
Bagai dua pilihan dalam kehidupan, antara manis dan pahit yang menyatu dalam secangkir kopi.
.
.
.
.
Suara motor sport yang baru saja tiba sore hari di halaman base camp para kumpulan anak motor.
Memperlihatkan beberapa temannya yang sedang asyik berkumpul dan membahas pertandingan balap nanti malam.
Melihat wanita yang baru saja mereka bicarakan saat ini begitu tersenyum dan lega karena dia datang dan bisa bertanding untuk nanti malam melawan mungsuh bebuyutan.
tapi sayang kehadiran wanita itu sedang di sambut tidak baik oleh pria yang datang di rumahnya saat pagi tadi. Siapa lagi kalau bukan Kenzi yang diam dan tidak menyapa Dhira saat akan menghampiri mereka dengan tersenyum, Kenzi pun beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan mereka untuk menuju lantai atas dan memasuki ruang serbaguna.
" Maaf terlambat." ucap Dhira dengan sedikit merasa tidak enak hati kala keterlambatannya datang di bace camp, karena ulah Revan lah yang membuatnya terlambat.
Bagaimana tidak terlambat yang seharusnya Dhira datang siang malah dia datang sore hari. Tidak mungkin kan kala masih ada tamu dan meninggalkannya sendiri di rumah tanpa ada pemilik rumah.
Entah Revan memang sengaja atau tidak untuk berada di rumah Dhira, bermain dengan Alex dan tertidur di sofa saat kelelahan. Ingin rasanya dia membangunkan Revan tapi itu terurungkan kala melihat Revan yang tertidur pulas karena kelelahan, hingga akhirnya dia pun masuk ke dalam kamarnya dan merebahkan diri di atas ranjangnya merasa nyaman dengan bantal hingga dia pun juga ikut tertidur.
bangun di sore hari dengan Revan yang menumpang mandi di kamar Dhira saat Dhira sudah terbangun, bukan tidak mau mandi di luar, tapi kamar mandi di luar sedang di pakai oleh bik Minah hingga dia bisa mencari kesempatan untuk masuk ke dalam kamar Dhira.
Pengalaman pertama kali Dhira melihat pria yang mandi di rumahnya dengan tubuh yang menggoda saat Revan sudah selesai mandi dan dengan sengaja memakai bajunya di hadapan Dhira, kala Dhira sedang mengemasi pakaian untuk balap nanti malam.
Menelan salivanya dan membuang muka dengan cepat untuk menutup mata yang sudah berbuat dosa akan menatap aurat yang terbuka. Pemandangan yang sangat bagus dan sungguh membuat mata sudah ternoda.
Pulang dari rumah Dhira dengan wajah yang menyegarkan kala menumpang mandi dan menggoda Dhira seperti dia mendapatkan vitamin dari seorang pacar.
Duduk di samping Dika dengan menghembuskan nafas rasa lelah dan pikiran yang bertebaran di kepala saat mengingat Revan yang bertelanjang dada, sungguh pemandangan yang menakjubkan dan sangat di sia-siakan oleh Dhira.
" Kamu dari mana saja baru datang." tanya Dika pada Dhira yang ada di sampingnya.
" Jaga kak Alex, lagi manja dengan adiknya." jawab Dhira dengan sebagian kenyataan. " nich buat kalian.!" ujarnya lagi dengan memberikan kantong plastik penuh berisikan makanan ringan.
__ADS_1
" Wihh!! banyak sekali, dapat darimana ini." seru Dika saat membuka bungkusan plastik besar.
"Malak orang.!." jawab Dhira asal membuat semua teman-temannya tertawa. " Nanti lawannya dengan siapa.?" tanya Dhira.
" Dengan jaguar.!" sahut teman Dhira.
" Wihh!! macan betina tutul nich.!" seru Dhira dengan semangat karna balapan dengan jaguar menantang dan suka jika Dhira mengalahkannya.
Karena beberapa kali mengalahkannya membuat betina tutul diam seribu bahasa dan tidak lagi menyombongkan diri di hadapan Dhira maupun di clabnya.
clab jaguar terkenal dengan komunitas orang kaya dan sombong. Serta tidak suka jika di kalahkan oleh siapa pun meskipun itu seorang wanita.
