Sad Boy With Gadis Tomboy

Sad Boy With Gadis Tomboy
teman laknat


__ADS_3

Dan ingin rasanya aku mengumpat kesal dengan teman yang laknat.!


.


.


.


.


Malam hari yang sudah di tunggu-tunggu kedatangannya pada pengantin pria yang tak sabar ingin bersama kekasih sahnya yang sudah menjadi istrinya mulai hari ini.


Makan malam bersama dengan dua sahabat Dhira dan Rizal asisten serta temannya, yang belum pulang sama sekali sedari tadi pagi mulai dari acara akad nikah sampai berkumpul dengan keluarga besar hingga mereka pulang.


Dan entah kenapa tiga orang yang ada di hadapannya ini tidak kunjung pulang ke rumah mereka, malah mereka betah tinggal di rumah Dhira hari ini dan sungguh membuat kesal pengantin pria yang tak bisa mendapatkan kesempatan untuk bermanja dengan istrinya.


" Kalian tidak pulang.!" Tanya Revan yang ada di meja makan, membuat tiga orang yang ada di hadapannya menatapnya dan saling tersenyum.


" Aku kan sudah bilang pada Dhira kalau mau nginap di sini.! Soalnya lagi malas pulang." Kata Citra.


" Iya kan Dhir." Ujarnya lagi.


" Iya." Jawab Dhira pasrah melirik sekilas ke arah Revan.


" Terus kamu?" Tanya Revan pada Dika.


" Alex minta di temani tidur bareng." Alasan Dika yang sedikit tidak masuk akal, biasanya Alex selalu tidur sendiri dan itu membuat Revan mengerutkan kening.


" Kalau enggak percaya tanya saja tu sama Alex." Ucap Dika, menatap Alex yang sedang makan dengan lahap tanpa mempedulikan orang di sekitarnya.


" Dan kamu ngapain masih di sini, sana cepat pulang.!" Perintah Revan pada Rizal.


" Maaf kawan hari ini aku menolak perintah kamu, demi harta dan tahta.!" Jawab Rizal, dan Revan memicingkan mata. " Di suruh nyokap untuk menjaga calon menantunya." Ujarnya lagi dengan tersenyum jail menatap Citra, dan membuat Citra merasa muak melihatnya.


" Calon menantu sewaan iya." Gumam Citra dalam hati.


Menghembuskan nafas berat, melihat ke arah Dhira yang sedang mengulum senyum dan mengangkat bahunya sebagai tanda tidak mau tau akan apa yang harus di perbuat. Dan Revan pun merasa lemas serta cemberut tak bisa berbuat apa-apa lagi. Mengesalkan sekali dengan tiga pengganggu di rumah Dhira ini.


Selesai makan Dika, Rizal, Revan dan Alex kini berada di ruang keluarga. Bermain ps Dika dan Rizal, sedangkan Alex memilih bermain ponsel dan Revan sedang merencanakan sesuatu untuk mengusir tiga orang pengganggu di malam pertamanya ini. Sangat menyebalkan sekali melihat kiga kunyuk yang menginap di rumah istrinya.

__ADS_1


" Mau kenama Mas.?" Tanya Dika, melihat Revan yang berdiri dari duduknya.


" Mau tidur, ngantuk." Jawab Revan ketus, saat otaknya sudah tak bisa lagi untuk berfikir.


" Masih jam sembilan, tumben bos sudah ngantuk." Cibir Rizal, membuat Revan menatapnya malas dan tidak ingin menjawab pertanyaan Asistennya.


Berjalan dengan cepat menuju kamar Dhira yang mungkin Dhira sudah berada di kamarnya. Melihat kepergian Revan, saling menatap hingga mereka berdua tertawa bersama dan kini tinggal giliran Citra yang mulai bekerja.


" Beb.?" Panggil Revan, membuka pintu dan masuk ke dalam kamar serta mencari keberadaan istrinya.


" Kemana dia.!" Tanyanya pada dirinya sendiri, yang tidak mendapati Dhira di kamarnya.


Berjalan keluar kamar menuju lantai dua dan mendapati istrinya yang sedang menemani Citra melihat film horor.


" Kamu di sini rupanya.!" Seru Revan dan duduk di samping Dhira.


" Hmm." Sambil melihat Revan. " Lagi nemenim Citra lihat film horor." Ucapnya.


