Sad Boy With Gadis Tomboy

Sad Boy With Gadis Tomboy
kado terindah


__ADS_3

Cinta kita akan menjadi abadi dan akan menjadi akhir cerita.


.


.


.


.


Menyiapkan segalanya saat ulang tahun suaminya akan tiba, dari kue ulang tahun, makanan kesukaan suaminya dan kado kejutan yang akan membuat suaminya senang.


Meja makan yang dihias ala dinner seperti di restoran membuat suasana di malam hari semakin romantis, bertema pemandangan kota malam hari.


Sengaja pagi hari dirinya tak mengucapkan selamat ulang tahun pada Rizal, sedangkan Rizal sendiri juga seperti lupa akan tanggal kelahirannya, mungkin karena dia terlalu sibuk akan pekerjaan.


Mencoba mencari kesalahan kecil agar suaminya marah. Tetap, Rizal orang yang sabar dan tidak gampang marah ataupun emosi saat menghadapinya.


Tepat jam tujuh malam, dengan dia yang sudah berdandan cantik dan berpakaian sederhana menyambut kedatangan suaminya yang sudah menekan tombol bel apartemen.


Mengerutkan kening kala Rizal melihat Citra yang membuka pintu dengan berpakaian anggun serta penampilan yang sangat cantik.


" Kamu habis dari mana?" Pertanyaan yang terlontar dari mulut Rizal.


" Eh!" Pekik Citra. " Aku dari tadi di rumah enggak kemana-mana?" Jawab Citra.


" Kok tumben dandan, mau kemana?" Tanyanya lagi, yang membuat Citra tersenyum.


Pasalnya selama ini Citra tidak pernah make up wajahnya dan ia pun jarang sekali memakai dres selama bersama Rizal, jika Rizal tidak mengajaknya ke acara pesta. itu pun ia terpaksa dan kadang membuatnya tak percaya diri meskipun di rias di salon.


Dan kini saat ia memutuskan untuk make up dan memakai baju dress dirinya mulai tau jika suaminya sedikit cemburu ataupun tak suka.


" Emm, aku mau kencan." Jawab Citra.


" Mau kencan kemana! Jangan pakai baju itu, ganti pakai celana saja." Kata Rizal.


Dan Yes, ia begitu senang melihat kecemburuan Rizal itu berarti suaminya sangat mencintainya.


" Mau kencannya di kamar saja." Goda Citra, maju mendekat mengalungkan ke dua tangannya di leher Rizal dan membuat Rizal terkejut akan tindakan Istrinya yang entah kenapa tiba-tiba bisa seagresif itu.

__ADS_1


Masuk ke dalam rumah dengan mendorong istrinya cepat sebelum ada orang yang melihat kegenitan Citra. Bukan malu, justru takut istrinya di sangka wanita yang pintar menggoda, padahal sebenarnya tidak.


" Kamu sakit?" Tanya Rizal, menempelkan telapak tangannya di dahi Citra.


Mengerutkan kening. " Enggak?" Jawab Citra.


" Apa jangan-jangan istriku kerasukan setan penggoda." Gumamnya, yang langsung mendapatkan pukulan di lengannya.


" Kamu ini ngomong apa sih kak! Aku ini sehat, enggak sakit dan gak kerasukan setan apa lagi yang namanya setan penggoda, mana ada! ." Desis Citra, mengerucutkan bibir lantaran ucapan Rizal.


Menyegir kuda dan mengedipkan mata " Aku suka jika kamu agresif seperti ini!" Kata Rizal, menyentuh pinggang Citra, merapatkan tubuh istrinya dan saling menatap.


" Kamu cantik." Puji Rizal, membuat pipi Citra memerah seperti tomat hingga dirinya menundukkan kepala tersenyum mendapatkan gombalan Rizal.


" Cukup cantiknya di depan aku saja, jangan di depan orang lain. Apa lagi seperti ini, aku enggak suka kamu di lihat banyak orang." Ujarnya lagi, dan kembali saling menatap serta tersenyum.


Satu ciuman mendarat di bibir Rizal kala Citra menginginkannya, saling m*lum*t, mel*l*t dan saling bertukar saliva. Mengalirkan rasa cinta dan kebahagian yang sudah terwujud saat waktu yang tepat.


Perlahan melepas ciuman, mengusap lembut bibir suaminya yang menyisakan liptik di sana. tersenyum mendapatkan perlakuan yang manis terlebih dulu dari istrinya.