" Kenzi kemana.? kok belum muncul lagi." tanya Dhira yang baru sadar jika Kenzi tidak kunjung kembali.
" Mungkin ke lantai atas Dhir." ujar salah satu teman Dhira.
" Ooww, ya sudah kalau gitu aku temuin dia dulu." pamit Dhira dan di anggukkan oleh teman-temannya.
Beranjak dari duduknya dan berjalan menuju lantai atas untuk menemui Kenzi karena ingin mengucapkan kata terima kasihnya saat mendapatkan kue darinya.
Membuka pintu ruangan dengan mendapati Kenzi yang duduk di sofa dengan memainkan gitar.
" Hhmm." jawab malas Kenzi dan masih menundukkan kepala dengan mengatuh senar gitar.
" Makasih ya Ken cakenya, aku suka." ucap tulus Dhira membuat Kenzi menantapnya, dan melihat Dhira tersenyum dengannya hingga tanpa sadar Kenzi pun juga ikut tersenyum
" Kamu suka.?" tanya Kenzi.
" Hmm, itu ceke kesukaan ku dan kak Alex." jawab Dhira yang memang menyukai cake coklat dan selalu berebut dengan kakaknya saat masih ada Ayahnya.
" Iya sama-sama." jawab Kenzi dengan rasa senang karena Dhira menyukai kue yang dia bawa olehnya.
" Kamu tadi ke mana.?" tanya Kenzi.
" Ada orang yang sudah buat janji dengan kak Alex untuk mengajaknya ke taman kota dan aku masih belum percaya pada siapa pun yang mengajak kak Alex keluar rumah." jawab jujur Dhira karena Kenzi mungkin sudah tau jika dirinya keluar bersama seorang pria.
Sedikit tersenyum saat Dhira menjawabnya dengan jujur tidak ada kebohongan sedikit pun dari diri Dhira untuk menutupinya dari Kenzi.
__ADS_1
Berdiri dari duduknya dan akan pergi keluar ruangan hingga berhenti saat Kenzi memanggilnya.
" Kamu mau kemana."
" Mau ke bawah ngumpul sama yang lain." jawab Dhira dengan menatap Kenzi " Mau ikut.?" ajak Dhira, membuat Kenzi berdiri dan berjalan ke arah Dhira untuk menemui teman-temannya di bawah.
Mengerutkan kening saat Kenzi melihat begitu banyaknya makanan ringan di atas meja.
" Dari siapa ini.!" tanya Kenzi.
" Dari Dhira.?" kata Dika dengan masih mengunyah makanan.
" Kamu beli.?" tanya Kenzi pada Dhira yang memilih duduk di dekat Dika.
" Tidak.!"
" Terus.?" dengan mengerutkan keningnya.
" Malak orang." jawab santai Dhira dan mengambil makanan dari tangan Dika untuk membaginya bersama.
" Malak.! sejak kapan kamu malak." kata Kenzi dengan memicingkan mata.
" Sejak pergi bersama kak Alex." jawab Dhira.
" Kau ini tidak bisa apa ngambil makanan sendiri." gerutu Dika
" Jangan pelit nanti kuburan mu sempit." jawab Dhira yang meniru omongan Revan, hingga membuat Dika menggelengkan kepala serta tidak percaya akan sikap Dhira yang tidak pendiam lagi.
Memperhatikan Dhira yang berbeda sore ini dengan wajah yang senang serta banyak tertawa dan memilih berkumpul dengan yang lain. Dan itu membuat Kenzi hanya menatapnya dan juga ikut tersenyum kala Dhira sudah mulai tertawa tidak ada lagi guratan kesedihan di dalam dirinya
Berkumpul di bawah dengan saling mengobrol dan membahas tentang balapan nanti malam serta sekali kali mereka membuat lelucon atau mengerjai teman untuk mencairkan suasana.
.
.
.
__ADS_1
.🐨🐨🐨
sloww update ya. 🙏🙏