Dhira yang baru saja selesai mencuci piring dan berjalan ke ruang tamu, melihat Revan yang tertidur di sofa dengan wajah yang lelah.
Merasa kasihan hingga dia tidak tega untuk membangunkannya. Mengambilkan selimut di kamarnya dan menyelimuti tubuh Revan yang tertidur pulas. Menatap wajah Revan serta mencium pipinya.
" Terima kasih kamu selalu ada buat aku untuk bersandar." ucapnya dengan lirih dan tersenyum, melangkah pergi untuk masuk ke dalam kamarnya dan merebahkan tubuhnya di ranjang yang juga merasa lelah dan mengantuk, serta tidak ingin lagi mengingat wanita tua itu yang datang ke rumahnya dengan tiba-tiba.
.
.
.
.
Maaf ya atas keterlambatannya🙏🙏
__ADS_1
Isyaallah mau menyelesaikan Eva my life line tamat dulu baru nanti craizy up.