
Pagi ku dengan menatap wajah cantik mu, yang membuat ku selalu ingin dekat dengan mu.
.
.
.
.
Gadis tomboy yang menggeliatkan tubuhnya saat dirinya merasa terganggu akibat sesuatu yang berat di atas pinggangnya.
Membuka mata perlahan dengan dirinya yang masih mengantuk karena hanya tidur beberapa jam. Hanya tersenyum sebentar dan kembali tidur sebelum akhirnya Dhira membuka mata dengan sempurana karena terkejut saat melihat Revan yang ada di sebelahnya dengan dia yang tidur memeluknya.
" Kak Revan.!" pekik Dhira dan akan bangun tapi tertahan oleh tangan Revan yang merapatkan tubuhnya dan memeluknya dengan erat.
" Pagi Beb.?" sapa Revan dengan tersenyum.
" Lepasin kak! Nanti kak Alex datang." ucap Dhira, yang tidak menjawab sapa Revan terlebih dulu.
" Alex lagi ikut bik Minah ke swalayan." jawab Revan, membuat Dhira menatapnya.
" Ke swalayan! naik apa." kata Dhira.
" Di antar sama sopir Beb." jawabnya. " Dan jangan takut sopir akan menjaga bik Minah dan Alex." ujarnya lagi yang melihat Dhira sedikit khawatir, menatap wajah Revan yang tersenyum dan mengangguk membuatnya percaya jika sopir Revan bisa menjaga alex dan bik minah.
" Terus kakak ngapain di kamar Dhira." ucap Dhira " Jangan cari kesempatan, ayo lepasin." ujarnya lagi dengan mencoba melepaskan tangan Revan yang ada di atas pinggangnya.
" Aku mau tidur dengan kamu Beb." jawab Revan yang membuat Dhira membulatkan mata.
" Enggak bisa ya kak belum sah." kata Dhira.
" Mangkanya Beb ayo kita sah kan." jawabnya lagi.
" Kamu pikir nikah itu gampang apa." cibik Dhira.
__ADS_1
" Gampang kok! aku yang cari uang, kamu yang di rumah. Kalau udah gajian uang aku kasih ke kamu semua, kalau enggak cukup sampai sebulan nanti hutang aja di koprasi kantor." jawab Revan dengan tersenyum, membuat Dhira membulatkan mata lalu tertawa.
" Kamu pernah hutang kak." tanya Dhira dengan tertawa.
" Enggak ada, ceritanya orang kaya enggak ada hutang." jawab Arzan " Semuanya serba hutang, bayarnya tiap bulan, kalau sudah lunas nanti di tawarin lagi suruh hutang." ujarnya lagi dan di anggukkan oleh Dhira dengan tertawa karena yang di bilanh oleh Revan memang benar adanya.
" Tapi tenang saja, kekasih mu ini orangnya pekerja keras, tidak akan membuat istrinya nanti sengsara dan akan tetap membahagiakan istri ku sampai tua nanti." ucap Revan dengan mengusap pipi Dhira membuat Dhira tersenyum dengan pipi yang merah dan memukul kecil dada Revan.
" Dan aku akan menjadi istri yang bahagia, serta beruntung menjadapat kan suami seperti mu." jawab Dhira membuat Revan tersenyum menatapnya dan mendekatkan wajahnya untuk mencium kening Dhira, mendapatkan ciuman pagi di keningnya membuat Dhira terharu dan senang hingga dia merapatkan tubuhnya untuk tidur kembali di pelukan Revan.
Memeluk tubuh kekasihnya, mengusap lembut punggungnya dan menciumi puncak kepala Dhira hingga dia merasa puas dan mulai tertidur dengan saling memeluk.
****
Pagi di sambut dengan jalanan kota yang sedikit padat kendaraan yang akan menuju ke tempat kerja.
Citra yang mengendarai motornya dengan rasa yang masih mengantuk akibat kurang tidur membuatnya terjatuh dari motor saat menabrak mobil yang ada di depannya.
Terkejut dan tersadar dengan rasa kantuk yang sudah hilang akibat dia menabrak mobil orang dan melihat mobil belakang yang pesok akibat ditabrak oleh motornya .