" Aku ngantuk! Ayo kita tidur." Ajak Revan.


" Nanti dulu!" Cegah Citra. " Jangan tinggalin aku Dhir! aku kan takut kalau lihat sendiri.!" Ujarnya.


" Ini film perdana dan booming." Jawab Citra dan memegang tangan Dhira agar dia tidak berdiri dari duduknya dan tetap bersamanya.


" Kak Revan kan bisa tidur sendiri, ngapain harus nunggu Dhira sih!" Ujarnya lagi, entah amnesia atau memang lupa jika Dhira sudah menikah dengan Revan, dan ini malam pertama mereka.


Menatap ke arah Citra dengan rasa dongkol sedangkan Citra tak mempedulikan tatapan horor Revan. Dan rasanya ingin sekali mematikan itu laptop agar ia bisa membawa Dhira ke kamar.


" Kamu tidur dulu ya kak.?" Kata Dhira dengan suara lembut.


" Masih lama?" Tanya Revan.


" tiga puluh menit lagi." Jawab Dhira,


" Aku tunggu." Kata Revan dan kembali duduk di sebelah Dhira sambil memasang muka asam.


Demi malam pertama Revan rela menunggu Dhira yang sedang menemani temannya melihat film horor hingga sedikit lama.


Ingin sekali rasanya ia marah dan mengusir paksa tiga pengganggu malam ini tapi dirinya tidak bisa melakukannya, itu pasti akan membuat Dhira marah lantaran dua sahabatnya sudah membantunya banyak di pagi hari.

__ADS_1


" Menakutkan sekali dan endingnya membuatku menangis.!" Kata Citra, yang sudah selesai melihat film horornya dan di anggukkan Dhira dengan tersenyum serta membereskan piring yang sudah bersih tidak ada satu pun cemilan yang tersisa.


" Sudah selesai?" Tanya Revan.


" Sudah?" jawab Dhira, dan tersenyum saat mendapatkan jawaban dari istrinya.


" Ayo kita ke kamar." Bisik Revan, menggandeng tangan Dhira dan berjalan menuruni tangga tidak mempedulikan Citra yang menatapnya tersenyum geli dan kini waktunya Alex yang mulai beraksi.


" Dhila.?" Panggil Alex yang melihat Dhira dan Revan turun dari tangga.


" Apa Kak?" Jawab Dhira berhenti saat Alex memanggilnya.


Rasa was-was saat Alex memanggil Dhira sungguh ini pasti akan terjadi lagi dan harus menunggu lagi.


" Buatin susu coklat." Pinta Alex " Bik Minah tidul." Imbuhnya dengan memelas, dan benar saja dugaan Revan.


" Iya? habis ini Dhira buatin, Kak Alex ke kamar ya sudah malam." Perintah Dhira dan di anggukkan Alex.


" Aku buatin kak Alex susu dulu ya Kak?" Ijin Dhira pada Revan, hanya mengangguk lemas dan melepaskan tangan Dhira untuk menuju dapur, sedangkan dirinya berjalan lunglai menuju kamar Dhira dan yang sedang bermain ps menahan tawa melihat pengantin pria yang sudah tak berdaya akan tiga pengganggu malam pertamanya.


Memanfaatkan Alex adalah jalan terbaik untuk menggagalkan malam pertama Dhira dan Revan. Dika lah yang membisikkan Alex untuk menyuruh Dhira membuatkan susu serta meminta Dhira untuk menemani tidur agar Dhira tidak kembali ke kamarnya hingga pagi hari.


Memang mereka adalah teman yang laknat ingin sekali mengerjai pengantin pria yang sudah tak sabar ingin bermesraan di kamar dengan Dhira.


Dan mereka merasa jengkel karena ulah Revan yang mendadak ingin nikah di pagi hari ini juga, yang membuat mereka harus bekerja extra mencari penghulu, perias, toko, dan catring yang buka di pagi hari saat mereka masih tertidur lelap.


Pengantin pria yang ada di kamar sedang uring-uringan sendiri, mengumpat kesal dan bersumpah serapah pada tiga pengganggu itu, dan suatu saat akan dirinya akan membalasnya.


.


.


.


.🍃🍃🍃


Vote, like, komen yuk kak😊


Dan jangan lupa mampir di cerita bang Dika yang ada di sebelah bergambar pena, Cinta si brondong.

__ADS_1


terima kasih😘


__ADS_2