" Selamat ulang tahun sayang." Ucap Citra dengan tersenyum, membuat Rizal sedikit terkejut sebelum akhirnya dirinya tersenyum.


" Apa itu sebabnya kamu membuat aku marah tadi pagi?" Kata Rizal, dan di anggukkan Citra dengan tertawa.


" Istriku nakal!" mencubit gemas pipi istrinya yang sedikit berisi, dan mereka bergelak tawa.


" Cepat mandi kak, ayo kita dinner bersama." Memperlihatkan meja makan di depan jendela di hias lilin dan sudah tersaji kue ulang tahun dan piring yang tertata rapi.


" Kamu yang menyiapkannya?" Tanya Rizal dan di anggukkan Citra.


" Tunggu sepuluh menit, suami mu ini akan menjadi tampan." Kata Rizal, mengerlingkan sebelah mata berjalan masuk ke dalam kamar meninggalkan Citra yang tertawa akan rayuannya.


" Kita buat ayah kamu senang ya nak!" Gumamnya, sambil mengusap perutnya.


Sepuluh menit menunggu suaminya yang selalu menepatkan waktu untuk tidak mengecewakannya. Duduk berdua saling berhadapan dan saling tersenyum sebelum mereka melakukan tiup lilin dan potong kuenya.


Ulang tahun ke dua kali mereka merayakannya, tapi kali ini ulang tahun yang sangat spesial bagi Citra. dimana dirinya memberikan kado yang sangat berharga dan tidak bisa di beli oleh siapapun.


" Buka kak." Kata Citra memberikan kado kotak kecil berwarna biru dengan pita kuning.

__ADS_1


Membuka kadonya yang tidak berat dan sangat ringan.


Menyipitkan mata, melihat dua benda yang ada di dalam sana. Satu benda panjang dan yang satu foto hitam bergambar titik.


Seperti teringat benda yang pernah pakai oleh istrinya waktu dulu, di mana Citra tidak datang bulan selama satu minggu dan memperlihatkannya satu garis.


Dan sekarang ia kembali memegang benda itu, dan melihatnya lebih jelas jika ada dua garis merah yang sangat cerah. Menatap Citra dengan mengerut dan Citra menunjuk dengan mata untuk melihat benda yang satunya lagi.


Sebuah foto hitam putih, dengan tulisan kedokteran yang tidak di mengerti.


" Aku hamil kak." Ucap Citra, satu kali ucapan membuat Rizal terkejut dan menatapnya dengan mata yang membulat.


" Ha .. mil?" Lirih Rizal.


" Iya, aku hamil." Jawabnya dengan tersenyum dan mata yang sudah berkaca.


Menatap foto usg dan benda dua garis membuat dirinya bergetar, jantung yang berdebar dan mata yang juga berkaca-kaca saat apa yang ia dengar dan ucapan dari istrinya membuat dirinya terkejut dan bahagia.


" Aku, akan menjadi ayah?" Tanya Rizal, masih menatap foto usg.


" Iya." Jawab Citra yang mulai meneteskan air mata.


" Sayang?" Melihat istrinya yang menangis dengan tersenyum serta mengangguk, membuatnya bangkit dari duduknya berjongkok di hadapan Citra, menggenggam tangannya, menciuminya berkali-kali dan membenamkan wajahnyanya di pangkuan Citra.


" Terima kasih hadiah yang terindah, terima kasih sayang." Kata Rizal dengan suara yang bergetar menangis dan menggenggam tangan istrinya, yang membuat istrinya juga ikut menangis dan memeluknya.


Mengangkat kepala Rizal untuk menatapnya, pertama kali melihat suaminya menangis. Menghapus pipi yang basah dan memeluknya dengan erat. Membenamkan rasa bahagia yang amat dalam bersama-sama.


" Terima kasih sayang, terima kasih." Ucap Rizal tak henti-hentinya ia berterima kasih pada Citra.


Selama satu tahun lebih, mereka berharap dan selalu menunggu akan kehadiran calon buah hati yang akan Tuhan berikan.


Selalu bersabar dan selalu mencoba untuk tetap tidak menyerah. Selalu berdoa dan iklhas untuk kapanpun yang Tuhan akan kasih pada mereka.


" Terima kasih Tuhan." Ucap Rizal.


.


.

__ADS_1


.


.🍃🍃🍃🍃


__ADS_2