" Maaf pak saya tidak sengaja." ucap Citra dengan menundukkan kepala.
" Kamu tidak papa?" tanya pria itu pada Citra, membuat Citra menatapnya dengan mata yang tidak bisa di kedipkan.
Melihat gadis kecil yang menatapnya dengan tidak berkedip sekali membuatnya merasa bingung dan melambai-lambaikan tangannya ke hadapan gadis itu untuk menyadarkannya.
Tersentak kecil dan mulai tersadar dari lamunannya hingga Citra merasa salah tingkah.
" Maaf Kak, saya tidak sengaja." ucap Citra sekali lagi.
" Apa kamu terluka." tanya pria itu.
" Ehm tidak kak." jawabnya " tapi aku merusakkan mobil kamu kak." ujarnya lagi dan pria itu menatap mobilnya yang pesok akibat di tabrak motor oleh gadis di depannya ini.
" Kalau gitu ganti rugilah." jawab Pria itu membuat Citra membulatkan mata saat pria itu menyuruhnya untuk ganti rugi, Citra pikir tidak akan mengganti rugi kerusakan mobil pria ini saat pria ini begitu perhatian padanya tapi Citra salah.
__ADS_1
" Eh, ganti rugi.!" pekik Citra
" Hmm." jawab Pria itu dengan wajah datar.
" Berapa semuanya." tanya Citra dengan wajah yang cemberut.
" sepuluh juta." jawabnya, dan itu membuat Citra terkejut.
" Sepuluh juta.!" pekiknya dan di anggukkan pria itu " Ini enggak terlalu parah lho kak! kok bisa sampai sepuluh juta.!" gerutu Citra yang melihat mobil yang di tabrak tidak terlalu parah.
" Kau pikir memperbaiki mobil ini murah gitu!" ucap pria itu mulai sedikit marah " Ini pesok dan tergores, harus di perbaiki semua dan harus sama seperti semula." ujarnya lagi.
" Aku tidak punya uang segitu banyaknya, aku hanya punya uang satu juta jika kamu mau ambillah." ucap Citra yang mulai pasrah dan mengeluarkan uangnya dari dompetnya.
" Berikan ktp dan sim mu." pinta pria itu membuat Citra menatapnya dan mau tidak mau ia memberikan ktp dan simnya.
" Sebagai jaminan agar kau tidak bisa kabur dari tanggung jawab mu dan uang satu juta ini aku ambil." ucap pria itu dengan mengambil uang Citra. " Dan ini kartu nama ku, jika kamu sudah punya uang hubungi aku." ujarnya lagi dan pergi meninggalkan Citra yang menatapnya.
" Dasar cowok sombong.!" umpat Citra dengan marah dan mengapalkan ke dua tangannya ke hadapan pria yang sudah masuk ke dalam mobilnya.
Sedangkan pria itu menatap Citra yang seperti cacing kepanasan akibat ulahnya, dan dia bisa memanfaatkan Citra untuk membantunya jika dia memerlukan sesuatu yang mendesaknya nanti, karena sungguh pria ini sangat frustasi akan desakan dan cerewetnya penghuni rumah.
Melajukan mobilnya untuk menuju ke tempat kerjanya dan meninggalkan Citra yang masih mengumpat kesal karena tidak membantunya sedikit pun.
Citra sungguh kesal akan perlakuan pria itu, dan sungguh ia ingin menangis sekali kala uang satu jutanya di ambil oleh pria itu tanpa belas kasihan, belum lagi ktp dan simnya juga di ambil olehnya. Pria yang tidak mempunyai perasaan sama sekali, Citra sungguh tertipu dengan wajah tampannya yang ternyata dia sangat sombong dan tidak berperikemanusiaan.
Melihat kartu nama yang ada di tangannya, ingin sekali ia merobeknya dan remas-remas untuk kekesalannya pada pria itu. Tapi itu tidak mungkin, jika ia melakukannya dia tidak tau akan menghubungi pria itu bagaimana.
" Rizal Hendrawan." gumam Citra dengan menatap kartu nama dan memasukkannya ke dalam tasnya, sebelum dia pergi melajukan motornya untuk ke tempat kerja.
.
.
.
__ADS_1
.🙏🙏